
Sepeninggal Kak Dewi,Sandra bergegas mengambil minum dan cemilan untuk disuguhkan buat tamunya Syifa.
Sandra sengaja tidak menyuruh Bu Ati,dia ingin kenalan dengan teman Syifa yang tidak sengaja ditabraknya beberapa waktu lalu di mall.
" Diminum tehnya..!! maaf saya lambat menyuguhkan " Ujar Sandra seraya melirik sekilas ke arah Fandy.
Syifa yang melihat gelagat modus dari Sandra langsung tanggap.
" Eeh ..Fandy..Fany !! ini Sandra,sepupu dari suamiku " Ucap Syifa seraya tersenyum ke arah Sandra.
" Dan Sandra..ini Fandy dan adiknya Fany,mereka teman sekampungku "
Sandra mengangguk lalu menyodorkan tangannya ke arah Fandy dan Fany untuk berkenalan yang disambut ramah oleh kedua kakak beradik itu.
" Sandra, duduk ..!! " kata Syifa sambil menepuk ruang kosong di samping tempat duduknya.
Segera Sandra mengikuti instruksi Syifa.
" Sandra..!! Fandy dan Fandy yang telah menolongku waktu aku pingsan kemarin.Dan Fandy membawaku ke rumah sakit. "
" Haa..kau pingsan ?? kenapa bisa ?? dan kau pingsan di mana ?? " Cecar Sandra terkejut mendengar ucapan Syifa.
Syifa tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Sandra dengan lembut. " Nantilah aku ceritakan.Yang penting sekarang aku sudah di rumah dalam keadaan sehat wal'afiat ".
Sandra hanya mengangguk pelan.Dia bisa tanggap ada sesuatu yang tidak perlu Syifa ceritakan di depan tamunya.
" Ayo..silahkan diminum dulu tehnya, Fany..Fandy !! " Ujar Sandra mengalihkan pembicaraan yang disambut anggukan kecil dari dua bersaudara itu.
" Mm...Syifa sepertinya kami mau pamit dulu.Soalnya aku harus kembali lagi ke kantor siang ini " Ujar Fandy tiba tiba seraya melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
Saat ini Fandy bekerja di mall tempat mereka bertemu dengan Syifa beberapa waktu lalu.Dia menjabat sebagai Manager financial di mall tersebut.
" Oo..iya Fandy.Terima kasih dan maaf sudah merepotkan kalian !! " Ucap Syifa dengan tulus.
" Aah...tidak merepotkan kok..!! malah aku senang bisa bertemu dengan teman sekampungku " Sergah Fandy seraya terkekeh pelan.
__ADS_1
Tiba tiba deru mobil berhenti di pelataran rumah Syifa terdengar.
" Sepertinya Maliq sudah datang " Gumam Sandra tapi masih di dengar oleh Syifa.
Beberapa saat kemudian. " Assalamualaikum..!! Masyaa Allah,dek..!! alhamdulillah adek sudah pulang.Maafkan Kakak,dek !! " Maliq masuk langsung memeluk Syifa dan menghujani istri kecilnya itu dengan kecupan di pipi,di jidat dan pucuk kepalanya.Dia tidak menyadari di sana ada orang lain selain Sandra.
" Kaaak...!! Ringis Syifa grogi dengan perlakuan Maliq.Dia mendorong pelan tubuh kekar Maliq yang mengungkungnya.Seketika wajahnya merah padam menahan rasa malu.
" lepas..Kak..!! " Syifa sedikit menggoyang tubuhnya agar terlepas dari pelukan Maliq.Dan hal ini ditanggapi salah oleh Maliq.
Maliq mengurai pelukannya dan membuat jarak." Adek masih marah sama Kakak ?? " Ujar Maliq sambil menatap wajah istrinya yang sudah merona menahan malu.
Syifa menunduk dan menggeleng pelan lalu menunjuk Fandy dan Fany yang dari tadi terpaku adegan di depan mereka.
Sontak Maliq membalikan badan." Eeh..ada...?? " Maliq tidak melanjutkan ucapannya.Dia merasa tidak asing dengan Fandy tapi dia lupa pernah bertemu di mana.Dia menautkan kedua keningnya seraya memindai Fandy dengan wajah penuh tanda tanya.
" Dia Fandy dan adiknya,kak..!! mereka teman sekampungku dan mereka yang mengantarku pulang " Jelas Syifa pada Maliq.
" Ooh..hai...aku Maliq, suami Syifa " Maliq menyodorkan tangannya pada Fandy dan Fany dengan tatapan datar.Entah mengapa dia merasa cemburu dengan Fandy yang tiba tiba mengantar Syifa pulang.
