
Bismillah....
❣❣ Marhaban Yaa Ramadhan ❣❣
Author mengucapkan " Selamat Menunaikan Ibadah Puasa " Bagi readerku yang beragama Islam.Semoga Ibadah kita berbuah berkah dan pahala yang berlimpah dari Allah Subuhana Wa Ta'alaa... Aamiin...Aamiin Ya Rabal Alamin 🤲🤲
🌷🌷🌷
" Assalamualaikum !! " Terdengar suara orang memgucapkan salam dari pintu depan.
" Deg..!! " Jantung Nurul berpacu dengan kencang. Badannya seketika menjadi kaku mendengar suara yang cukup familiar di telinganya itu.
Saat ini Syifa dan keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati secangkir teh dan cemilan di pagi hari.
" Ada tamu kayanya,Mah..!! " Ujar Papah sambil melirik ke arah Mamah.
" Hmm..biar adek liat dulu " Ucap Syifa lalu bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan ke arah pintu ruang tamu.
" Waalaikum salam..!! ooh...Abinya Zahrah.Mari masuk,Kak !! " ujar Syifa sambil menarik pintu lebar lebar yang sebelumnya memang sudah terbuka setengah.
Irman terpaku di tempat melihat keberadaan Syifa yang sekian lama tidak bertemu.Jujur ada desir rasa rindu yang kembali menggema di sudut terdalam di dalam hatinya.Rasa itu, adalah rasa yang sama ketika pertama bertemu Syifa. Dulu sebisa mungkin dia mengubur rasa itu dengan menikahi Nurul,kakak dari pemilik hatinya.
" Dia semakin cantik saja dan semakin dewasa.Kenapa dadaku semakin tidak karuan.Astaga..gila !! ternyata rasa itu masih ada " Geram Irman dalam hati.
" Syifa !! " Desis Irman dengan tatapan yang tak bisa Syifa artikan.
Syifa mengernyitkan keningnya." Mari masuk,Kak.. !! Kak Nurul sama Zahrah ada di dalam !! " Ucap Syifa lagi berhasil menyentak lamunan Irman.
" Eeh..aahh...Syifa kapan datang ?? " Irman gelagapan dengan wajah yang seketika memerah.Dia malu tidak bisa menyembunyikan rasa rindunya pada Syifa.
__ADS_1
" Kemarin sore,Kak..." Jawab Syifa dengan mimik penuh tanda tanya melihat gelagat Irman.
Syifa menepikan badannya memberikan jalan pada Irman untuk leluasa masuk ke dalam rumah.
Irman masuk melewati Syifa dengan sedikit menundukan wajahnya.
" Aneh..!! kenapa dengan Abinya Zahrah ?! " Gumam Syifa sambil mendorong daun pintu untuk menutupnya kembali.
" Assalamualaikum !! " Irman kembali mengucapkan salam ketika tiba di ruang keluarga.
" Waalaikum salam !! " Jawab orang yang ada di situ serentak,terkecuali Nurul yang seketika menundukan wajahnya.
" Abii...!! Ara rindu !! " Pekik Zahrah sambil berlari ke arah Abinya.
Irman membungkuk menyambut tubuh gembul anaknya lalu menggendongnya dan menghujaninya dengan kecupan di seluruh wajah putri semata wayangnya itu.
" He..he..maafkan Abi,sayang !! Abi masih banyak urusan " Ucap Irman sambil melirik sekilas ke arah Nurul.
" Ayo duduk Nak Irman !! Ara..biar Abi duduk dulu,Nak !! " Papah tiba tiba menyela percakapan Ara dan Abinya itu.
" Iya,Pah..!! " Seru Irman sambil berjalan ke arah Papah dan Mamah mencium punggung tangan kedua mertuanya dengan hormat.
" Kak Maliq,kapan datang ?? " Ujar Irman basa basi sambil menjabat tangan Maliq.
" kemarin sore " Jawab Maliq berdiri menyambut tangan Irman.
Irman menghempaskan tubuhnya di samping tempat duduk Nurul yang masih ada ruang kosong.
Nurul bergeming.Tak sedikitpun dia berniat untuk menyapa suaminya.Wajahnya datar dengan tatapan dingin.Seketika suasana di ruangan itu menjadi canggung.
__ADS_1
Syifa yang sudah duduk kembali di samping Mamahnya kembali mengernyitkan keningnya." Ada apa dengan Kak Nurul.Kenapa dia tidak menyapa Abinya Zahrah ??" Batin Syifa.
Syifa melirik Mamahnya sekilas dengan wajah penuh dengan pertanyaan.
Mamah menggeleng pelan ke arah Syifa,seakan dia mengerti dengan tatapan Syifa.
Mamah memang belum menceritakan apa apa pada Syifa tentang rumah tangga Nurul.Dia ingin biar Nurul sendiri yang akan menceritakannya.Dia merasa tidak punya hak untuk bercerita pada Syifa.
" Nurul buatkan minum buat Abinya Zahrah,Nak !! " Ucap Mamah dengan lembut pada Nurul.
Nurul bangkit dari tempatnya tanpa menanggapi perintah Mamahnya lalu berjalan menuju dapur.
" Nak..Irman naik mobil ke sini ?? " Tanya Papah memecah suasana sunyi sesaat tadi.
" Naik pesawat Pah..?? Jawab Irman sambil mengusap kepala anaknya yang bersandar di dadanya.
" Loh..bukannya hari ini tidak ada jadwal pesawat yaa ??" Timpal Papah.
" Aah..it..itu..saya sampai kemarin,tapi saya mampir ke rumah tante saya dulu soalnya ada urusan keluarga yang harus segera di selesaikan " Ujar Irman gugup.Dia tidak ingin mertuanya tau apa yang disembunyikannya.
" Ooh... !! " Ucap Papah sambil manggut manggut.
" Mm..pantas dia tidak bawa koper pakaian.Aku mau liat,apa maksud kedatangannya kemari.Apakah dia datang menjemput anakku atau dia tetap meminta ijin untuk menikah lagi " Batin Papah sambil menatap tajam ke arah Irman.
Seketika Irman menundukan kepalanya.Dia merasa sedang dikuliti dengan tatapan tajam mertuanya itu.
Suasana kembali sepi dengan aura dingin dan terasa sesak buat Irman.
" Hhfft...apa mertuaku sudah tau bahwa aku sudah menikah lagi ?? kenapa aku jadi merasa gugup begini " Batin Irman gelisah.
__ADS_1