Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
117


__ADS_3

" Iya..itu suamiku Pak.." Ujar Syifa sambil tersenyum pada sopir taxi tersebut.Pak sopir mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


Syifa membalikan badannya dan berjalan ke arah mobil Maliq yang akan dikendarai Polisi.Sebelum Syifa melanjutkan langkahnya,Syifa merasa langkahnya terasa ringan dan akhirnya " Bruukkk.." Tubuh Syifa terhempas tak berdaya.Syifa tak sadarkan diri,darah mengucur deras dari lengannya yang terkena sabetan senjata tajam penjahat tadi.


Sopir taxi yang sedang memindahkan barang ke mobil Maliq langsung terkejut dan berlari menuju ke arah Syifa yang sudah tergeletak.


"Astagaa...Non..!!Tolong...tolong ...Pak...gadis ini pingsan "Pekik Pak sopir meminta tolong pada Polisi yang sudah berada di belakang kemudi mobil Maliq.


Bergegas Polisi tersebut turun kembali dan berlari ke arah Syifa.Maliq yang masih merasa pusing,memaksakan diri keluar dari mobil mendengar teriakan sopir taxi itu.


"Ayo..angkat ke mobil Pak !!"Titah Pak Polisi pada sopir taxi.Dengan ragu ragu,sopir dan polisi mengangkat tubuh Syifa.Mereka merasa tidak sopan sudah menyentuh tubuh Syifa yang berpakaian syar'i.


"Maafkan kami Pak..kami harus mengangkat tubuh istri Bapak..."Ujar Pak Polisi tidak enak pada Maliq,saat mereka memasukkan tubuh Syifa di dalam mobil.

__ADS_1


"Iya..tidak apa apa Pak..keadaan tidak bisa memilih.Saya ucapkan terima kasih atas pertolongan Bapak bapak.."Ujar Maliq lemah sambil menatap ke arah Pak polisi dan sopir taxi bergantian.


"Sepertinya istri Bapak terluka Pak..dan dia pingsan akibat kehilangan banyak darah!!" Ujar polisi saat mobil sudah melaju ke arah rumah sakit.Sedang Mobil patroli yang dikendarai Polisi satunya lagi menuntun mereka di depan sambil membunyikan sirine untuk membuka jalan agar cepat sampai di rumah sakit karena keadaan darurat.


"Iya Pak..sepertinya istri saya terluka,lihatlah bajunya sudah basah dan berbau amis "Lirih suara Maliq sambil memperhatikan pakaian Syifa yang berwarna gelap,hingga darah yang mengalir dari lengannya tidak terlihat jika dilihat sekilas.Tapi Maliq bisa melihat bahwa baju Syifa sudah basah oleh darah.


" Syifa...satu lagi sisi lainmu yang tidak kuketahui.Ternyata kau bukan gadis lemah seperti yang kelihatan,kau wanita tangguh dan mengagumkan.Tak kusangaka bahwa yang melawan penjahat tadi itu adalah istri kecilku.Dan kau rela terluka demi melindungiku.Maafkan aku selama ini menyakitimu. Gumam Maliq sambil mengelus pipi Syifa dengan penuh kelembutan.


***


Saat ini Linda sedang menunggu Maliq di mall." Coba aku telpon dulu deh " Gumam Linda gelisah.Sedari dua jam lalu dia menunggu Maliq dan kata Maliq dia akan sampai beberapa menit lagi ternyata belum ada tanda tanda kedatangan Maliq sampai sekarang.


"Ahh...kemana sih itu orang ??!!! ditelpon ngak diangkat lagi,Ckk..."gerutu Linda sambil menghentakkan kakinya."Awas saja kalau ketemu !!".

__ADS_1


***


Sementara itu.Maliq yang lagi di perjalanan menuju rumah sakit,berusaha untuk menyadarkan Syifa.


"Syifa..bangun Syifa !! kenapa sih kamu harus menyelamatkanku,aku yang sudah jahat padamu, Syifa !! "


"Hei...bangun!!!,kamu senang yaa..melihatku dimarahi Mamah haa..??Mamah pasti akan memarahiku dan menyalahkanku...kamu pasti akan tertawa di dalam hati melihatku di marahi ." Lirih suara Maliq berusaha menyadarkan Syifa.Ditepuk tepuknya wajah Syifa yang semakin memucat.Dia merasa sangat bersalah melihat Syifa yang tidak berdaya sekarang hanya karena ingin menyelamatkannya.


"Pak...tidak bisa lebih cepat lagikah,Pak..??istriku sudah banyak mengeluarkan darah..."Pekik Maliq panik.


"Sabar Pak...ini sudah maksimal Pak...Rumah sakit sudah tidak jauh lagi Pak..itu sudah keliatan "Ujar Pak Polisi menanggapi Maliq.Dia maklum keadaaan Maliq sekarang.


Maliq menghembuskan napasnya dengan kasar.Kepalanya terasa berat,pandangannya masih berkunang kunang.Tapi dia tidak perduli dengan keadaannya,yang di khawatirkannya sekarang hanyalah keadaan Syifa.

__ADS_1


"Ya..Allah..Aku tahu aku tidak pantas memohon padamu.Aku pendosa.Tapi untuk saat ini aku mohon selamatkanlah istriku !!" Lirih suara Maliq sambil terisak.


__ADS_2