
Nurul terperangah.Dia sangat kagum pada adiknya. "Masyaa Allah,adikku.kecerdasannya membawa berkah" Gumam Nurul dalam hati.
Nurul kembali memeluk adiknya,dia sangat terharu dengan rejeki Syifa.
" Eeh..Kak..Zahrah mana ?"
"Astagfirullah...aku lupa.Zahrah ada di kamar tamu,lagi bobo sama Kak Irman "Ujar Nurul sambil menepuk keningnya pelan.
Syifa tersenyum lalu berdiri "Yukkk..Kak kita liat Zahrah dulu.Aku sangat merindukannya "Ujar Syifa antusias sambil bangkit menuju kamar tamu.ia rindu dengan ponakannya.
"Dek..kamu sudah baikan ??"
Syifa tersenyum."Tenang Kak..aku cuman kecapean aja..".
***
__ADS_1
Setelah menginap semalam di rumah Syifa.Akhirnya Nurul dan suaminya melanjutkan perjalanan mereka ke kampung halaman Syifa.Mereka pergi diantar oleh sopir di rumah Maliq.
***
Dua tahun berlalu....
"Sayang...!!! kapan kita nikah,kamu nggak pernah kasi aku kepastian.Aku sudah mendapat restu atas hubungan kita.Mereka mengijinkan aku untuk ikut denganmu " Ujar Linda sambil bergelayut manja pada Maliq.Saat ini mereka berada di tepi pantai menikmati week end mereka.
"Haah ?? maksudmu kamu mau ikut kepercayaanku ??" pekik Maliq terkejut.Ditatapnya Linda dengan intens.
"Iya..kata mereka asal aku bahagia,terserah aku mau nikah sama siapa "Jelas Linda sumringah."Mereka khawatir dengan umurku,sudah umur 27 tahun tapi belum menikah.Mereka sudah ingin menimang cucu.Dan kamu tau kan aku anak tunggal. "imbuhnya lagi.
"Iya...makanya kapan kamu akan menceraikan Syifa dan menikahiku "Rengek Linda cemberut."Sudah dua tahun kamu menggantungku,Maliq"
" Menceraikan Syifa ??"lirih suara Maliq pedih.Entah mengapa hatinya seperti tidak rela mendengar kalimat itu.Sudah dua tahun ini Syifa hadir dalam kehidupannya.Walau tidak banyak hal yang manis dia lewati dengan istri kecilnya itu,tapi dia sudah sangat tergantung dengan Syifa.Mulai dia bangun pagi sampai dia tidur kembali,semuanya Syifa akan menyiapkannya.Dia tau Syifa adalah gadis kaku yang tidak pernah menunjukan sisi manja padanya,tapi itulah yang dirasakannya sesuatu hal yang unik.
__ADS_1
"Iya...katamu kamu akan menceraikan Syifa lalu menikahiku.Aku sudah terlanjur bilang ke orang tuaku loh,sayang.Aku sudah berhasil membujuk mereka dan mereka menyetujuinya.Tapi kenapa kamu seperti tidak yakin gitu hmm?" Linda sambil menelisik wajah Maliq.
" Ee..itu bukannya aku tidak yakin,tapi kan Syifa masih kuliah.Aku kan sudah bilang ke kamu,aku akan menceraikan Syifa ketika dia sudah menyelesaikan sekolahnya".
"Tapi itu kan masih lama,sayang...orang tuaku sudah mendesakku agar secepatnya menikah,kalau tidak mereka akan menjodohkanku lagi dengan pilihan mereka"Gerutu Linda sambil cemberut.
"Astagaa...Linda,kenapa kamu nggak jelaskan sekalian ke orang tuamu bahwa aku menunggu Syifa lulus dulu baru bisa menikahimu "Pekik Maliq frustasi.
"Hehh..kok kamu marah sih..aku sudah coba menjelaskan pada orang tuaku tapi orang tuaku tidak mau menunggu lama lagi" Ujar Linda terisak.Dia tidak menyangka respon Maliq mengecewakannya.
" Sstt..kenapa nangis...astaga maafkan aku,sayang.Aku tidak marah,cuman bingung saja harus gimana.Aku sudah terlanjur janji ke Syifa untuk menyekolahkannya.Jadi untuk menceraikannya saat ini belum bisa,sayang !!" Tutur Maliq sambil menjepit dagu Linda dengan jari jarinya.Dihapusnya dengan lembut air mata di pipi Linda.
" Maaf yaa..sayang,kalau aku sudah kasar "
"Hmm...kalau belum bisa nikah,gimana kalau kita tunangan dulu aja,biar orang tuaku sudah merasa lega dan tidak jadi menjodohkan aku dengan orang lain " Rayu Linda sambil menatap wajah Maliq.
__ADS_1
Maliq terpaku...
"Walau aku sudah menceraikan Syifa,tapi Mamah pasti tidak akan merestui " Desis batin Maliq frustasi.