Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
253


__ADS_3

" Ke kenapa bisa Mah ?? " Gumam Maliq tergagap tapi masih sampai di rungu Mamah.


" Itu fotomu waktu umurmu 6 tahun dan lihatlah wajah anak yang ada di tv itu.Dia sangat mirip dengan wajahmu dan umurnya 6 tahun juga " Ujar Mamah antusias dengan nada sedikit menyimpan kerinduan terpendam, entah pada siapa alamatnya.


" Iya, Mah...sangat mirip " Desis Maliq sambil menatap lekat lekat wajah anak yang sedang melafadzkan hapalan Qur'annya.


" Andai dia anakku !! " Gumamnya lagi penuh nada pengharapan.


" Mamah juga berharap begitu nak..!! andai memang itu anakmu, artinya Syifa sudah berhasil mendidik anak kalian dengan baik.Tapi sayang, itu bukan anak kalian.Anak itu diantar bundanya dan bundanya bukan Syifa.Lihat itu bundanya yang jilbab abu gelap yang duduk di sisi sebelah kanan panggung " Tutur Mamah Maliq seketika mematahkan harapan Maliq.


" Mah...anakku sekarang juga sudah berumur enam tahun.Kapan yaa aku bisa ketemu anakku ?? " Ujar Maliq dengan nada sendu tanpa melepas tatapannya dari layar televisi.


" Sabar nak...semoga Allah akan segera mempertemukanmu dengan Syifa dan anakmu.Mamah juga selalu berdoa, semoga Mamah diberi kesempatan untuk bertemu mereka sebelum menghadap Allah " Desis Mamah tak kalah sendu.


" Ngomong apa sih Mah..!! semoga Allah memberi kesehatan dan umur panjang pada Mamah !! " Sentak Maliq mendengar ucapan Mamah.


Mamah terkekeh pelan di seberang lalu menutup panggilannya setelah mengucapkan salam.


Maliq terpekur di tempatnya setelah memutuskan sambungan telpon dengan Mamahnya.Matanya tidak lepas dari layar datar di depannya dengan tatapan kosong.


" Zian tidak punya Ayah.Karena kata Bunda, Zian itu memang tidak punya Ayah.Zian hanya punya Bunda dan Umi " Ucapan anak kecil di tv yang diwawancarai oleh host acara dengan tatapan dingin dan datar kembali terngiang di benak Maliq.


Host acara yang rutin tayang setiap ramadhan itupun tersentak dengan kening berkerut bingung.


" Maksud Zian, Zian hanya punya Bunda dan Umi di rumah ?? " Tanya sang host dengan nada kebingungan.


" Iya !! " Jawab bocah enam tahun itu dengan polos masih dengan tatapan datarnya lalu menarik host tersebut untuk mendekat dan membisikan entah apa.


" Ooh..oke !! " Ujar sang host seraya mengangguk lemah dengan tatapan yang tidak dapat diartikan ke arah bocah di sampingnya.Air mukanya seketika menjadi sendu.

__ADS_1


Maliq berdiri dari tempatnya, berdiri di depan jendela kamarnya dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana. " Kenapa hatiku mengatakan bahwa anak kecil itu anakku !! sorot matanya, mengingatkanku pada Syifa " Gumam Maliq seraya melempar pandangannya keluar jendela sambil memandang keramaian kota dari lantai tiga gedung kantornya itu.


" Berhenti meratapi dirimu, Nak !! tidak ada gunanya kau menyesali yang sudah terjadi !! "


Seketika Maliq tersentak mendengar suara seseorang membuyarkan lamunannya.


" Mamah !! " Desis Maliq seraya membalikan badannya menghadap sumber suara.


" Kenapa Mamah kesini ?? ada apa, Mah ?? " Tanya Maliq seraya menatap lembut ke arah Mamahnya.


Mamah tersenyum tipis seraya menghempaskan tubuhnya di sofa kamar Maliq.


" Dari tadi Mamah mengetuk pintu kamarmu, tapi kau tidak mendengarkannya.Ternyata kau lagi melamun " Ucap Mamah lirih.


" Sampai kapan kau begini, Nak..?? Jangan hukum dirimu seperti ini.Semakin kau larut dalam penyesalanmu semakin dalam juga kau akan tenggelam dalam rasa sesalmu itu.Dan itu tidak akan berakhir sampai kapanpun " Imbuh Mamah seraya menatap sendu ke arah anak lelakinya.


