
"Ahh...kamu nggak bakal ngerti bagaimana jatuh cinta,secara kan kamu itu nggak pernah tertarik dengan namanya mahluk bernama cewek"Cibir Syam menyerang balik Zidan.
"Sialan kamu Syam"Maki Zidan lalu melempar Syam dengan botol air mineral kosong kemudian berlalu menuju kelasnya.
Doni dan Syam tergelak menertawakan Zidan.
"Kena kamu Zidan...ha..ha..."
***
Setelah mengikuti mata kuliah jam pertama Syifa dan Gladis menuju kantin.
"Masih ada waktu dua jam menunggu mata kuliah berikutnya,kita nggak usah pulang ya..mending kita ke kantin dulu isi bensin"Ajak Gladis pada Syifa dengan gaya konyolnya".
Syifa mengangguk sambil berdiri lalu berjalan mengikuti langkah Gladis.
Tiba di kantin mereka berdua mengambil tempat disebelah pojok.Rencananya Syifa akan menceritakan semuanya pada sahabatnya, Gladis.Setelah memesan makanan,seperti dugaan Syifa..Gladis menagih janjinya..meminta penjelasan dari Syifa.Dengan sangat terpaksa Syifa menceritakan semua kisahnya pada Gladis.Dari awal dia menikah sampai dengan keadaanya sekarang.Gladis terpaku merasa tidak percaya,air matanya menetes mendengar kisah Syifa.
__ADS_1
"Oh Tuhan,maafkan Aku Syifa.Aku ngga tau mau ngomong apa.Semoga suatu saat suamimu akan mencintaimu dengan tulus.Aku cuman nggak ngerti aja,dia yang maksa kamu untuk menikah dengannya tapi kok kaya kamu yang ngejar ngejar dia.hedeh..."
Syifa tertunduk."Gladis,Aku percaya padamu.Kumohon jaga rahasia ini,Aku merasa bersalah telah menceritakan masalah rumah tanggaku padamu"Mohon Syifa pada Gladis.
"Percaya padaku Syifa,aku akan menjaga rahasia ini.Dan jangan sungkan,bila kau butuh bantuanku,aku akan selalu ada untukmu sebagai sahabatmu".Ujar Gladis sambil menggenggam kedua tangan Syifa untuk menguatkan sahabatnya itu.Syifa tersenyum lembut pada Gladis.
"Yaa..udah Aku ke mushola dulu mau sholat Dzuhur..kamu mau ke kelas atau nunggu sini??Tanya Syifa pada Gladis.Gladis seorang nasrani hingga tidak mungkin Syifa mengajaknya untuk Sholat.
"Aku nunggu di teras mushola boleh??"
"Nggak apa apa,dari pada Aku cuman sendiri di sini ngapain juga kaya kambing congek".
***
Setelah tiba di mushola,Syifa menuju tempat wudhu kemudian masuk melaksanakan sholat sementara Gladis duduk di teras musholah.
Selesai sholat,Syifa menyempatkan diri untuk mengaji.Suara merdunya terdengar sampai di tempat sholat jamaah laki laki.Zidan yang baru saja selesai melaksanakan sholat tertegun mendengar suara merdu itu,hatinya bergetar lembut.
__ADS_1
"Masyaa Allah...teduh sekali mendengar suaranya"Gumam Zidan.Dia sengaja belum beranjak dari tempatnya,dia masih ingin mendengar lantunan ayat suci Al Quran dari bibir gadis di balik tabir itu.
Setelah beberapa saat,Syifa menyudahi mengajinya dan melipat mukenanya yang dibawanya kemana saja dia pergi lalu memasukkannya ke dalam tasnya.
Syifa beranjak dari tempatnya,lalu berjalan keluar bertepatan dengan Zidan yang mau keluar juga.
"Ooh...jadi suara merdu itu adalah suara gadis ini??Eeh..tunggu dulu,ini kan Maba yang dibicarakan oleh Doni dan Syam"Monolog Zidan dalam hati.Matanya melirik sekilas ke arah Syifa yang sedang mengenakan sepatunya di tangga Musholah.
Tanpa sengaja Syifa menengok ke arah Zidan,mata mereka bersibobrok.Gegas Syifa menundukkan pandangannya.
"Astagfirullahualadzim...Ya Allah,jagalah pandanganku"Gumam Syifa.
"Degg.."
Zidan terpana dengan tatapan Syifa,dadanya berdegup kencang."Ya Allah...benar kata Syam,dia gadis yang luar biasa..auranya memancarkan kecantikan alami"Zidan meraba dadanya yang berdegup.Tanpa Zidan sadari Syifa dan Gladis telah pergi dari situ.
"Wooii..ngapain bengong di situ"Pekik seseorang yang baru saja datang.
__ADS_1