
"Assalamualaikum,Mah...Mamah...Aku sudah sampai Mah..!!teriak Maliq sambil masuk ke dalam rumah.
"Waalaikum salam Warrahmatullahi Wabarakatuh..Maliq!!,kamu sudah sampai Nak..."pekik perempuan paruh baya yang keluar dari dalam kamar.
"Masyaa Allah...ada menantu Mamah juga"...Ujarnya lagi sambil memeluk Syifa dengan hangat.
Maliq meraih tangan Mamahnya lalu mencium takzim punggung tangannya,di ikuti oleh Syifa.
Mamah Syifa terharu di ciumnya pipi kiri dan kanan Syifa.
"Ayo duduk ,Nak...Maaf Mamah nggak sempat menyambut kedatangan kalian Nak...soalnya Maliq nggak ngasih kabar bahwa kalian akan datang hari ini"Ujar Mamah Maliq sambil mengusap lembut punggung Syifa.
"Nggak apa apa Mah,toh kita sudah sampai dengan selamat juga."Pungkas Syifa sambil tersenyum lembut.
"Masyaa Allah...kamu cantik sekali Nak...Maliq memang tidak salah pilih ..hmm"seru Mamah Maliq sambil mengusap pipi Syifa.
Syifa merona sambil tertunduk.
"Kamu pasti capek yaa Nak,Maliq...bawa istrimu ke kamar".Seru Mamah pada Maliq.
"Kamu istrahat dulu yaa sayang,Mamah mau ke balakang dulu".
Maliq berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai dua sambil menarik kopernya.Syifa mengekor dari belakang.Syifa merasa sangat canggung.
Dari lantai dua sepasang mata sedang memandang ke arah Syifa dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Hhmmm...rupanya gadis kampung itu sudah sampai.Kita lihat nanti apa kamu betah tinggal di sini.??
"Ayin..ngapain kamu berdiri di situ Nak...itu Kakak kamu sudah sampai bersama istrinya"pekik Mamah Maliq antusias sambil mendongakan kepalanya ke arah lantai dua.
"Ckkk...ngapain juga Mamah antusias banget menyambut itu gadis kampung,nanti dia besar kepala lagi"Kesal Ayin sambil menghentakkan kakinya masuk ke dalam kamar.Dia tidak memperdulikan seruan dari Mamahnya.Ternyata yang sedang memperhatikan Syifa dari lantai dua adalah Ayin adik perempuan Maliq.
"Astagfirullah ...itu anak.Gumam Mamah Maliq sambil mengelus dadanya.Dia terkejut dengan sikap Ayin.
"Siti...tolong buatkan teh untuk Maliq dan istrinya,lalu antar ke kamarnya ya..!!"perintah Mamah Maliq pada pembantu di rumahnya.
"Iya..bu".sahut Siti sambil mengangguk.
Di dalam kamar...
"Syifa,nanti pakainmu kamu atur di dalam lemari itu,Aku mau mandi dulu"Ujar Maliq sambil menunjuk lemari pakaian berwarna coklat.
Syifa menyiapkan pakaian untuk Maliq,di bukanya lemari pakaian Maliq.Diambilnya kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna navy.
Kemudian Syifa berjalan ke arah balkon kamar Maliq.Dia berdiri dari atas balkon sambil melihat sekitar.
"Hhfff...gini amat rasanya tiba di lingkungan baru,semoga Aku bisa menyesuaikan dengan suasana di sini"Gumam Syifa sambil membuang nafasnya kasar.
"Tok...tok...tok..."Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
Syifa beranjak membukakan pintu.
__ADS_1
"Ceklek"Syifa membuka pintu dan dia melihat ada perempuan berumur 30an berdiri di depan pintu sedang membawa napan.
"Eeh...non,saya Siti.Saya disuruh sama Nyonya untuk mengantarkan teh sama cemilannya".
"Oo...iya,silahkan masuk"seru Syifa sambil tersenyum ramah pada Siti.
"Masyaa Allah Nona sangat cantik..."Ujar Siti sambil menatap Syifa penuh kekagumam.
"Ahh...Bu Siti ada ada saja..terlalu berlebihan".Sahut Syifa lembut sambil tersenyum pada Siti.
"Jangan panggil Nona,panggil saja Syifa..Nama saya Syifa"Ujar Syifa sambil menyodorkan tangannya pada Siti.
"Ee...saya Siti Non"Ujar Siti mengulang menyebut namanya kembali salah tingkah.
"Kan saya bilang jangan panggil Nona,tapi Syifa.Ucap Syifa sambil cemberut.
"Jangan,nanti Den Maliq marah Non...gumam Siti sambil tertunduk.
"Tidak ada yang marah,yang ada Aku jadi risih".
"Tapi Non.."
"Yah..sudah,mana nyamannya Bu Siti aja".debat Syifa pada Siti.
"Saya permisi Non".Pamit Siti pada Syifa.
__ADS_1
"Hmmm...terima kasih Bu Siti".Ujar Syifa sambil menutup pintu kembali.