
"Stop,,kita sudah sampai Gladis"seru Syifa pada Gladis.
"Oo..ini rumah kamu?"Ujar Gladis sambil memperhatikan sekitar rumah Maliq.
"Rupanya dia anak orang kaya juga".Monolog Gladis melihat rumah mewah Maliq.
"Eeh..bukan,ini rumah tante Aku,iiiya rumah tanteku".Gagap Syifa pada Gladis.Dia tidak mau mengatakan ini rumah suaminya,soalnya Maliq seperti menyembunyikan perkawinan mereka.
Setelah mereka dari kampus tadi,Gladis memaksa Syifa agar mau diantar ke rumah oleh Gladis.Syifa sudah mengemukakan berbagai alasan,tapi Gladis tetap memaksa.Alhasil akhirnya Gladis mengantarkan Syifa.
"Yaa..udah Aku turun dulu Gladis.Terima kasih atas tumpangannya"
"Iya,sama sama Syifa,nanti lusa Aku jemput lagi yaa...kita pergi ujiannya bareng bareng,ok".seru Gladis sambil menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran.
"Iya,Gladis".Sahut Syifa sambil keluar dari mobil mewah Gladis.
"Ee...Syifa tunggu,Aku minta nomor hp kamu bolehkan??"
"Haa...nmr hp??"beo Syifa melongo.
__ADS_1
"Iya,Aku belum sempat minta nomor hp kamu tadi"Sahut Gladis pada Syifa.
"Aak..aku nggak punya hp"Gumam Syifa sambil tersenyum pada Gladis.
"Ahh...masa kamu nggak punya hp??"heran Gladis sambil mengernyitkan keningnya."Masa tantenya sekaya ini,ponakannya nggak punya hp".Monolog Gladis.
"Iya Gladis.Beneran Aku nggak punya hp,Aku baru minggu lalu dari kampungku.Di kampungku nggak terjangkau jaringan,jadinya Aku ngga punya hp.Tukas Syifa meyakinkan Gladis.
"Ok deh kalau begitu...Lusa Aku jemput yaa".Ujar Gladis sambil menjalankan kembali mobilnya.
"Bye".Lambai Gladis pada Syifa.
"Bye"....
"Tok..tok..tok...Assalamualaikum...!!Seru Syifa sambil mengetuk pintu rumah Maliq yang tertutup.Syifa mengetuk berulang ulang tapi belum ada yang membukakan pintu rumah.Tanpa sengaja dia melihat bel di dekat pintu lalu menekannya.
"Ceklek..."setelah beberapa saat pintu terbuka.
"Eeh Nak Syifa...kirain siapa he..he.."seru Siti sambil tersenyum pada Syifa.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bu Siti..."Ucap Syifa memberi salam pada Siti.Dia masuk ke dalam rumah setelah Siti membuka pintu lebar lebar.
"Waalaikum Salam Warrahmatullahi Wabarakatuh..."Jawab Siti sambil mengekor di belakang Syifa.
"Ekhhmmm...ada nyonya bos baru pulang rupanya...!!."pekik Ayin sinis melihat Syifa lewat.Ayin sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Syifa terkejutmendengar pekikan Ayin.Syifa melirik sekilas ke arah Ayin.Dia menunduk sambil melanjutkan langkahnya,tak digubrisnya seruan Ayin yang ingin memojokannya tanpa sebab.
"Heeh...enak yaa jadi nyonya bos...pergi seenaknya..pulang sesuka hati.Dari mana kamu haa...!!"Bentak Ayin sambil berdiri mendekati Syifa.
Ayin menarik tangan Syifa dengan kasar,hingga badan Syifa terpaksa berputar menghadap Ayin.
"Kalau ditanya itu,menjawab!!Kamu dari mana haa...!!Bentak Ayin lagi sambil menatap tajam ke arah Syifa.
Syifa mendongakkan kepalanya,ditatapnya Ayin dengan tatapan datar ...
"Aku pergi tadi bersama Kak Maliq,dan tidak ada urusannya dengan Kak Ayin.Aku disini istri dari Kak Maliq,yang berhak mengaturku hanya Kak Maliq.Kak Ayin hanyalah adik dari suamiku dan tak berhak mengatur ngatur ataupun mengintimidasiku"Ucap Syifa datar sambil menatap tajam ke arah Ayin.Hilang sudah rasa hormat Syifa sebagai ipar dari orang di depannya.Syifa sudah jengah dengan sikap Ayin yang selalu mencari cari kesalahannya.
Ayin terpaku dengan jawaban Syifa,dia merinding melihat tatapan Syifa.Belum sempat dia membalas ucapan Syifa,Syifa melepaskan cengkraman tangan Ayin dari lengan Syifa dengan kasar lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Maliq.
__ADS_1
"Kurang ajar..berani sekali dia menjawab,awas kamu gadis kampung...!!Geram Ayin sambil mengepalkan tangannya.Giginya gemeletuk menahan kemarahan.Dihentakkannya kakinya ke lantai sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Hhhffft..kasian Nak Syifa".Gumam Siti sambil berlalu ke arah dapur.