
Pagi hari..
Jam stengah lima Syifa sudah terbangun karena kebiasaannya melaksanakan sholat subuh.karena hari ini dia tidak Sholat Dia memilih tetap bermalas malasan di tempat tidurnya.
"Eeh...Aku ketiduran di Sofa rupanya semalam,diarahkannya pandangannya ke arah kasur.Dia melihat tubuh tegap Maliq masih bergelung dengan selimutnya.
"Oo...jadi Dia balik semalam...kukira dia tidak balik."Gumam Syifa sambil beranjak ke arah kamar mandi.Dia ingin menggosok giginya dan membersihkan wajahnya.
Sesaat kemudian,Syifa keluar dari kamar mandi.Di raihnya Hoodie miliknya yang di pakainya diperjalanan kemarin,lalu di pakainya.Dia berniat ingin melihat matahari terbit...
"Pasti sangat indah sunrisenya nanti..."Ucap Syifa dalam hati.Dia melangkah keluar kamar dengan bersemangat.tak ada niatnya untuk membangunkan Maliq.Dia ingin menikmati kesendirian dan kesakitannya.Dia akan mengadukan kesakitannya ini pada matahari pagi,agar sekembalinya sebentar nanti Dia akan bersinar seperti mentari.
Syifa perlahan melangkahkan kakinya di atas pasir,langit masih gelap.Tak ada satu orangpun ada disitu selain dirinya.Tapi hati Syifa sedikitpun tak merasa takut.Yang Dia takutkan sekarang adalah kenyataan pahit di dalam hidupnya.
Sekitar beberapa menit kemudian,perlahan semburat warna orens terlihat di kaki cakrawala...warnanya sangat indah menghangatkan hati Syifa.
"Masyaa Allah...sungguh indah CiptaanMu Ya Allah,maafkanlah hambamu ini yang tidak pandai bersyukur atas karuniamu.Hamba terlalu banyak mengeluh,hingga lupa mensyukuri nikmat yang Kau beri.Pekik Syifa sambil memandang dengan takjub ke arah matahari terbit.
__ADS_1
Sementara itu didalam kamar.Maliq masih setia dengan alam mimpinya,tak sedikitpun Dia bergeming ketika mendengar suara adzan berkumandang.
Hingga beberapa saat kemudian...
"Tok...tok...tok...sayang..kamu sudah bangun belum??".Teriak suara perempuan dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar.
"Sayang...Aku datang,,,!!!Seru Linda lagi merasa tidak mendapat jawaban dari penghuni kamar.
Dicobanya untuk membuka pintu...
Ditarikny kain gorden agar cahaya matahari bebas masuk ke dalam kamar.
"Eùhhmm...Syifa...jangan dibuka dulu gordennya,Aku masih sangat mengantuk.Ayo tutup kembali kain gordennya.Pekik Maliq dengan suara serak tanpa membuka matanya.
Maliq menyangka bahwa Syifa yang membuka Gorden.
Linda terkekeh melihat tingkah Maliq..di dekatinya Maliq diatas tempat tidur..di pencetnya hidung Maliq hingga Maliq tidak bisa bernafas.
__ADS_1
"Syifaaa...kamu!!..pekik Maliq belum sadar
Linda terbahak..
"Ha..ha..ha...nggak ada yang namanya Syifa di sini sayang...ini Aku..."Maliq terbelalak mendengar suara lembut Linda di telinganya.Kesadarannya langsung sempurnah mendengar suara kekasihnya.
"Sayang...kenapa bisa ada di sini,bagaimana caramu masuk hmmm...??Tanya Maliq dengan suara khas orang bangun tidur.Seketika dia bangun dari tidurnya sambil menatap wajah kekasihnya dengan mata yang masih mengantuk.
"Bagaimana Aku nggak bebas masuk,pintunya ngga dikunci".Ujar Linda sambil tersenyum manja ke arah Maliq.
"Mana Syifa??"Tanya Maliq pada Linda.
"Mana kutau..sejak Aku masuk,Aku tak melihat Syifa."Jawab Linda.
"Ckk...kemana itu anak.Pagi pagi sudah kelayapan.Kesal Maliq.
"Aku cuci muka dulu sayang!!"Ujar Maliq sambil bangkit dari kasur dan berjalan ke dalam kamar mandi.
__ADS_1