Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
183


__ADS_3

Syifa menggeliat lemah lalu mengerjap ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang tertangkap oleh retinanya.


" Sshh..aku di mana ?? " lirih suara Syifa melihat sekelilingnya yang terasa asing.


" Kamu sudah sadar ??" Suara bariton menyapanya dengan lembut.


Seketika Syifa mencari suara yang menyapanya.


" Qenan ?!! " Desis Syifa melihat Qenan yang bangkit dari tempat duduknya.


Sekilas Syifa melihat keberadaan Clarissa yang sedang duduk di sofa sambil menatap ke arah Syifa dengan tatapan yang tidak bisa Syifa artikan.


Syifa berusaha duduk sambil memegang kepalanya yang masih terasa berat.Sontak Clarissa bangkit dari tempat duduknya dan membantu Syifa untuk duduk.


" Jangan banyak bergerak dulu,Syifa !! " Ucap Clarissa sambil mengelus lengan Syifa.


" Aku kenapa ?? " Tanya Syifa sambil menatap Clarissa dan Qenan bergantian.


" Kamu pingsan di depan ruang wisuda tadi" Jawab Clarissa menjelaskan pada Syifa.


" Oh..kamu yang membawaku ke sini ?? "


Clarissa mengangguk kecil sambil melirik ke arah Qenan.


" Terima kasih,Clarissa " Ucap Syifa dengan tulus.


" Sama sama.Tidak usah sungkan !! " Ujar Clarissa sambil tersenyum tipis.


" Ekhhem " Qenan berdehem merasa tidak dianggap keberadaannya.


Sontak Clarissa dan Syifa melihat ke arah Qenan yang berdiri di dekat ranjang Syifa.


" Eeh..maaf Syifa.Aku menelpon Qenan tadi.soalnya aku bingung, aku tidak punya nomor kerabatmu untuk dihubungi dan aku ingat Qenan itu tetangga apartemenmu " Tutur Clarissa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Iya..tidak apa apa.Terima kasih kamu sudah sudi menolongku.Dan Qenan sekali lagi aku merepotkanmu " Ujar Syifa sambil menundukan pandangannya.


Qenan terkekeh." Mm..mungkin Tuhan sudah mengaturnya bahwa kita harus bertetangga dan harus aku yang ada ketika kamu lagi dalam situasi seperti ini "


" Dan aku sangat bersyukur berada di moment seperti ini bahkan sangat merindukannya" Lanjut Qenan hanya bisa diucapkannya di dalam hati tanpa bisa mengungkapkannya secara langsung.


" Astaga..aku harus memanggil dokter dulu" Sentak Clarissa sambil bergegas keluar dari kamar rawat Syifa.


" Heii..mau kemana ?? kenapa tidak memencet tombol nurse call saja !! " Pekik Qenan memanggil Clarissa.


Clarissa menepuk jidatnya pelan sambil terkekeh lalu membalikan badannya melangkah ke arah ranjang Syifa kembali. "Astaga..!! aku lupa ".


Syifa hanya tersenyum tipis melihat tingkah Clarissa dan Qenan.


" Terima kasih Ya Allah...aku selalu dipertemukan dengan orang orang yang baik " Gumam Syifa dalam hati.


Tak lama kemudian seorang dokter cantik bersama seorang perawat masuk ke dalam kamar rawat Syifa untuk memeriksanya setelah Clarissa menekan tombol nurse call tadi.

__ADS_1


" Mm..Tuan...sepertinya istri anda sedang hamil dan untuk lebih memastikannya anda bisa langsung memeriksakan istri anda ke dokter obgyn " Tutur dokter pada Qenan setelah selesai memeriksa Syifa.


" Haa..istri ?? hamil ?? " Beo Qenan tanpa sadar menjatuhkan rahangnya.


" Deg...aku hamil ?? " Syifa terkejut dan refleks mengangkat tangannya mengelus perutnya yang rata.


Dokter terkekeh pelan. " Iya..mungkin istri anda sedang hamil sampai dia pingsan itu pengaruh tekanan darahnya rendah.Itu lumrah bagi ibu hamil.


Qenan menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa canggung, sambil melirik ke arah Syifa yang tertunduk.


Clarissa tersenyum getir.Hatinya terasa perih mendengar ucapan dokter.


" Ternyata hubungan mereka sudah sangat jauh.Apakah Qenan sudah menikahinya ?? Tapikan Syifa itu seorang muslim " Monolog Clarissa dalam hati.


" Ok..baiklah Tuan.Sebaiknya Tuan segera memeriksakan istri anda ke dokter obgyn.Dan istri anda sudah bisa pulang hari ini. " Ujar dokter sebelum meninggalkan ruang rawat Syifa.


" Ee...aah..baik,dok.Terima kasih !! " Ujar Qenan salah tingkah.


