Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
140


__ADS_3

Pagi menjelang siang,diwarnai gerimis menambah suasana sendu di hati Syifa.


Gontai langkah Syifa menuju jalan raya.Dia sedang menunggu taxi lewat.Dia ingin bertemu dengan Gladis yang sempat menelponnya tadi sewaktu masih di rumah Mamah.Tadinya Syifa mengajak Gladis ketemuan di rumahnya,tapi menyaksikan pemandangan beberapa menit lalu tadi, mengurungkan rencana Syifa.Akhirnya Syifa menelpon Gladis kembali,mereka akan bertemu di taman kota.


Tadinya Syifa sudah yakin tidak ingin menggugat cerai Maliq,setelah mendengar penjelasan dan nasehat Mamah.Sehingga dia pulang ke rumah dengan keyakinan penuh.Dia ingin memulai hubungannya dengan Maliq dari awal.


Tapi,ternyata kekecewaan kembali merengkuhnya.Dia menyaksikan Maliq memeluk Linda dengan penuh kasih sayang.Sempat terlihat Maliq menitikkan air matanya.Dan ucapan Linda masih terngiang ngiang di telinga Syifa.


(" Terima kasih sayang,kau sudah mengambil keputusan yang tepat ".)


" Hhff...ternyata memang aku yang terlalu naif.Bisa mempercayai orang yang sudah berkali kali ingkar" Batin Syifa.


Tiba tiba taxi terlihat mendekat,Syifa segera menghentikannya.


" Taman Kota yaa,Pak !!" Titah Syifa setelah berada di dalam Taxi.


" Baik,Non "


Syifa kembali termenung." Mamah begitu yakin menyampaikan keinginan Kak Maliq,sampai harus memohon mohon.Tapi Mamah tidak tau apa yang Kak Maliq lakukan " Gumam Syifa sambil menatap keluar jendela mobil.


Selang 15 menit kemudian,sopir taxi menepikan mobilnya.


"Kita sudah sampai,Non " Ujar Pak sopir.


" Ooh Iya,berapa Pak ??" Tanya Syifa.


" Dua puluh ribu saja Non "


" Ok..Pak ini uangnya.Kembaliannya untuk Bapak saja " Ujar Syifa ramah sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan.


" Tapi ini kebanyakan Non !!" Ucap sopir taxi .


" Nggak apa apa.Buat anak Bapak saja "


" Masyaa Allah...Alhamdulillah..terima kasih Non.Semoga Allah membalas kebaikan Non dengan rejeki dan kebahagiaan yang berlimpah ..Aamiin " Ujar Sopir taxi bersungguh sungguh.


"Aamiin...terima kasih doanya Pak " sahut Syifa lalu keluar dari taxi dan menuju bangku taman.


Syifa meronggoh ponsel di dalam kantongnya lalu menelpon Gladis.


" Dis,aku sudah di taman " Ujar Syifa setelah panggilannya tersambung.


" Ok plend,aku otw..lima menit lagi sampai.


Beberapa menit kemudian.Nampak Gladis melambaiakan tangannya pada Syifa.


" Plend...sori,lama nunggu yaa ??"


" Nggak kok,baru sekitar 10 menit aku sampai " tukas Syifa.


" Sebenarnya kamu mau bicarain apa sih ??" Tanya Syifa pada Gladis.

__ADS_1


" Mm..gini plend.Kamu kan akan melanjutkan study kamu di kota Munchen yaa ??"


" Iya."


" Kebetulan Uncle aku sebelum pindah ke Indonesia,lama tinggal di sana dan sepupuku juga kuliah di sana.Jadi sepupuku menawarkan lebih baik kamu tinggal di apartemen milik sepupu aku,bagaimana?" Tutur Gladis sambil menatap Syifa.


" Kebetulan apartemen sepupuku itu sangat dekat dengan kampus "Ludwig Maximillians University" jadi kamu tiap hari tidak perlu naik taxi,cukup jalan kaki lima menit kamu sudah sampai " Imbuh Gladis lagi.


" Aku tidak enak sama keluargamu Syifa,mereka tidak mengenalku.Kenapa aku harus tinggal di apartemen mereka " Ujar Syifa lirih.


" Nggak apa apa plend..aku sudah menceritakan tentangmu sama sepupuku juga sama uncle aku.Mereka sangat terkesan denganmu dan mereka sendiri yang menawarkannya.Apartemen itu sudah lama tidak di tempati,hanya ada sesekali pelayan dari rumah uncle aku datang membersihkannya." Tutur Gladis.


Syifa nampak bimbang.Dilain sisi dia sangat bersyukur tidak perlu memikirkan tempat tinggal lagi.Tapi dilain sisi dia sangat sungkan harus merepotkan orang lain.


" Itu Kak Willy,dia sepupu aku yang punya apartemen " Pekik Gladis tiba tiba sambil menunjuk lelaki berpostur tinggi berwajah bule .


