
" Syifa...!!Aku mengulang kembali permohonanku yang tadi.Aku tidak ingin bercerai denganmu.Aku ingin kita mulai dari awal lagi hubungan kita ini " Tutur Maliq pada Syifa.
Setelah mereka selesai melaksanakan sholat.Maliq mengajak Syifa duduk di gazebo taman belakang.
Syifa menunduk mendengar ucapan Maliq.
" Bagaimana dengan Linda, Kak..??" Tanya Syifa lirih.
Maliq menatap Syifa yang masih menunduk dengan intens.
" Masalah Linda.Aku akan melepaskannya pelan pelan agar dia tidak akan tersakiti "
Syifa mendongakan kepalanya.Ditatapnya dalam dalam mata elang Maliq.Dia sedang mencari cinta untuknya di mata itu.
" Kak Maliq...!!!perempuan itu bukanlah tempat uji coba hatimu.Bila ingin mengambil keputusan, pikirkanlah dengan matang.Sebisa mungkin buatlah keputusan yang tidak akan menyakiti orang lain,jangan hanya mementingkan ego Kak Maliq saja." Tutur Syifa datar sambil membuang pandangannya ke tempat lain.Hatinya sakit mendengar pernyataan Maliq.
" Dasar laki laki egois tidak punya pendirian" Batin Syifa.
" Kalau begitu ceraikan aku Kak..!!.bebaskan aku dari belenggumu.Aku tidak ingin membebani Kak Maliq lagi dengan status tidak jelas kita ini " Imbuh Syifa lagi.
Maliq tersentak..
" Tidak...!!aku tidak akan menceraikanmu,kau akan tetap menjadi istriku sekarang,nanti dan selamanya " Pekik Maliq egois.
Syifa menatap Maliq dengan tatapan dingin.
" Dengan alasan apa Kak Maliq ingin tetap menahanku di sisi Kak Maliq ??" Tanya Syifa datar.
" Akk..aku tidak tau rasa seperti apa itu.Yang pasti,aku tidak ingin kita bercerai.Aku tidak ingin berpisah denganmu.Saat dirimu koma dan sempat dinyatakan meninggal oleh dokter,rasanya sakit sekali di sini " Ujar Maliq sambil menunjuk dadanya.Seketika matanya berkaca kaca hendak meneteskan air mata.
Syifa tersenyum sinis mendengar ucapan Maliq.
__ADS_1
" Jadi kumohon Syifa,aku tidak ingin kamu pergi dariku.Sesak rasanya dadaku ketika mendengar kamu ingin pergi dariku " Imbuh Maliq sambil meraih tangan Syifa dan digenggamnya dengan lembut.
Syifa menarik tangannya dari genggaman Maliq.
" Kak Maliq...!! Kata orang,tidak ada orang yang bisa menggambarkan rasa sakit yang dialami oleh orang lain,karena hal itu bukan dia yang merasakannya.Begitu juga denganku Kak...Kak Maliq tidak bisa merasakan kesakitan yang aku rasakan ketika Kak Maliq berulang ulang menolakku."
Syifa berdiri membelakangi Maliq yang sedang duduk.Tangannya mendekap dadanya.Tatapannya kosong mengarah kedepan.
"Tak ada perempuan manapun di dunia ini yang rela mendengar suaminya menyatakan cintanya buat perempuan lain.Rasanya sakit Kak,ketika bertahun tahun diabaikan oleh suami sendiri.Aku seorang istri tapi tidak diperlakukan sebagai seorang istri"
" Deg..."
" Maafkan aku Syifa "Lirih suara Maliq.
" Aku pikir,aku bisa bersabar karena aku menganggap ini adalah ujian pernikahan.Sejak saat ijab qabul,aku berjanji di dalam hati,aku akan menyatukan hatimu dan hatiku untuk menggapai Jannahnya Allah."
"Aku berharap niat ibadah kita menjadi sesuatu yang menyatukan kita.Tapi,apa yang kudapat Kak...?? Kak Maliq menghancurkan harapanku itu sehancur hancurnya,sampai aku sendiri sudah tidak tau lagi bentuk dari hatiku itu ".Tutur Syifa terbata bata.
" Jadi ,aku mohon Kak...biarkan aku menata kembali hatiku ini.Aku juga ingin bahagia.Aku ingin seperti wanita di luar sana yang menghabiskan hari harinya bersama orang yang mencintainya.Aku tak ingin menghabiskan waktuku dengan berimajinasi bahwa aku baik baik saja ".Gumam Syifa lirih.Hatinya pedih setiap mengeluarkan kata kata dari bibirnya.
Sontak Maliq berdiri dan memeluk Syifa dari belakang" Bahagiamu bersamaku,Syifa !!!.Tetaplah di sampingku.Aku berjanji akan membuatmu bahagia.Dan untuk sikapku yang lalu,aku mohon maafkan aku" Ujar Maliq menghiba sambil mendekap erat tubuh mungil Syifa.
Syifa gelagapan mendapat pelukan mendadak dari Maliq.
" Tapi itu sudah terlambat Kak...aku sudah terlanjur menutup hatiku untukmu Kak...Kesakitan yang menemaniku selama ini yang telah membekukan hatiku" .Suara Syifa tetap datar,dan dia berusaha mengurai pelukan Maliq.
" Tidak..Syifa !!aku tidak mengijinkanmu pergi dariku.Sekali lagi kau mengeluarkan kata kata ingin berpisah dariku,aku akan mengurungmu di dalam kamar !!!." Pekik Maliq semakin mempererat pelukannya.
Maliq membalikkan tubuh Syifa menghadap ke arahnya.
" Dengar...aku tidak akan melepasmu " Kata Maliq sambil menatap tajam ke arah Syifa.
__ADS_1
Syifa memberontak ingin melepaskan diri.Tapi kekuatannya tidak sebanding tenaga yang dimiliki Maliq.
" Lepaskan aku Kak.!!!.."
" Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu berjanji,tidak akan meninggalkanku !!! " Hardik Maliq.
Syifa tak bergeming.Dia tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan dirinya.
Tiba tiba tatapan Maliq menjadi sendu.Diangkatnya dagu Syifa dengan jarinya.
" Syifa ...Aku mohon ..!!" Desis Maliq menghiba.
" Blussh.."
Wajah Syifa merona melihat wajah Maliq sangat dekat dengan wajahnya.Dadanya terasa sesak.Ritme jantungnya tidak beraturan.Belum pernah dia sedekat ini dengan Maliq.
Syifa terpaku.Sesaat dia terpesona dengan wajah tampan Maliq.
" Lepas,Kak..!!!" Pekik Syifa setelah kesadarannya kembali.
Ditepisnya tangan Maliq dan segera berlari menuju kamarnya.
" Syifaa!!!....tunggu Syifa,kita belum selesai bicara " Pekik Maliq sambil mengejar Syifa yang berlari kencang ke dalam kamar.Dengan sekejap Syifa sudah berada di dalam kamarnya dan mengunci kamarnya agar Maliq tidak bisa masuk.
" Hhhaahhh.....kenapa dengan jantungku??" Desis Syifa lirih sambil menekan dadanya.Dia terduduk di tepi ranjangnya.
" Took...tokkk..Syifa buka !! "Titah Maliq dari luar kamar Syifa.
Syifa menulikan telinganya.Dia tidak peduli dengan teriakan Maliq.Saat ini dia hanya peduli dengan jantungnya.
" Syiffaaa.. !!! kalau kamu tidak membuka pintunya ,aku akan mendobraknya " Ancam Maliq sambil membentur benturkan badannya di pintu kamar Syifa.
__ADS_1