Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
168


__ADS_3

Maliq tercenung di depan kamar Syifa.Sesaat kemudian dia meraih handle pintu.


" Ceklek " Perlahan Maliq mendorong daun pintu dan aroma feminim milik Syifa menguar dari dalam kamar menyapa penciuman Maliq.


" Sungguh aku merindukanmu,dek !! kapan kita dapat bersatu ??tidak bisakah kau memberiku kesempatan lagi ??" Desah Maliq sendu.


Maliq menyapu setiap sudut kamar dengan pandangannya.Tampak olehnya ranjang king size tempat tidur Syifa selama ini.


" Ternyata Willy memberikan fasilitas mewah untuk istriku,sedangkan aku yang sejatinya sebagai suami Syifa tidak punya kontribusi apa apa untuknya " Maliq merasa malu diri melihat fasilitas yang diberikan oleh sahabatnya untuk istrinya.


" Dia gadis yang baik.Sudah sepantasnya dikelilingi oleh orang orang yang baik ".


Perlahan langkah Maliq menuntunnya menuju balkon.


Maliq berdiri di balkon kamar sambil menghirup dalam dalam udara sore. Direntangkannya kedua lengannya seolah ingin melepaskan bebannya yang menghimpit dada.Sesaat matanya terpejam untuk menikmati angin sepoi sepoi yang membelainya lembut.


Maliq tersentak ketika tiba tiba sepasang tangan lembut memeluknya dari belakang.Pemilik tangan itu menyandarkan tubuhnya di punggung Maliq dengan posesiv.


Tanpa membalikan badannya,Maliq sudah bisa menebak siapa pemilik lengan itu.Dia mengenali aroma itu,aroma yang sangat familiar dipenciumannya.


Maliq menurunkan lengannya dan membuka matanya.


" Dek..kenapa baru pulang ?? aku tak mendengarmu masuk.Maaf aku masuk di kamarmu tanpa seijinmu " Ujar Maliq ingin membalikan badannya.


" Biarkan seperti ini dulu,Kak.. Jangan balikan badanmu !!!.Aku hanya ingin memelukmu sesaat saja " Lirih Syifa hampir tak terdengar.


" Apa kamu sudah memaafkanku,dek ?? " Tanya Maliq antusias.


Syifa tak menjawab tapi semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Maliq.


" Dek..aku bertanya loh !! tolong jawab,dek !!"


" Jangan bertanya tentang rasaku,Kak !!!.Karena saat ini aku belum bisa menjawabnya " Ujar Syifa lalu perlahan mengendurkan pelukannya dan melangkah pergi meninggalkan Maliq.


Maliq tersentak saat menyadari ternyata Syifa sudah tidak ada di belakangnya.


Maliq membalikan badannya dan berusaha mengejar Syifa yang sudah menghilang di balik pintu.


" Syifaa !!! Dek !!! di mana kamu !! " teriak Maliq mencari Syifa.


Maliq menelisik setiap sudut rumah mencari keberadaan Syifa.


" Syifaaaa !!! jangan sembunyi,aku minta maaf.Aku janji tidak akan memaksamu lagi untuk memaafkanku.Aku akan bersabar menunggu maafmu !!!"


" Syifaaa !! please jangan pergi lagi !! " Maliq makin frustasi.


Maliq sudah menyusuri semua ruang dalam apartemen,tapi dia tidak melihat keberadaan Syifa.




Di depan pintu apartemen.Qenan terus menekan bel tapi tak kunjung dibuka oleh Maliq.



" Kemana sih kakak Syifa !! kenapa aku b\*d\*o\* sekali tidak memeriksa ponsel Syifa mencari nomor kakaknya " gerutu Qenan frustasi.



Sekali lagi Qenan menekan bel apartemen.



" Hai..bro !! ngapain " sapa suara bariton dari belakang Qenan.

__ADS_1



sontak Qenan terkejut dan membalikan badannya.



" *Syukur ada sepupu Syifa* " Batin Qenan lega.



" Eh...maaf dari tadi aku menekan bel tapi tidak kunjung dibuka sama penghuninya " Tutur Qenan.



" Ohh..mungkin Syifa lagi keluar bersama..."



" Tidak...Sss Syifa ada ada di.." Qenan memotong ucapan Willy tergagap.



Willy mengernyitkan keningnya melihat wajah panik Qenan.



" Syifa kenapa ?? " Bukan Willy yang bertanya tapi Gladis.



Qenan melirik sekilas ke arah Gladis. " Ssyifa kecelakaan !!! "



" Aappaa ??" pekik Willy dan Gladis serentak.




" Dia di rumah sakit sekarang.Dan dokter butuh tanda tangan keluarganya untuk melakukan oprasi.Makanya aku datang menjemput kakaknya " tutur Qenan.



" Kakaknya ???!!!" Beo Gladis dan Willy lagi lagi serentak.



Qenan mengangguk.



Willy dan Gladis saling berpandangan lalu menggedikan bahunya.



" Astagaa...kenapa kita hanya berdiri di sini.Sayang,buka saja pintunya !!! .Mungkin Kak Maliq ketiduran di dalam " Pekik Gladis tiba tiba sambil terisak.Dia panik mendengar Syifa kecelakaan.



" Oh iya..." Ujar Willy buru buru membuka pintu apartemen.Lalu mereka bertiga beriringan masuk ke dalam.



" Syifaaa...!! " racau suara dari arah sofa.

__ADS_1



Willy,Gladis dan Qenan melihat Maliq tidur di atas sofa sambil meracau memanggil nama Syifa.



" Kenapa dia tidur bersimbah keringat saat cuaca dingin seperti ini " Gumam Willy sambil menatap Maliq dengan intens.



" Maliq...Maliq ..Maliq...!! Seru Willy sambil menepuk nepuk pipi Maliq untuk membangunkannya.



" Maliq...heii sadar...!!" pekik Willy melihat Maliq tak bereaksi.



" Syifaaa...!!! teriak Maliq lalu bangkit dan duduk dengan peluh masih membanjiri wajahnya.



" Heii..bro...sadar bro !!!"



Maliq mengusap wajahnya.



" Ternyata aku bermimpi " gumam Maliq lalu menatap satu satu orang di depannya yang sedang balik menatap ke arahnya.



Gladis beranjak ke dapur mengambil segelas air untuk Maliq walau masih menahan tangisnya.



" Minum dulu Kak !! Ujar Gladis sambil mengangsur gelas air di depan Maliq.



Maliq meraih gelas air lalu meneguknya sampai tandas.



" Hffft...kenapa aku bisa ketiduran " Desah Maliq pada dirinya.



Maliq menatap heran wajah gelisah ketiga orang di depannya.



" Ada apa ??? "



" Liq...Syifa... "



" Huaaa...Kak Maliq. cepat kita ke rumah sakit...Syifa kecelakaan " Pekik Gladis memotong ucapan Willy.


__ADS_1


" Apaaa ???"


__ADS_2