Sontak Syifa menengok ke arah yang ditunjuk oleh Gladis.


" Kak Will...sini!! " Gladis melambaikan tangannya.


Willy berjalan mendekat sambil tersenyum ramah ke arah Syifa.


Tadi sebelum sampai di taman,Gladis sempat menelpon Willy untuk datang meyakinkan Syifa.Dia sudah menduga,Syifa pasti akan menolak tawarannya.


Syifa menunduk saat Willy datang mendekat.


"Kak Will,Ini Syifa sahabat aku "


Willy mengulurkan tangannya pada Syifa "Hai...!"


Syifa menangkup kedua tangannya di depan dada " Syifa" Ucap Syifa singkat sambil menunduk.


Seketika Willy menarik tangannya kembali


" Maaf " Ujar Willy.


Syifa mengangguk pelan.


Gladis terkekeh " Kak Willy main sodor sodor tangan aja,bukan muhrim tau !! ledek Gladis .


" He..he...maaf,aku lupa " Ujar Willy terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Gladis mengajak Willy dan Syifa untuk duduk di atas rumput.Biar lebih nyaman katanya.


Willy dan Gladis duduk berdampingan.Syifa duduk di samping Gladis agak berjarak.


"Kak Will...Syifa nggak mau tinggal di apartemen Kakak" Ujar Gladis saat mereka sudah duduk.


" Kenapa ??" Tanya Willy heran.


" Sungkan dianya Kak !!

__ADS_1


" Syifa..itu apartemen aku sudah lama tidak di tempati.Aku beli saat aku kuliah di LMU sama dengan universitas yang akan kau masuki.Gladis bercerita tentang kau,jadi aku sendiri yang tawarkan.Kau tidak usah merasa sungkan " Tutur Willy meyakinkan Syifa.


" Iya,Plend.Lagian kalau kamu ke Jerman.Aku sama Mamih akan mengantarmu,sekalian liburan kata Mamih"


" Haah..mengantarku ??" Syifa mendongakan kepalanya menatap Gladis.


" Jangan Gladis,aku merepotkan...aku jadi tambah tidak enak.Aku bukan siapa siapa kalian tapi selalunya merepotkanmu " Ujar Syifa dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


" Astaga Plend...aku sama Mamih memang sudah jauh jauh hari pengen liburan.Kebetulan kamu mau ke Jerman jadi Mamih menjadwalkan liburan kami ke Jerman.Biar seru kata Mamih " Tutur Gladis antusias.


" Kak Will ikut yaa " Rengek Gladis pada Willy.


Willy mengacak rambut Gladis dengan gemas.


"Belum bisa,sayang..masih banyak kerjaanku.Nanti aku nyusul,gimana hmm??" Ujar Willy sambil menatap Gladis dengan mesra.


" Beneran ??awas kalau bohong !!" Ucap Gladis manja.


Syifa menunduk malu melihat kemesraan Willy dan Gladis.


" Kayanya mereka bukan cuman sepupuan " Batin Syifa.


" Bagaimana Plend,kamu mau kan??" Ucap Gladis sambil menatap Syifa dengan intens.


Syifa seketika berpikir."Aku memang mendapat beasiswa penuh dan uang saku.Tapi tempat tinggal katanya di asrama kurang nyaman.Ada baiknya aku menerima tawaran Gladis." Gumam Syifa dalam hati.


" Baiklah,tapi aku tanya ke pihak kampus dulu apa bisa aku tinggal di luar asrama??"


" Kayanya bisa Syifa.Cuman kan Negara tidak menaggung biaya tempat tinggal di luar asrama" Ujar Willy menanggapi Syifa.


" Oh..Baiklah." Ucap Syifa singkat.


" Btw,Lusa kan kamu berangkat.Surat surat dan berkas sudah lengkap ??" Tanya Gladis.


" Alhamdulillah sudah.Aku sudah selesaikan semua sebelum wisuda kemarin" Ujar Syifa .


" Ok.kalau begitu,fix aku bakal liburan ke Jerman kali ini...Yesss!!!" Ujar Gladis gembira.


Willy tersenyum."Maunya itu,antar Syifa cuman alibi,cih...!!" ledek Willy.


" Biarin...awas aja kalau tidak nyusul !!" Tukas Gladis sambil cemberut.


" He..hehe...iya..janji kalau sudah selesai semua pekerjaanku "


Syifa yang melihat kemesraan Gladis dan Willy sontak berdiri.


"Dis,aku nelpon Mamah dulu sebentar" Pamit Syifa pada Gladis.


Gladis hanya mengangguk.


Syifa berjalan menjauhi Gladis dan Willy.Dan memilih duduk di bangku taman yang agak jauh dari mereka.

__ADS_1


" Aku harus menelpon Mamah.Aku harus menjelaskan yang sebenarnya pada Mamah." Batin Syifa sambil mencari nomor kontak Mamah Maliq.


__ADS_2