Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
128


__ADS_3

" Apa maksudmu sebentar lagi jadi mantan ?"Pekik Maliq semakin emosi.


Syifa mengangkat wajahnya,ditatapnya wajah Maliq dengan tatapan pilu.


" Apa Kak Maliq lupa dengan kesepakatan kita,Kak??"


Maliq tersentak.Dia ingat kata katanya dulu bahwa dia akan menceraikan Syifa setelah Syifa menyelesaikan pendidikannya.Maliq menatap Syifa dengan tatapan yang tajam.Syifa membalas tatapannya dengan tatapan penuh luka.Perlahan cairan bening merembes dari sudut mata Syifa.


" Kak...Silahkan jika Kakak ingin menalaqku saat ini.Ak..aku ssiap !!" Lirih suara Syifa sambil terbata bata.Digigitnya bibir bawahnya untuk menahan jangan sampai terisak.


Mata Maliq nyalang menatap Syifa.Dikepalnya tangannya hingga buku jari jarinya memutih.


" Jangan pernah mengeluarkan sepatah kata lagi,..Syifa!! agar aku tidak khilaf " Desisi Maliq geram.


Lebar Langkah kaki Maliq meninggalkan Syifa yang masih terpaku di tempatnya.


"Braaak." Maliq membanting pintu kamarnya dengan keras.Syifa terjengkit kaget.Perlahan dia melangkah menuju kamarnya dengan lesu.Ditutupnya kembali pintu kamar setelah masuk.


" Hiks...hiks...aku sudah tidak sanggup lagi" Syifa terisak di belakang pintu.Tubuhnya luruh ke lantai.Kepalanya bertumpu pada kedua lututnya.Kedua tangannya memeluk erat lututnya.


" Aku ibarat boneka baginya.Dia memperlakukanku sekehendaknya,tidak pernah sekalipun dia memikirkan perasaanku."


" Aku ingin bebas dari belenggu ini...tapi kenapa aku tidak punya kekuatan.Bertahun tahun aku terus bertahan seperti ini,membuatku sangat lelah.Aku lelah...sangat lelah " Lirih suara Syifa hingga...

__ADS_1


" Bruukk " Syifa jatuh tak sadarkan diri.


***


Di kamarny Maliq sedang duduk di balkon kamar.Dia merenungi semua apa yang terjadi antar dia dan Syifa.


" Aku tak tau apa sebenarnya yang aku rasakan.Aku tak bisa melepas Syifa,tapi aku ingin memiliki Linda juga " Desah Maliq resah.


Tiba tiba Maliq teringat perdebatannya dengan Linda kemarin.


Flashback On


" Sayang,Mamih sama Papih terus nanyain kapan kamu nikahin aku " Ujar Linda sambil menatap ke arah Maliq. saat itu mereka sedang makan siang di sebuah restoran.


" Lagian saat ini,aku masih berstatus suami Syifa " Imbuh Maliq.


"Sayang...!!!kita bisa nikah sirih kalau cuman masalah status kamu sebagai seorang suami.Kita bisa menyembunyikan semua dari Mamah kamu dan Syifa.Lagian juga,bukannya kamu sudah berjanji akan menceraikan Syifa setelah Syifa lulus nanti ??"


" Nikah siri ??Trus keyakinan kita???


" Aku sudah memutuskan akan menjadi mualaf.Asalkan aku bisa bersatu denganmu.Aku tidak ingin menikah dengan orang lain,aku hanya menginginkanmu "Tutur Linda sambil meraih tangan Maliq,digenggamnya tangan Maliq dengan lembut.


Maliq terkejut mendengar pernyataan Linda. " Linda,apa kamu sudah memikirkan semua keputusan yang kamu ambil ??" Tanya Maliq.

__ADS_1


"Iya,dan hal ini sudah aku bicarakan dengan kedua orang tuaku.mereka setuju asalkan itu untuk kebahagiaanku katanya.


" Kita akan menikah resmi setelah kamu menceraikan Syifa" Imbuh Linda.


Maliq menatap Linda dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Aku belum bisa mengambil keputusan sekarang,Linda.Aku masih bingung,akan banyak hati yang tersakiti kalau kita mengambil keputusan ini.Terutama Mamah aku.Dia sangat menyayangi Syifa " Ucap Maliq lirih.


" Jadi maksudmu,kamu akan menggantungku terus tanpa kejelasan haa ???!!" Pekik Linda emosi.


" Linda..linda,tahan suaramu.Malu diliatin orang " Ujar Maliq pelan menenangkan Linda.Diedarkannya pandangannya melihat orang orang yang sedang menatap ke arah mereka.


Linda mendengus kesal. " Ayo kita pulang !!" Linda berdiri dari kursinya lalu melangkah keluar dari restoran.


Maliq bergegas membayar tagihan pesanan mereka kemudian berlari mengejar Linda.


Flashback Off.


" Hhfftt...Pusing " Desis Maliq frustasi.


Maliq berdiri dari tempat duduknya dan menuju kamar mandi.


"Lebih baik aku mandi,biar lebih segar " Gumam Maliq berjalan ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2