
"Ya udah buruan kita ke kampus,nanti telat lagi"Ucap Syifa pada Gladis.
"Ayo..."Gladis melangkah keluar dari dalam rumah menuju mobilnya yang terparkir di halaman.Syifa pamit pada Siti yang sedang menyiram tanaman di halaman depan.
"Bu Siti,Syifa ke kampus dulu yaa..."Pamit Syifa sambil mencium takzim tangan Siti...
"Eeh.."Siti salah tingkah,menantu majikannya mencium tangannya yang nota benenya hanya seorang pembantu.
"Jangan begini Nak...nggak enak dilihat sama temannya Nak Syifa"Lirih suara Siti.
"Memangnya kenapa Bu...Bu Siti kan lebih tua dari Syifa...Syifa harus hormat sama yang lebih tua"
"Tapi Nak Syifa majikan saya"
"Astagfirullah...tidak ada beda manusia Bu Siti,semua makhluk ciptaan Allah.Semua sama di mata Allah."Ujar Syifa sambil tersenyum lembut pada Siti.
Siti terharu dengan sikap Syifa.
"Ya udah Syifa pamit ya Bu...Assalamualaikum".
__ADS_1
"Waalaikum salam Warrahamatullahi wabrakatuh".Jawab Siti.
"Ya Allah bahagiakanlah menantu majikanku itu baik di dunia dan di akhirat. Aamiin".
"Ternyata Syifa itu anaknya sangat baik"Monolog Gladis yang melihat sikap Syifa pada pembantunya.
"Ayo Gladis..."
***
Setelah memgikuti ujian SNMPTN.Seminggu kemudian Gladis dan Syifa kembali ke kampus melihat pengumuman kelulusan.
"Syukur Alhamdulillah.."Ujar Syifa.
"Dan Syukurnya kamu juga bisa lulus beasiswa,Syifa.Kamu memang luar biasa,selamat Yaa.."Ucap Gladis.Syifa hanya mengangguk kecil sambil tersenyum bahagia.Dia sangat senang,dia bisa mendapatkan beasiswa agar tidak membebani Maliq.Selanjutnya dia akan mencoba mengikuti program akselerasi siapa tau dia beruntung dan akan cepat menyelesaikan kuliahnya.
Waktu terus berjalan.Tak terasa sudah sebulan Syifa bersama Maliq.Tak ada yang berubah.Semua masih seperti dari awal.
Mamah dengan kekecewaannya pada Maliq,Maliq dengan keegoisannya menumpahkan segala kesalahan pada Syifa,dan Ayin dengan ketidak sukaan tanpa alasannya pada Syifa.Semua masih sama.Syifa hanya bisa menyimpan beban di hatinya tanpa mengeluh.Sebenarnya dia sedang menanti janji Maliq akan membawanya berkunjung ke rumah orang tuanya.Tapi,Dia tidak berani menagih janji itu,dia melihat sikap Maliq semakin hari semakin dingin dan tidak bersahabat padanya...entah apa kesalahannya.Syifa hanya bisa menerima itu dengan ikhlas.
__ADS_1
Syifa kini sudah aktif kuliah,dan dia lulus mengikuti program akselerasi.Maliq tidak pernah sekalipun menanyakan kegiatannya.Tidak pernah bertanya naik apa dia ke kampus.Maliq semakin tidak mau tau tentang dirinya.
Hingga pada suatu hari ketika makan malam.Sepertinya Maliq sengaja hari itu pulang lebih awal dari biasanya.
"Mah...besok hari minggu,Maliq dan Syifa akan pindah ke rumah Maliq.Ucap Maliq sambil menatap ke arah Mamah.Mamah terkejut dan mendongakan kepalanya.Syifapun demikian.
"Apa sudah selesai direnovasi rumahmu??"tanya Mamah datar pada Maliq.
"Sudah Mah...sudah rampung semua,tinggal di tempati.Perabotnya sudah Aku beli semuanya".
Syifa sangat terkejut mendengar pembicaraan Maliq dan Mamahnya.
"Mengapa Kak Maliq tidak pernah membicarakan hal ini denganku??benar benar Kak Maliq tidak pernah menganggapku ada."monolog Syifa dalam hati.Tiba tiba dia kehilangan selera makannya.Hatinya sakit tak pernah dianggap oleh suaminya.
"Maaf mah,Kak Maliq.Syifa duluan ...Kata Syifa sambil berdiri dari kursi makannya,lalu berjalan ke arah kamar.
Mamah hanya diam.Ditatapnya siluet tubuh Syifa yang menjauh.Dia sangat mengerti apa yang sedang Syifa rasakan sekarang.
"Mamah mau bicara setelah selesai makan"Tegas Mamah pada Maliq.
__ADS_1
Maliq melirik sekilas ke arah Mamah lalu mengangguk pelan.