
Enam Tahun Kemudian...
" Bunda...!! Zian mau setor hapalan sebentar sama ustadzah Alika..!! Zian harus kejar target, Insyaa Allah tepat ulang tahun Zian yang ke tujuh, Zian bisa hapal 30 juz " Ujar seorang bocah tampan.Matanya bulat memiliki tatapan bak elang.Alis tebal serta bulu mata yang lentik.
Wajah yang memiliki garis tegas itu menatap wanita berumur 35 tahun di depannya.
" Masyaa Allah..anak bunda kejar target rupanya..hmm ?? "
" Bagaimana dengan tawaran ustadzah kemarin ?? Zian mau ?? " Tanya wanita yang dipanggil bunda oleh bocah itu.
" Mmm..tapi kalau Zian pergi, siapa yang jagain Umi ?? Kasihan Umi, bund !!bukankah kalau Zian pergi, nanti bunda sama Zian.Siapa yang bersama Umi di sini ?! " Bocah tampan itu nampak sedang berfikir. Raut wajahnya penuh dilema.Wajah menggemaskan nampak terlihat dari mimik seriusnya.
" He..he...Umi kan sudah besar.Umi bisa jaga diri sendiri.Insyaa Allah kalau Zian lolos seleksi, Zian bakal bikin Umi jadi bangga " Tukas wanita dewasa itu mencoba membujuk bocah tampan itu.Dicubitnya dengan gemas pipi putih mulus sedikit berwarna kemerah merahan.
" Umi akan sangat senang kalau Zidan ikut lomba Hafidz Qur'an.Hal ini sudah menjadi impian Umi sejak lama " Imbuhnya dengan suara lembut penuh kasih sayang.
" Tapi ..kalau Zian lolos terus ke babak selanjutnya sampai final, artinya Zian bakalan lama tidak ketemu Umi !! " Suara lirih dari bocah itu terdengar meragu.
" Anak Umi adalah anak laki laki.Artinya Zian harus berani mengeksplor diri, berani keluar dari zona nyaman untuk masa depan.Untuk masalah Umi, Umi siap pisah sama Zian untuk sementara...Umi ingin anak Umi jadi laki laki yang tangguh tanpa ada bayang bayang Umi di belakang Zian " Tutur wanita berumur 28 tahun tiba tiba muncul dari ruang tengah.
" Umi..?! eeh...Umi sudah ada di rumah ?? " Gumam bocah laki laki itu seraya mengambil tangan Uminya lalu menciumnya dengan takzim.
" Assalamualaikum Umi !! Zian tidak tahu kalau Umi sudah pulang " Ujarnya lirih.
" Waalaikum salam Warrahmatullahi Wabarakatuh..!! Iya Umi ada urusan sebentar di sekolah anak suku pedalaman, jadi Umi cepat pulang.Insyaa Allah jam empat Umi mau ke sekolah " Tutur Umi Zian seraya mengecup pucuk kepala putranya dengan lembut.
Wanita berkhimar panjang itu duduk dan meraih tangan Zian dengan lembut. " Zian tidak boleh ragu jika ingin meraih cita cita.Umi tahu, dari dulu cita cita Zian itu ingin jadi Hafidz Qur'an.Umi aminkan itu, sayang..!! jangan karena adanya Umi, Zian harus menunda cita cita mulia Zian ".
__ADS_1
" Insyaa Allah kalau ada waktu, Umi akan datang jenguk Zian di Jakarta nanti.Libur semestar mahasiswa Umi tinggal sebulan lagi.Insyaa Allah Umi akan menyusul Zian di sana " Ujar wanita itu dengan nada sangat lembut.
" Benaran Umi ?? " Tukas bocah itu dengan antusias. Wajahnya seketika menjadi sumringah.
" Insyaa Allah...!! "
" Horee..!! Zian mau ikut, bunda..!! " pekik bocah itu seraya menatap wanita yang dipanggilnya bunda.
" Aqlan Sharga Ziandru anak Umi !! Sekarang ganti baju trus cuci kaki sama cuci tangan dan langsung makan..sebentar lagi sholat dzuhur !! " Titah Umi Zian tiba tiba dengan lembut tapi penuh ketegasan.
" Iya Umi !! maaf Zian asyik ngomong sama bunda tadi jadi lupa ganti baju " Ucap Zian seraya menunduk dengan mimik rasa bersalah.
" Jangan diulangi lagi ya nak..!! jadi anak itu harus disiplin.Pulang sekolah harus segera ganti baju, cuci tangan dan cuci kaki.Biar kotoran yang menempel di badan Zian tidak bersarang lebih lama di badan Zian ".
