
Syifa bangkit perlahan dari tempat tidurnya.Waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari.Sudah menjadi kebiasaan Syifa,dia akan terjaga di jam seperti ini untuk melaksanakan shalat tahajud.
" Sssh..Astagfirullah..!! perih !! " Syifa mendesis pelan menahan perih di daerah intinya.
Maliq yang terlelap dalam mimpinya,merasa terusik dengan pergerakan Syifa sontak bangun dan mendekati Syifa. " Dek...mau kemana ?? " Tanya Maliq dengan suara serak.
" Mau Sholat ..!! " Sahut Syifa sambil menunduk malu.Wajahnya merona mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.Dia telah menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri setelah beberapa tahun tertunda.
" Kakak gendong ke kamar mandi yaa !!??Ujar Maliq lembut melihat Syifa kesulitan bergerak.
" Haa..aah !! nggak usah,Kak !! aku bisa sendiri "Sontak Syifa menggeleng kemudian bangkit dengan susah payah lalu berjalan tertatih menuju kamar mandi.
" Memang aku anak kecil,pake digendong segala..isshh " Gumam Syifa menggerutu.Dia tidak bisa menutupi rasa malunya pada Maliq.
"Jalannya sudah kaya pinguin masih mau sok sok kuat.Dasar gadis keras kepala.Eeh..dia bukan gadis ,diakan sudah tidak perawan lagi he..he.. " Gumam Maliq terkekeh gemas melihat tingkah Syifa yang malu malu.
" Greep "
" Aaaaah !!! " Syifa terpekik kaget ketika merasa tubuhnya melayang.Maliq mengangkat tubuh Syifa dan membawanya ke kamar mandi.
" Kak Maliq !! aku bisa sendiri ..!! " pekik Syifa sambil memukul dada Maliq.
Maliq hanya tersenyum ke arah Syifa lalu mendudukan dengan hati hati tubuh Syifa di atas closet.
" Nggak usah mandi,langsung wudhu saja.Tadi kan sudah mandi.Kakak juga mau wudhu,kita sholat berjamaah " Ujar Maliq sambil tersenyum penuh cinta ke arah Syifa.
Syifa membuang pandangannya ke arah lain dengan wajah merona." Kakak keluar dulu,nanti gantian wudhunya !!! ".
Maliq mengangguk kecil lalu membalikan badannya lalu keluar dari kamar mandi.Rona bahagia terpendar dari wajah tampannya.
" Terima kasih,Ya Allah..masih memberikanku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku " Batin Maliq.
Beberapa saat kemudian.
" Ceklek " Pintu kamar mandi terbuka seiring dengan Syifa yang melangkah tertatih keluar dari kamar mandi.
Seketika Maliq yang sedang duduk di tepi tempat tidur menoleh ke arah Syifa.
Maliq bangkit mendekat " Bisa dek ?? apa masih sakit ?? " Tanya Maliq dengan nada khawatir.
" Issh..Kakak nggak usah nanya nanya !!! kesal Syifa sambil mengerucutkan bibirnya.Dia malu Maliq terus menanyakan keadaannya.
__ADS_1
" Sana,minggir aku mau lewat !! " Ujar Syifa sambil mengibaskan tangannya pada Maliq yang menghalangi jalannya.
Maliq terkekeh dan menepikan tubuhnya memberi jalan pada Syifa kemudian beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Syifa meletakan Al-Quran yang habis dibacanya tadi di atas nakas.Sekilas diliriknya Maliq yang meringkuk di tempat tidur.Selepas shalat subuh tadi,Maliq kembali melanjutkan tidurnya.
" *Apa aku harus bahagia sekarang atau sebaliknya.Aku sudah menyerahkan segalanya pada laki laki yang saat ini masih kuragukan hatinya.Katakanlah aku ini perempuan bodoh,yang mudah dirayu.Tapi aku takut dosa bila harus menolak kewajibanku* " Batin Syifa bermonolog.
" *Ya Allah...berkahilah rumah tanggaku dengan rahmat-Mu !! .Jadikanlah rumah tanggaku sakinah mawadah warrahmah*" Syifa berdoa dalam hati sambil menatap nanar ke arah Maliq yang masih terbuai dalam mimpi.
Sesaat kemudian Syifa beranjak dari tempatnya lalu melipat mukenanya.Dia berniat membuatkan sarapan untuknya dan Maliq.
" Kenapa kamu hanya makan nasi sama sayur saja ??.Padahal nasi goreng buatanmu enak loh, dek !! " Ucap Maliq saat melihat piring Syifa hanya berisi nasi putih dan sayur bayam.
