Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
32


__ADS_3

"Syifa...Aku mau bicara"Ucap Maliq setelah beberapa saat kemudian.


Syifa membalikkan badannya menghadap Maliq.


"Bicaralah"ujar Syifa datar dengan menatap tajam ke arah Maliq.


Maliq tersentak melihat tatapan Syifa...


"Ayo duduk sini"!!Seru Maliq sambil menepuk kasur di sampingnya.


Syifa beranjak tapi langkahnya mengarah ke arah sofa yang terletak di sudut kamar.

__ADS_1


"Bicaralah,Aku akan mendengarkannya"Ujar Syifa tegas.


Maliq menelan salivanya dengan kasar..entah mengapa dia menjadi gugup mendengar suara tegas dan melihat tatapan Syifa yang seolah mengintimidasinya.


"Hmm...maaf soal tadì Syifa,,Aku tidak tahu harus mau bilang apa.Dia kekasihku yang sudah dua tahun menghilang.Aku sangat mencintainya.Aku tidak ingin kehilangannya lagi,makanya Aku bilang padanya bahwa kamu adalah Adik sepupuku.Aku tidak ingin Dia tahu bahwa Aku sudah menikah".Jelas Maliq panjang lebar tanpa memikirkan bagaimana hancurnya perasaan Syifa.


"Dan masalah pernikahan kita,tenang saja Aku tidak akan menyentuhmu,kamu tidak perlu menjalankan peranmu sebagai istri.Aku akan menyekolahkanmu,setelah lulus nanti Aku akan menceraikanmu.Sebab Aku akan menikahi Linda jika Orang tua Linda sudah mengijinkan Linda menjadi seorang mualaf.


"Astagfirullahualadzim...jadi Linda itu non muslim??betapa berdosanya Kak Maliq menjalin hubungan dengan orang yang tidak seaqidah.Entah setan apa yang sudah merasuki manusia ini."Umpat Syifa di dalam hati.


Maliq tertegun atas reaksi Syifa,Dia fikir Syifa akan marah dan menangis.Tapi nyatanya Syifa tetap diam tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Dan besok Linda akan pulang bersama dengan kita,bagaimana kamu tidak keberatan kan??"Lanjut Maliq lagi bertanya pada Syifa.


"Terserah..itu hak kamu".Sahut Syifa datar.


"Ok baiklah kalau begitu,Aku keluar dulu menemui Linda untuk makan malam.Benar nih kamu tidak mau ikut??"tawar Maliq kembali pada Syifa.


"Tidak"Jawab Syifa singkat tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Maliq.


Maliq jadi salah tingkah melihat tatapan Syifa ke arahnya.Dipercepatnya langkah menuju keluar dari kamar,Dia jadi merinding merasakan hawa dingin dari tatapan Syifa.


"Hmmm...benar benar gadis aneh,punya tingkah aneh dan juga tatapan aneh.Aku kira Dia akan menangis bombay mendengar penjelasanku tadi,tapi nyatanya tidak.Dia seperti robot,tak bergeming dengan pernyataanku.Tapi baguslah,Aku tidak harus pusing pusing lagi menenangkannya.Tapi yang kulihat Dia sangat pandai menyembunyikan perasaannya...memang dasar gadis sombong,Dia tidak ingin orang lain mengukur ke dalam hatinya"Gumam Maliq sambil berjalan ke arah kamar yang di sewa oleh Linda.

__ADS_1


Sementara itu,di dalam kamar.Syifa tetap berada di tempat duduknya sambil termenung.Setelah mendengar pernyataan Maliq tadi yang akan menceraikannya nanti.Bayangan wajah kedua orang tuanya yang penuh kekecewaan terus berputar di otaknya,sehingga tanpa sadar Syifa menitikkan airmata.


"Ya Allah,haruskah Aku menjadi seorang janda di usiaku yang masih muda??Kasihan Mamah dan Papah harus menaggung malu mendengar cibiran dari orang orang".Pekik Syifa di dalam hati.


__ADS_2