Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
146


__ADS_3

" Aarggh...Maliq !!! kenapa kamu tidak mengangkat telponku " Pekik Linda sambil melemparkan ponselnya ke atas kasur.


Linda menggeram kesal,berkali kali dia menghubungi Maliq tapi Maliq tidak mengangkat panggilannya.


" Sial !!! Maliq mulai menjauhiku,gara gara gadis kampung itu.Ini tidak bisa dibiarin." Gumam Linda sambil mondar mandir di dalam kamarnya.


" Hmmm...atau aku sms aja kali yaa.."


Linda meraih kembali ponselnya yang tergeletak di atas kasur." Maaf Maliq...aku pengen ketemu,aku rindu.Aku sudah berusaha melupakan perasaanku padamu,ternyata tak semudah apa yang kita bayangkan.Nyatanya sampai sekarang aku tidak bisa melupakanmu" Isi sms Linda pada Maliq.


Linda menatap layar ponselnya. " Yess..terkirim.Aku akan menjeratmu kembali ke dalam pelukanku." Desis Linda sambil menyeringai licik.


***


Di rumah.Mamah Maliq mencoba menelpon Syifa.


" Assalamualaikum,sayang !!" Ucap Mamah Maliq setelah panggilannya tersambung dengan Syifa.


" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh,Mah...!!"


" Jam berapa kamu akan berangkat sayang ??Mamah boleh ngantar kamu ke bandara ??"


" Insyaa Allah jam 5 sore Mah..ngga usah di antar Mah,nanti ngerepotin Mamah" Ucap Syifa sungkan.


" Nggak ngerepotin,sayang..Mamah cuma pengen antar kamu.Insyaa Allah bulan depan Mamah akan jenguk kamu di Jerman,boleh kan sayang??"


" Masyaa Allah..beneran Mamah akan Jerman jengukin Syifa ???!! " Pekik Syifa senang.


" Iya Sayang,tapi Insyaa Allah bulan depan "

__ADS_1


" Oo.ok Mah,Syifa senang sekali "


" Ok...sudah dulu yaa,sayang.Mamah siap siap dulu mau ke tempat kamu sekarang.Assalamualaikum "


" Iya Mah...Waalaikum salam warrahamatullahi wabarakatuh ".


" Ya Allah...Lindungilah menantuku.Dan satukanlah dengan anakku " Gumam Mamah setelah menutup panggilannya pada Syifa.


***


" Maafkan aku Kak Maliq...aku pergi tanpa pamit denganmu.Aku tau aku berdosa,tapi aku sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup dengan orang yang tidak pernah menganggapku ada." Gumam Syifa sambil mentap keluar jendelan kamar penginapannya.


***


Di cafe.


" Syifa,aku yakin kamu adalah jodohku dunia akhirat" Gumam Maliq percaya diri setelah dia menyelesaikan makannya.


" ting !!" Notifikasi pesan masuk.


"Sms dari Linda" Desis Maliq.


"Maaf Maliq...aku pengen ketemu,aku rindu.Aku sudah berusaha melupakan perasaanku padamu,ternyata tak semudah apa yang kita bayangkan.Nyatanya sampai sekarang aku tidak bisa melupakanmu"


Maliq hanya menatap layar ponselnya dengan tatapan sendu." Maafkan aku Linda,aku harus menjaga hati Syifa dan merebutnya kembali" Desah Maliq sambil memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


" Maliq...!!" Tiba tiba suara lembut memanggil nama Maliq.


Segera Maliq menengok ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Sandra..Ayin??" Maliq mengerutkan keningnya melihat Sandra dan Ayin yang sedang berjalan mendekatinya.


" Maliq..kami juga di sini yaa??" Ujar Sandra manja lalu duduk di samping Maliq di ikuti oleh Ayin yang duduk di depan Maliq.


" Kak Maliq sendiri ??" Tanya Ayin mengedarkan pandangannya di sekitar Maliq.


" Sendiri !!!" Jawab Maliq singkat.Dia merasa jengah dengan tingkah Sandra yang sok manja padanya.


" Ooh..aku kira sama sama Syifa " Ujar Ayin sambil melirik Sandra.


Maliq diam lalu berdiri." Aku sudah selesai makan,kalau kamu mau makan silahkan pesan saja aku masih ada urusan" Ujar Maliq lalu berjalan tanpa memeperdulikan kehadiran Sandra.


Sandra kesal melihat Maliq tidak melirik sekalipun padanya.


" Isssh...dari dulu tidak pernah berubah " Geram Sandra sambil mengepalkan tangannya.


" Sabar Kak Sandra..sebentar lagi Kak Maliq akan menjadi milikmu.Aku tadi sempat menguping Mamah bicara di telpon,rupanya Syifa sudah meninggalkan Kak Maliq ke Jerman.Dia pergi tanpa pamit pada Kak Maliq.Pasti saat ini Kak Maliq sedang marah pada Syifa dan sebentar lagi pasti Kak Maliq akan menceraikannya" Ujar Ayin sambil tertawa.


" Yang benar kamu Ayin !!!" pekik Sandra senang.


" Iya dong...makanya Kak Sandra harus pepet terus Kak Maliq.Kalau bisa Kak Sandra tiap hari harus ke rumah Kak Maliq.Ini kesempatan Kak Sandra kasih perhatian ke Kak Maliq " ucap Ayin sambil tersenyum senang.


" Hmm...betul juga katamu.Kamu memang terbaik,Ayin !!"


" Iya dong...Ayiin..!!!" Ujar Ayin sambil menepuk dadanya dengan angkuh.


Mereka berdua tertawa senang.


" Kau akan jadi milikku,Maliq " Desis Sandra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2