Maliq tertunduk tajam sambil membuang nafasnya yang terasa sesak.


" Pulanglah ke rumah Mamah, Nak !! kalau kau merasa tersiksa pulang ke rumahmu.Toh Ayin sudah ikut dengan suami barunya dan dia sangat jarang mengunjungi Mamah " Ujar Mamah lembut.


" Aku belum ingin bertemu mereka Mah..!! jangan sampai aku khilaf kalau ketemu mereka di rumah Mamah " Ucap Maliq dingin.Maksud kata mereka itu adalah Ayin dan Kak Dewi.


" Hfff...!! sampai kapan kau membenci mereka nak ?? mereka sudah mendapat ganjaran mereka masing masing.Kak Dewi dimadu oleh suaminya dan Ayin kehilangan anak sulungnya " Tutur Mamah dengan nada sendu.


Yah...Sejak peristiwa terbongkarnya kelicikan Kak Dewi, Sandra di usir oleh Maliq dan terpaksa dinikahi oleh Tofan suami Kak Dewi.Kak Dewi tidak mau diceraikan oleh Tofan dan terpaksa menerima Sandra sebagai madunya.


Sejak menikah dengan Sandra, Tofan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah Sandra, karena menurut Tofan, Sandra masih sangat muda dan sangat menarik dibanding Kak Dewi.Dalam diamnya, Kak Dewi hanya bisa menelan sakit hati dan kekecewaannya tanpa bisa berbuat apa apa.Dia takut diceraikan oleh suaminya, karena dia sangat bergantung pada suaminya itu.


Sedangkan Ayin, terpaksa menerima kenyataan pahit.Dia harus kehilangan anak sulungnya yang beranjak remaja.Anaknya meninggal karena kecelakaan saat mengendarai motor.

__ADS_1


" Sampai aku menemukan dan mendapat maaf dari Syifa !! " Tegas Maliq dengan nada datar.


Mamah tersentak mendengar jawaban Maliq lalu menundukan kepalanya dengan lesu.


" Mah..!! aku merasa Zian itu adalah anakku " Ucap Maliq tiba tiba setelah beberapa saat hening.Kakinya melangkah mendekati Mamah dan menghempaskan tubuhnya di sisi wanita paruh baya itu.


" Zian ?? " Beo Mamah sambil menatap wajah tampan milik anaknya.


" Aqlan Sharga Ziandru !! nama anak yang di Hafidz Qur'an tadi. " Ujar Maliq sambil tersenyum kecil.Matanya menatap kosong ke depan.


" Aku pernah mendengar nama itu diucapkan oleh Syifa saat kami sedang mencari nama untuk calon anak kami.Waktu itu kandungan Syifa baru berusia lima bulan " Tutur Maliq dengan mata berbinar penuh kerinduan.


" Tapi dia punya Bunda, Nak !! dan Bundanya itu bukan Syifa !! " Ujar Mamah dengan nada putus asa.


Maliq melirik ke arah Mamah. " Pasti Mamah tidak nonton sampe selesai penampilan bocah itu "


" Iya !! Mamah lansung ke sini saat selesai menelponmu tadi "


" Anak itu mengaku tidak punya ayah.Katanya dia hanya punya Bunda dan Umi.Dan kata hatiku mengatakan, kalau Uminya itu adalah Syifa.Umi adalah panggilan yang diinginkan Syifa untuknya dari anaknya " Maliq menuturkan dengan wajah sumringah.Ada setitik harapan terpatri di wajah tampannya.


Mamah terperangah dan menatap Maliq dengan intens. " Apa mungkin itu, Nak ?? kalau memang kenapa bukan Syifa yang mendampingi anaknya?? kenapa orang lain ?? "


" Entahlah, Mah... !! tapi hatiku sangat yakin,bocah tampan itu adalah anakku.Aku akan mencari data anak itu di internet.Aku akan mencari alamatnya di mana dan aku akan mendatangi alamatnya untuk mastikannya " Ucap Maliq sangat antusias.


🌷🌷🌷


Assalamualaikum...maaf jarang up date soalnya lagi sibuk ngurusin pengobatan bungsuku. 🙏🙏


Bagaimana nih...mau dipertemukan nggak Maliq sama Syifa atau gimana ??

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan komennya yaa setelah membaca ✌✌


Like n votenya juga jangan kelupaan dong !! 🤗🤗


__ADS_2