
🙏🙏🙏Assalamu Alaikum...readerku tersayang..Maaf, setelah sekian lama baru bisa up lagi.Soalnya author lagi sibuk ngirusin dunia nyata author.
Suasana duka sepeninggal Kakak tercinta membuat author kurang bersemangat buat nulis.😢😢😢
Mamah Maliq tertegun di depan jendela kamarnya sambil bergumam pelan." Apa hubungan Juan dengan ketiga Pria tadi??dan kenapa mereka seolah olah sedang mengawasi rumah Maliq ??"
"Aku harus bicara dengan Maliq,agar Maliq lebih berhati hati.Sepertinya Maliq sedang diawasi".
***Flasback***
Setelah melihat Juan berlalu dari tempatnya bertemu dengan ketiga laki laki besar,yang entah apa mereka bicarakan.Mamah Maliq segera membawa mobilnya melanjutkan perjalanan.Sebelum sampai di rumah,Mamah Maliq mampir sebentar di swalayan untuk membeli keperluannya.
" Eh..itu kan ketiga laki laki yang berbicara dengan Juan di taman kota tadi ???lalu ngapain mereka di situ.Kenapa mereka seolah olah sedang mengawasi rumah Maliq " Gumam Mamah sambil menepikan mobilnya tidak jauh dari ketiga laki laki yang sedang duduk di atas motor masing masing dan nampak sedang mengawasi rumah Maliq.
Setelah agak lama Mamah Maliq memperhatikan gerak gerik ketiga pria tersebut,perlahan Mamah kembali menjalankan mobilnya dengan perasaan masih was was.
***Flash back end***.
__ADS_1
Maliq menghempaskan tubuh gagahnya di atas kasur milik Syifa.
"Hfft...lelah rasanya..."Gumam Maliq sambil memijat pelipisnya pelan.
Maliq berbaring terlentang,matanya menatap langit langit kamar Syifa dengan tatapan sendu.
"Syifa...kenapa harus pergi Syifa,tanpa minta penjelasan dulu dariku".
"Baru beberapa jam kau meninggalkanku..ternyata aku merasa ada yang hilang dari hidupku."Desis Maliq.
Maliq memejamkan matanya untuk mencoba menutupi penyesalan yang menghinggapi batinnya.
"Andai aku lebih dulu menyadari rasaku untuk Syifa,pasti saat ini dia masih berada di sisiku.Dia gadis baik dan sholeha,tapi aku sia siakan demi obsesiku"Batin Maliq terisak pilu.
Setelah sekian lama termenung,perlahan Maliq larut ke alam mimpinya dan tertidur masih posisi terlentang,dengan kakinya menjuntai ke bawah.
"***Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh...pihak kampus tidak bersedia mau memberikan informasinya,Nak***..."
"***Ooh...baik Mah,kalau begitu saya tutup dulu telponnya.Maaf sudah merepotkan*** ***Mamah***.."
"Hhf..." Maliq terduduk lesu setelah menelpon Mamahnya.Dia merasa putus asa.Harapannya untuk dapat menyusul Syifa di Jerman pupus sudah.
__ADS_1
"Syifa...kenapa kau menghukumku seperti ini.Apa tidak ada lagi kata maaf untukku ??" Gumam Maliq lirih,tanpa sadar setetes air mata merambat di sudut matanya.
Maliq bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya.
"Hendra...Aku pulang dulu.Nanti meeting sebentar kamu yang ambil alih..!!" Titah Maliq pada Hendra.Dia sudah kehilangan semangat untuk melanjutkan pekerjaannya dan memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
"Baik,Pak..." Ujar Hendra mengangguk hormat pada Maliq.
"Ada apa dengan Pak Maliq.Dari kemarin tidak masuk kantor.Hari ini terlihat lesu" Batin Hendra sambil menatap punggung bosnya yang semakin menjauh dari tempat Hendra berdiri.
Sementara itu di rumah Mamah Maliq.
Mamah tersenyum senang...
" Maaf,anakku...belum saatnya kau tau alamat Syifa,Mamah ingin lihat sampai di mana usahamu untuk memdapatkan Syifa kembali.Biar Syifa meraih cita citanya dulu tanpa ada gangguan darimu"Gumam Mamah setelah mengakhiri panggilan dari Maliq.
Sebenarnya Mamah tidak ke kampus Syifa tadi seperti janjinya pada Maliq kemarin.Dia tidak perlu lagi ke kampus Syifa untuk menanyakan Universitas tempat Syifa melanjutkan studynya,karena dia sudah lebih dulu tau tanpa bertanya ke kampus,bahkan alamat apartemen Willy tempat tinggal Syifa Mamah juga sudah tau.
♡♡♡♡
__ADS_1
Author butuh dukungan dari readerku tersayang...
so,please🙏🙏🙏bagi vote,like n komennya biar author semangat kembali buat nulisnya.