Perlahan Qenan mendekat ke arah ranjang Syifa. " Mm.. Syifa,ii itu maaf..dokter tadi sepertnya salah sangka "


" Tidak apa apa.Dokter tidak tau apa apa " Ucap Syifa pelan tetap menunduk.


Clarissa mengernyitkan keningnya.Dia bingung menafsirkan percakapan Qenan dan Syifa.


" Apa kamu tidak menghubungi suamimu ?? " Qenan tiba tiba bertanya pada Syifa.


Clarissa tersentak mendengar ucapan Qenan. " Suami ??ternyata Syifa sudah menikah.Tapi kenapa Qenan masih terus mendekati Syifa ?? " Monolog Clarissa.


" Ooh...Mm,Clarissa kamu temani Syifa periksa ke dokter obgyn " Titah Qenan pada Clarissa.


Clarissa mengangguk dengan wajah yang masih terlihat bingung.Dia masih menyimpan tanda tanya besar.


" Tidak usah.Biar aku pergi sendiri saja.Aku sudah banyak merepotkan kalian " Ujar Syifa sungkan.


Sontak Qenan melirik tajam ke arah Clarissa mendengar ucapan Syifa.


" Eeh..tidak meropotkan kok..aku malah senang bantuin kamu " Ucap Clarissa pura pura tulus.


Syifa menatap Clarissa dengan perasaan penuh haru. " Sekali lagi terima kasih.Semoga Tuhan membalas kebaikanmu dengan kasih sayangnya " Ucap Syifa tulus.


Clarissa tersenyum terpaksa. " Aamiin ".



" Nak..besok kita pulang ke Indonesia.Kita akan membawa kejutan buat Abi " Bisik Syifa pada janinnya sambil mengelus perutnya yang masih rata.



Seminggu setelah dari rumah sakit dan dinyatakan positif hamil.Akhirnya Syifa memutuskan akan kembali ke Indonesia.


__ADS_1


Kehamilannya kini sudah berusia enam minggu.Dia sangat bersyukur,tidak mengalami kebiasaan ibu ibu hamil pada umummnya.Dia merasa baik baik saja.Dia tidak pernah mengalami mual di pagi hari atau mabok mencium aroma tertentu.Dan dia tidak pernah nyidam sesuatu." Semoga sampai selanjutnya seperti ini " Doa Syifa dalam hati.



Berulang kali dia menghubungi Maliq untuk mengabarkan kepulangannya,tapi sepertinya Maliq belum bisa dihubungi.Dia ingin mengabarkan pada mertuanya,tapi dia merasa sungkan,takut merepotkan.



" Biar jadi kejutan yaa Nak, yaa ??" Gumam Syifa sambil tersenyum matanya berbinar membayangkan Maliq yang terkejut dengan kepulangannya.Ditambah lagi dengan kabar kehamilannya.



" Nona Syifa sudah naik di pesawatnya dengan aman, Bos..!!.Dan Bram akan mengawasinya sampai di tempat tujuan " Anak buah Qenan yang bertugas menjaga Syifa dari jauh memberikan laporan pada Qenan pada saat keberangkatan Syifa ke tanah air.


" Mm..bagus.Tugasmu sudah selesai.Kalian jemput bonus kalian di markas " Ujar Qenan sambil menutup panggilannya.


" Aku pasti akan sangat merindukanmu,Syifa !!.Apakah kita akan bertemu lagi ?? semoga kamu akan selalu bahagia " Desah Qenan lirih tanpa sadar meneteskan bulir bening dari sudut matanya.


" Cinta memang bodoh...sebodoh aku yang mencintai wanita yang telah bersuami.Orang yang tidak mungkin aku gapai " Qenan menatap langit langit kamarnya yang bernuansa abu abu.


" Aaargghh....Tuhaaan..!!.kenapa kau harus pertemukan aku dengannya ??!!! " Teriak Qenan frustasi.Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu menyugar rambutnya dengan kasar.


" Dddrrtt..."


" Ddrrttt..."


Getar di ponselnya mengalihkan perhatian Qenan.


" Daddy ..??!!" Qenan mengernyitkan keningnya membaca ID pemanggil sebelum mengangkat panggilan telponnya.


" Ya..hallo,dad.. !!


°°°°


" Iya...aku di apartemenku "


°°°°


" Haa...?? Iya,aku sudah pindah.Tidak lagi di kampus itu "


°°°°°


" Mm..baiklah.Sepertinya aku tidak perlu lagi melanjutkannya.Yang lebih penting bagiku sekarang pengembangan perusahaan "


°°°°


" Ok.Baiklah,dad.."


°°°°


" Yeeessss...!!!! Terima kasih Tuhan...I love, God !!! Qenan sumringah setelah menerima panggilan telepon dari Daddynya.Wajah yang tadinya berselimut awan mendung seketika berubah kembali bersinar cerah.Secerah musim semi.

__ADS_1


__ADS_2