Fandy yang menangkap tatapan cemburu dari suami Syifa langsung pamit pulang." Syifa ..pak Maliq kami pamit dulu.Saya harus balik ke kantor lagi ".
" Aah..Iya, Fandy.Terima kasih ya..sudah merepotkan kalian " Ujar Syifa tulus sedikit kesal melihat tatapan datar yang ditujukan Maliq pada Fandy.
" Tidak apa apa Syifa.Kami merasa tidak repot kok..!! kami pamit dulu yaa.Assalamualaikum !! " Seru Fandy di ikuti oleh adiknya Fany.
Dengan tertatih,Syifa mengantar tamunya sampai di depan pintu utama dan beranjak setelah mobil yang dikendarai Fandy menghilang dari pandangannya.
Sandra yang mengerti situasi,memberikan ruang bagi Syifa dan suaminya.Dia bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Langkah kecil Syifa membawanya naik ke lantai dua tanpa menoleh sedikitpun ke arah suaminya.
" Dek..!! " Seru Maliq seraya mengejar Syifa yang sudah menjauh.
Syifa menoleh." Kita bicara di kamar Kak !! "
__ADS_1
" Dek..adek kemana kemarin ?? Kakak kembali ke mini market untuk menjemput adek,tapi adek tidak ada di sana lagi.Dan kenapa baru hari ini adek pulang, dan diantar sama laki laki itu ?? " Cecar Maliq pada Syifa dengan nada emosi menahan rasa cemburu yang menyergap dalam hatinya.Saat ini mereka sudah duduk di sofa dalam kamar mereka.
" Kakak mencari adek disetiap sudut kota.Bahkan Kakak mencari adek ke rumah Willy,tapi adek tidak ada di sana "
" Kakak mencari adek ke rumah Mamah..tapi kakak malah dimarahi Mamah.Sebenarnya adek dari mana, haa ??"
Syifa tersentak mendengar nada bicara suaminya.Dia menatap suaminya itu dengan tatapan penuh rasa kecewa.
" Kenapa dia bukannya minta maaf,malah balik memarahiku " Batin Syifa
" Jawab Syifa..!! kenapa diam ?? " Sentak Maliq makin emosi dengan diamnya Syifa.Tidak ada lagi kata ' adek ' untuk panggilannya pada Syifa.Hatinya sudah dipenuhi rasa cemburu dan membuatnya tidak bisa mengendalikan emosinya.
" Kenapa diam ?? " Ulangnya lagi.
" Kenapa kamu menolak pelukanku tadi ?? kamu malu dilihat oleh laki laki itu ?? " Ucapan Frontal Maliq berhasil mengiris sisi terdalam hati Syifa.
Syifa menggeleng pelan.Tak ada tetesan cairan bening keluar dari matanya seperti pada umumnya orang yang merasa tersakiti, hanya sorot mata yang penuh dengan kekecewaan yang tergambar di sana.
" Yang mana, yang lebih dulu kujawab Kak ?? " Tanya Syifa datar setelah beberapa saat diam.Dia sedang berusaha mengontrol emosinya.Dia tidak ingin meninggikan suaranya di depan suaminya.
" Heh..malah balik nanya ?! Oke..kakak tanya sekali lagi,kemana adek kemarin ?? " Tanya Maliq lagi dengan nada sedikit melunak tapi masih dengan tatapan tajam menghujam ke arah Syifa.
Syifa menatap Maliq dengan tatapan yang semakin dingin.
"Aku kesakitan dan akhirnya aku pingsan setelah kakak meninggalkan aku dengan sengaja karena lebih peduli dengan masa lalu kakak yang belum tuntas itu " Ungkap Syifa to the point.
" Deg..!! " Hati Maliq berdenyut perih mendengar ucapan Syifa.
" Untung ada Fandy yang menolongku.Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan anakku " Tutur Syifa datar nyaris tanpa emosi.
Maliq terkejut.Serta merta dia meraih tangan Syifa dan menggenggamnya dengan lembut. " Maafkan kakak, dek..!! Kakak tidak sengaja meninggalkan adek di sana.Kakak panik melihat Linda bersimbah darah " Ujar Maliq kembali dengan mode lembut. Hendak dikecupnya punggung tangan Syifa, tapi Syifa segera menarik tangannya lepas dari genggaman Maliq.
Syifa tersenyum manis bahkan sangat manis.Tapi Maliq melihat itu adalah ungkapan rasa kecewa yang mendalam dari Syifa.
" Biarkan aku menyelesaikan penjelasanku dulu,untuk menjawab semua pertanyaan kakak.Aku mohon jangan memotong penjelasanku " Timpal Syifa seraya menatap suaminya dalam dalam.
__ADS_1