" Iya Umi , Bunda !! Zian permisi ke dalam dulu !! "
" Siap bundaa..!! "
" Syifa...!! kamu benaran mau nyusul ke Jakarta nanti ?? " Tanya Bunda Zian setelah Zian masuk ke dalam.
" Insyaa Allah, kak..!! libur semesternya mahasiswaku kan tinggal sebulan lagi.Insyaa Allah aku sempatkan waktu menjenguk Zian " Jawab Syifa seraya menatap wanita di depannya.
Bunda Zian adalah wanita yang ditemukan Syifa enam tahun lalu.Waktu itu Syifa hendak membeli keperluan bayinya di swalayan dekat tempat tinggal mereka.
Waktu pertama datang di kota ini, Syifa tinggal di perumahan dosen yang disiapkan oleh pihak kampus.
Syifa datang hanya dengan berbekal tabungan bonus dari menulis novel online.Semua uang nafkah yang diberikan rutin setiap bulan oleh Maliq, dia kembalikan. Dia mengembalikan kartu debet tabungan itu pada Maliq.
__ADS_1
Dengan tabungan yang tidak seberapa itu, dia harus berhemat.Dia memilih tinggal di perumahan dosen, selain gratis suasananya juga sangat nyaman.
Sebelum masuk ke dalam swalayan, Syifa melihat seorang wanita duduk dengan lemas di emper swalyan.Syifa mendekati wanita berpenampilan kumal.Dia menyodorkan sebotol air mineral pada wanita yang terlihat sangat lesu itu.Wajahnya pucat dengan bibir mengering seperti sudah lama tidak tersentuh air.
" Assalamualaikum, mba...!! kenapa mba duduk di situ ?? " sapa Syifa dengan nada prihatin melihat wanita itu duduk di lantai kotor seraya menyandarkan punggungnya ke tiang swalayan.
" Lapar...!! saya sangat lapar, mba..!! " Rengek wanita itu dengan suara lemah.
" Sudah tiga hari saya belum makan !! " Imbuhnya lagi.
" Astagfirullah...mba tunggu di sini ya...saya beli roti dulu ke dalam " Syifa terkejut mendengar rengekan wanita itu dan seketika dia masuk ke dalam swalayan untuk membeli roti.
" Mba makan dulu rotinya untuk ganjal perut.Nanti ikut ke rumah saya, di rumah saya ada makanan yang bisa di makan.Rumah saya dekat dari sini, hanya lima menit jalan kaki " Ujar Syifa sambil memperhatikan wanita berjilbab lusuh itu yang makan dengan buru buru karena lapar.
" Fatimah...!! nama saya Fatimah " Wanita itu mendongak ke arah Syifa lalu menggesek gesekkan telapak tangannya di gamis lusuhnya untuk membersihkannya.Di ulurkan tangannya sambil menyebut namanya.
Wanita itu telah menghabiskan rotinya lalu memperkenalkan dirinya pada Syifa.
" Panggil saya Syifa..kak !! sepertinya kakak lebih tua dari saya.Jadi saya panggil kakak saja yaa !! " Ucap Syifa lembut.
" Astagfirullah..jadi hanya karena kandungan kakak diangkat dan tidak memiliki anak, suami kakak tega mengusir dan menceraikan kakak ?! " Ujar Syifa geram setelah mendengar cerita Fatimah.Saat ini mereka sudah berada di rumah tempat tinggal Syifa.
Fatimah adalah yatim piatu ketika menikah dengan suaminya.Dia tidak mempunyai kerabat selain suaminya itu.Itulah ketika suaminya menceraikannya, dia hanya sebatang kara.
Syifa memutuskan mengajak Fatimah untuk ke rumah tempat tinggalnya.Hati kecilnya mengatakan bahwa Fatimah adalah orang baik.Dia lebih percaya hati kecilnya tidak ada sedikitpun keraguan di hatinya tentang Fatimah.Dia berprinsip, selama kita tidak pernah berniat buruk pada orang lain, Allah pasti akan menjaga kita dari orang orang yang berniat buruk.Andai ada yang berniat buruk pada kita, itu artinya kita sedang diuji oleh Allah.
Itulah awal Syifa bertemu dengan Fatimah.Fatimah tinggal bersama Syifa, dia membantu mengasuh Zian ketika Syifa ke kampus atau ada keperluan yang mengharuskan meninggalkan Zian kecil.
__ADS_1
Fatimah sangat menyayangi Zian dengan tulus.Dia mengasuh Zian dengan kesungguhan hati.Semua tumbuh kembang Zian dia perhatikan.Dia sering menggantikan Syifa mengajarkan Zian membaca, berhitung dan mengaji.Dia sangat bersyukur bertemu dengan Syifa yang membantunya dengan tulus.