" Oo..kalau begitu,tambah laukmu pake telur ini " Maliq menyodorkan piring yang berisi telur mata sapi ke hadapan Syifa.
Sekali lagi Syifa menggeleng." Aku tidak suka dengan makanan yang berbau goreng gorengan " Pungkasnya lagi.
" Hhmm..pantas kulitnya segar gitu,ternyata pola makannya,pola makan sehat" .Gumam Maliq dalam hati.
" Mm...hari ini ada kelas ??" Tanya Maliq lagi pada Syifa setelah menyelesaikan sarapannya.
"Nggak ada.Tapi aku mau ke perpustakaan kampus,cari buku buat referensi tugas akhir". Ujar Syifa seraya bangkit dari tempatnya ingin membereskan meja makan.
" Oo..mending kita ke toko buku saja,skalian kita belanja ke swalayan " Tawar Maliq pada Syifa.
Syifa bangkit tanpa menanggapi tawaran Maliq.Dia membawa peralatan makan yang kotor ke wastafel lalu membersihkan meja makan dari sisa makanan.
Maliq beranjak ke arah wastafel dan mencuci piring bekas makan tadi.
" Eeh..Kak,biar aku saja " cegah Syifa lalu mendorong pelan bahu Maliq dari depan wastafel.
__ADS_1
" Biar Kakak bantu,dek !! "
Syifa mendengus membalikan badannya lalu melanjutkan pekerjaannya tadi.
Maliq menahan tubuh Syifa yang hendak beranjak dari tempatnya.
" Dek,terima kasih !! " Ucap Maliq sambil menggengam kedua tangan Syifa.Tatapan matanya lembut penuh damba.
Syifa salah tingkah mendapat sentuhan tiba tiba dari Maliq.Seketika irama denyut jantungnya bertalu tidak beraturan.Wajahnya merona menerima tatapan mata elang Maliq yang menghujam relung hatinya.Sekilas bayangan percintaan mereka semalam berkelebat di benaknya.
" Te terima kasih untuk ap apa ??" Suara Syifa bergetar menanggapi ucapan Maliq.Rasa gugupnya tidak bisa dia sembunyikan.
" Sudah memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki kesalahanku ".
Syifa menundukan kepalanya." Aku tidak lebih baik dari Kak Maliq.Aku juga seorang pendosa.Tidak sepantasnya aku menghakimi seseorang terlalu dalam.Aku tidak punya kuasa memberikan hukuman pada manusia yang lain.Kuasa itu mutlak hanya milik Allah ".
"Seperti kata Papah, kita ini manusia berTuhan.Semua yang terjadi diantara kita adalah kehendakNya,sebagai ujian keimanan pada hambaNya.Jika aku orang yang bersyukur,pastinya aku akan mengambil hikmah baik dibalik ujian itu dan akan selalu menjadi orang yang ikhlas. Aku memaafkan Kak Maliq karena aku bersyukur dan sedang belajar menjadi orang yang selalu ikhlas ".
Maliq merengkuh badan Syifa penuh kehangatan.
" Terima kasih sayang..ternyata umurmu tidak membatasimu untuk menjadi orang yang bijaksana " Gumam Maliq sambil menghujani kecupan di pucuk kepala Syifa yang hanya sebatas dadanya.
" Aku janji..."
" Jangan pernah lagi mengucap kata janji.Itu akan mendahului kehendak Allah.Ada baiknya kita berdoa dan selalu berikhtiar untuk bisa menjalani rumah tangga kita atas ridho Allah.Agar itu lebih baik lagi" Pungkas Syifa menghalangi ucapan Maliq.
" Masyaa Allah...aku tidak bisa berkata kata lagi,dek..!! " Ujar Maliq sambil menitikan air mata bahagianya.
***Maaf yaa readerku tersayang...🙏🙏Author tidak menceritakan secara detil MP Syifa dan Maliq.Author tidak ingin menggiring imajinasi para reader yang membuat para reader berfantasi*** ******liar******.***Author takut nambah dosa***.
***Kalau yang sudah berumah tangga silahkan bayangkan sendiri apa yang dilakukan oleh Maliq dan Syifa.Tapi bagi para jomblo tunggu pasangan halal dulu baru silahkan bayangkan dan praktekan ☺☺👍***.
***Dan bagi yang tidak suka dengan tulisan author.silahkan diskip aja***...!!!.
__ADS_1
***Tapi bagi yang senang dengan tulisan author..jangan pelit bagi like,komen ,vote...syukur syukur biar cuman secangkir☕☕☕***.