Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
134


__ADS_3

Maliq menjatuhkan tubuhnya dan duduk bersandar di pintu kamar Syifa.


" Syifa....aku tau,kesalahanku bukanlah sesuatu yang mudah untuk dimaafkan.Tapi aku mohon padamu,beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku " Lirih suara Maliq menghiba.


Syifa tak bergeming.Suasana hening,hanya suara tarikan napas mereka berdua yang terdengar.


Setelah satu jam kemudian.


Maliq masih setia menunggu di depan pintu kamar Syifa.


Syifa yang merasa haus,ingin mengambil minum di dapur.


" Ceklek " Syifa membuka pintu kamarnya dengan perlahan.


" Kak Maliq..!! " Syifa terkejut,ternyata Maliq masih setia menunggu di depan pintu.Maliq segera berdiri dan menahan daun pintu yang akan ditutup kembali oleh Syifa.


" Syifa...aku mohon Syifa !!!" Maliq memohon dan berusaha masuk ke dalam kamar Syifa.Terjadi saling dorong pintu.Kekuatan Syifa yang tidak sebanding dengan kekuatan Maliq,terpaksa harus mengalah dan membiarkan Maliq menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Maliq berhasil masuk ke dalam kamar dan menutup pintu lalu mencabut anak kunci.


Syifa melotot ke arah Maliq." Ken napa dicabut ??" Tanya Syifa gagap.


Maliq tidak memeperdulikan pertanyaan Syifa.Anak kunci dimasukannya ke dalam kantung celananya lalu di tatapnya Syifa yang berdiri mematung.


" Syifa...Aku mencintaimu !!" Ucap Maliq dengan tatapan menghiba.


Syifa mundur kebelakang membuat jarak dengan Maliq." Maaf...Kak, ak aku sudah menjawabnya tadi.Dan aku rasa jawabanku sudah sangat jelas" Ujar Syifa datar dengan suara bergetar.Dia gugup mendengar pernyataan cinta dari Maliq.


Maliq melangkah maju mendekati Syifa yang terus mundur ke belakang, sampai tubuh Syifa jatuh terduduk di tepi ranjang.


Maliq menjatuhkan tubuhnya di depan Syifa dengan kedua lututnya bertumpu di lantai.Diraihnya kedua tangan Syifa.


"Syifa,aku tau luka hatimu tidak akan sembuh dengan mudah dan bahkan mungkin tidak pernah akan sembuh dengan sempurnah.Tapi,aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua itu.Aku menyesal Syifa !! ".


Syifa diam tak bergeming.Dibuangnya pandangan menghindari tatapan Maliq.


" Sudahlah Kak...jangan rendahkan harga diri Kakak untuk memohon padaku.Kalau memang sudah dari awal Kakak tidak bisa mencintaiku,jangan paksakan perasaan itu " Ujar Syifa lirih.

__ADS_1


" Tidak Syifa..aku sudah menyadarinya sekarang ternyata aku sudah mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.Tapi aku tidak menyadari itu.Aku terlalu terobsesi untuk memiliki Linda hingga aku tidak bisa melihat bagaimana perasaanku yang sesungguhnya " Ujar Maliq dengan nada yang masih menghiba.


" Hfff...aku tidak tau Kak...perasaanku juga tidak bisa aku artikan.Aku belum pernah jatuh cinta." Keluh Syifa sambil menghela napasnya berat.


" Ini sudah larut Kak..baiknya Kakak istrahat.Kita butuh ketenangan untuk bisa mengambil keputusan,agar kedepannya nanti hidup kita tidak dipenuhi penyesalan." Imbuh Syifa sambil berdiri menuju kamar mandi.Seperti kebiasaannya,dia akan berwudhu sebelum tidur.


Maliq berdiri dan duduk di tepi ranjang Syifa.Dia mencoba merenungi kata kata Syifa.


" Aku harus bisa merebut hatimu kembali.Penyesalan terdalamku adalah ketika kau akan pergi meninggalkanku " Gumam Maliq sambil menatap ke arah kamar mandi.


Bunyi pintu dibuka,seiring keluarnya tubuh Syifa.


" Kak Maliq masih di sini ??" Tanya Syifa sambil mengernyitkan keningnya.


Maliq tersenyum dan mengangguk pelan.


" Aku akan tidur di sini " Jawab Maliq santai tanpa beban.


" Haaa...tap tapi ini kan...!! " Tiba tiba Syifa menjadi gelisah.


Maliq berdiri menuju kamar mandi sambil tersenyum usil ke arah Syifa.


" Ahhh....kita ???" Pekik Syifa.


Maliq terkekeh lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Syifa bergegas mengganti bajunya dengan piyama tidur.Sebelum Maliq keluar dari kamar mandi.


" Trus ini gimana.Bagaimana kalau dia benar benar mau tidur di kamarku.Mana kunci kamar ada padanya lagi, issh...!!!" Gerutu Syifa sambil mondar mandir gelisah.


" Ceklek " Maliq keluar dari kamar mandi.


" Ayo tidur !! Ujar Maliq lalu membaringkan tubuhnya di ranjang Syifa.


" Eh.." Syifa melongo.


" Kak Maliq tidur di kamar Kak Maliq.Tidak bisa di sini !! " Pekik Syifa panik.

__ADS_1


" Kenapa tidak bisa...kita kan suami istri,apa yang salah di sini ??" Ucap Maliq sarkas.


" Mmm...it itu..kalau begitu aku tidur di kamar tamu saja,mana kunci kamarnya " Ujar Syifa sambil menyodorkan tangannya meminta kunci kamar.


Sontak Maliq bangun." Tidur di sini !!!! " Titah Maliq sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


Syifa menggeleng keras.Maliq berdiri dan menarik tubuh Syifa dengan lembut.


" Aku tidak akan berbuat macam macam.Aku hanya ingin memulainya dari awal " Bisik Maliq lembut di telinga Syifa.


Tubuh Syifa meremang ketika hembusan napas Maliq menyapu telinganya.


" Ayo, sayang..dosa loh membantah suami.Aku janji nggak ngapa ngapain " Imbuh Maliq,sambil menarik pelan tubuh Syifa dan membaringkannya.


Syifa yang belum pernah berdekatan dengan lawan jenis,tubuhnya seketika menjadi kaku.Otaknya mendadak tidak bekerja.Dia hanya bisa menurut ketika Maliq menariknya.


Maliq membaringkan tubuhnya di samping Syifa dan memeluknya.


Syifa tersentak ketika Maliq memeluknya.


" Kak...lepas....Syifa berusaha menghindari pelukan Maliq.


" Biarkan dulu seperti ini Syifa...aku mohon !!" Ujar Maliq lirih sambil mendekap erat tubuh Syifa.


" Haa..hhhh..tapi aku sesak Kak..." kata Syifa terengah engah.


Maliq tersentak dan mengendorkan pelukannya.


" Maaf...ayo,tidurlah.Kamu pasti capek. Titah Maliq pada Syifa dengan suara yang lemah.Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus Maliq.


" Huuff...dia sudah tidur " Gumam Syifa sambil perlahan mencoba mengurai pelukan Maliq.


" Jangan coba coba melepas pelukanku " Tiba tiba suara serak Maliq menginterupsi pergerakan Syifa.


Syifa terkejut dan terpaksa pasrah di peluk oleh Maliq.


" Isshh dasar " Gerutu Syifa sambil menatap wajah lelah Maliq yang hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya.

__ADS_1


Syifa memaksa memejamkan matanya hingga dia benar benar tertidur dengan posisi tubuh di peluk oleh Maliq.


__ADS_2