Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
198


__ADS_3

" Assalamualikum !! " Suara yang cukup familiar di telinga Mamah,mengalihkan atensi Mamah.


" Wa alaikum...salam...!!"


" Masyaa Allah ...syifa !! kamu itu Nak..?? " Pekik mamah senang melihat kehadiran anak bungsunya.


" Mamah..!! " Syifa stengah berlari mendekati Mamah lalu memeluk Mamah dengan erat.


" Masyaa Allah...anak Mamah...hiks..hiks...!! Mamah rindu Nak..!! " Mamah terisak sambil menghujani Syifa dengan ciuman.


" Adek lebih rindu, Mah..!! " Syifa pun terisak sambil memeluk Mamahnya.


Maliq hanya bisa tersenyum melihat pertemua ibu dan anak yang sudah sekian lama tidak bertemu.


" Eeh...ada Nak Maliq.Maaf,Mamah tidak sadar Nak...!!" Seru Mamah yang menyadari kehadiran Maliq di belakang Syifa Setelah beberapa saat berpelukan melepas rindu.


" Assalamualaikum , apa kabar Mah...??!! " Maliq meraih tangan Mamah dan mencium takzim punggung tangannya.


" Waalaiku salam...baik Nak..!! Ayo duduk Nak..!! "


Maliq menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga yang sudah lebih luas dari sebelumnya.


" Kak Nurul mana Mah ?? " Tanya Syifa pada Mamah.Sebelumnya dia ketemu Zahrah tadi di depan toko kelontong Papahnya,dia berfikir kalau ada Zahrah berarti ada Nurul di rumah Mamahnya.


Mamah tertegun sejenak lalu menarik nafasnya yang terasa sesak melewati rongga dadanya.


" Kakakmu ada di dalam kamar,Nak..!! dia belum tau kamu datang " Ujar Mamah dengan suara bergetar.Tapi sebisa mungkin dia menyamarkan raut kesedihan di wajahnya.


Syifa yang mempunyai rasa yang sangat peka mengernyitkan keningnya.Ditatapnya dalam dalam wajah Mamah yang sudah menampakan kerutan halus walaupun tidak mengurangi kecantikan wajah teduh itu.

__ADS_1


" Ada apa,Mah ?? " Ucap Syifa sambil memeluk lengan Mamah dengan manja.


" Haa...ada apa kenapa ?? " sergah Mamah menyembunyikan kegelisahannya.


" Aahh..Astaghfirullah...Mamah lupa buat minum buat kalian.Ayo ajak Nak Maliq istrahat di kamar.Kamar kalian ada di lantai dua di samping kamar Nurul " Ujar Mamah mengalihkan perhatian Syifa.Dia tidak ingin menceritakan keadaan Nurul,dia mau Nurul sendiri yang akan menceritakannya pada Syifa.


" Zahrah..kenapa tidak salim ke ante.Zahrah masih ingat sama ante Syifa,kan ?? " Ucap Mamah pada Zahrah yang sedang menatap ke arahnya dan Syifa.


" Sudah,Nek...!! Ara sudah salim sama ante Syifa dan Om Maliq tadi di depan.Kan Ara datang cari Nenek tadi mau bilang sama Nenek kalau ada ante.Dan Ara masih ingat kok sama ante Syifa,kan Ara selalu vidio call pake hp Umi " Ucap Zahrah sambil memonyong monyongkan bibir mungilnya khas anak kecil kalau lagi bicara.Dia biasa menyebut namanya Ara,walau orang tuanya tetap memanggil nama lengkapnya.


Mamah terkekeh." Ya udah...Zahrah sama ante dulu,Nenek mau buatkan minum buat ante " Kata Mamah sambil mengelus kepala Zahrah dengan lembut.


" Iya,Nek..Ara mau bilang ke Umi juga kalau ada ante " Ucap Zahrah sambil berlari menuju tangga.


" Jangan lari lari,sayang !! " Seru Syifa pada Zahrah.


" Tenang ante..!! Ara tidak akan jatuh " seru Zahrah berhenti di undakan tangga pertama sambil tersenyum lucu ke arah Syifa.


" Kenapa tingkah Mamah aneh ya.Apa yang Mamah sembunyikan?? " Gumam Syifa sesaat setelah Zahrah sudah menghilang dari pandanganya.Sekejap diliriknya Maliq yang yang duduk menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan santai sambil memejamkan matanya.


" Kak..!! Kakak mau istrahat,ayo ke kamar !!" Ucap Syifa setelah duduk di samping Maliq.Dielusnya wajah Maliq yang ditumbuhi bulu halus.


Maliq membuka matanya lalu tersenyum." Adek capek ?? ayo,harusnya adek yang istrahat " Ujar Maliq lembut sambil mengelus balik pipi Syifa yang mulai chubi.


" Kakak yang harus istrahat...Kakak kan nyetir sendiri..Adek sudah puas tidur di perjalanan tadi " Ujar Syifa lembut.


" Hmm..Kakak sudah biasa.Tapi kalau adek harus banyak istrahat biar si dede bayinya tidak kecapean " Ucap Maliq sambil mengelus perut Syifa yang masih rata.


" Dek...!! " Pekik Nurul dari atas tangga sambil berlari kecil turun ke arah Syifa.

__ADS_1


Seketika Syifa dan Maliq menoleh ke asal suara.


Syifa bangkit dari tempat duduknya dan berlari ke arah Nurul " Kak Nurul ..!! "


Dua bersaudara itu berpelukan melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.


" Kak..adek rindu !! " rengek Syifa pada Nurul.


" Kakak juga rindu,dek !! " ujar Nurul sambil mencium kedua pipi Syifa.


" Umii..antee !! Ara juga mau dipeluk " Pekik Zahrah sambil menarik narik gamis Syifa.


Sontak Nurul dan Syifa mengurai pelukan mereka lalu menatap ke Zahrah yang sedang mendongak ke arah mereka dengan tatapan mata lucunya.


" Haa..haa..sini ante peluk " Ujar Syifa lalu berlutut mensejajarkan tingginya dengan Zahrah.


" Ara mau di gendong ante !! " rengek Zahrah.


Syifa semakin terkekeh lalu mengulurkan tangannya hendak menggedong tubuh Zahrah.


" Dek..!! " Tiba tiba suara bariton Maliq menginterupsi Syifa.


" Zahrah digendong Om Maliq saja ya,sayang...ante tidak bisa gendong Zahrah nanti dede bayi di perut ante kejepit " Bujuk Maliq pada Zahrah sambil menyamakan tingginya dengan Zahrah.


" Dede bayi ?? Beo Zahrah sambil menatap Maliq dengan intens.


" Iya..di perut ante ada dede bayi "


" Haa...dek..kamu hamil dek ?? seru Nurul sambil menangkup wajah Syifa.

__ADS_1


" Syifa hamil ?? " Seru Mamah dari arah dapur sambil membawa napan.


__ADS_2