
" Pagi,Bu !!" Sapa Linda ramah pada Aty saat Aty membukakan pintu buat Linda.
" Pagi...maaf cari siapa ??" Ujar Aty pada Linda.
" Maliqnya ada Bu ??"
" Ini bukannya perempuan yang waktu Pak Maliq sakit,ngaku ngaku kekasihnýa Pak Maliq ??!!ah..iya ini memang perempuan itu " Batin Aty sambil menatap Linda dengan intens.
" Ooh.Pak Maliq ?? maaf saya tidak tau ke mana Soalnya pas saya datang tadi,rumah dalam keadaan sepi tidak ada penghuninya.Saya cari cari Pak Maliq bersama istrinya,tapi kayanya mereka lagi keluar,Non." Tutur Aty menjelaskan.
" Ooh..ya sudah,aku boleh nunggu Pak Maliq di sini ?? aku teman Pak Maliq dan mungkin sebentar lagi akan jadi majikanmu" Ujar Linda sambil nyelonong masuk melewati Aty yang masih tertegun bingung.
" Eeh...maaf Non,aku tidak boleh menerima tamu sembarangan tanpa pemberitahuan pada Pak Maliq.
Linda mendengus kesal." Dengar yaa,kamu itu cuma babu di sini dan aku sebentar lagi akan menjadi Nyonyamu " Pekik Linda sambil duduk di sofa tanpa dipersilahkan.
" Eeh...keluar aslinya.Ternyata dia itu hanya pura pura lemah lembut.Cih..munafik !!" Batin Aty.
Aty terpaksa pasrah membiarkan Linda menunggu Maliq pulang.
***
Di rumah Mamah Maliq.
Perlahan Syifa mendekati kamar Mamah Maliq.Dia mengetuk pintu kamar Mamah.
" Assalamualaikum Mah..??"
" Waalaikum salam Warrahamatullahi Wabarakatuh,masuk sayang...!!" Seru Mamah dari dalam kamar.
Syifa membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
" Sini..sayang !!" Mamah melambaikan tangannya dan menepuk tempat di sampingnya.
Perlahan Syifa mendekat ke tempat tidur Mamah.Sekilas diliriknya Maliq sedang duduk di sofabed sedang menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
" Sayang...kenapa nggak ngabarin Mamah waktu wisuda kemarin,hhmmm???" Ucap Mamah lembut sambil membelai kepala Syifa yang tertutup hijab.
" Maunya Syifa ingin Mamah yang dampingi Syifa.Tapi waktu Syifa ke sini kemarin,Syifa liat Mamah lagi sakit.Jadi Syifa urungkan niat Syifa " Ujar Syifa lirih sambil tertunduk.
" Oo..jadi waktu kemarin kamu ke sini,mau memberitahukan wisudamu yaa??"
Syifa mengangguk." Iya,Mah.."
__ADS_1
" Padahal Mamah nggak apa apa.Mamah cuman stress aja pasca pensiun.Itu biasa terjadi untuk orang yang biasa kerja trus tiba tiba pensiun ".
" Maaf Mah.Syifa cuma tidak ingin merepotkan Mamah." Ujar Syifa lembut.
" Sayang,Mamah tidak pernah merasa direpotkan olehmu." Mamah terus membelai kepala Syifa penuh kasih.Maliq hanya terpaku di tempatnya,sambil memperhatikan interaksi dua wanita yang dicintainya.
" Mah...Syifa mau menyampaikan sesuatu" Ucap Syifa setelah beberapa saat hening.
"Deg.." Maliq mendongakkan kepala menatap Syifa was was.
" Ada apa, sayang..hmm??!!"
" Syifa mau lanjutin study Syifa di Jerman " Syifa menjeda ucapannya menunggu tanggapan Mamah.
" Hfff..Mamah selalu mendukungmu,Nak...selama itu untuk kebaikanmu"
" Semoga Mamah bisa membujuk Syifa " Batin Maliq was was.
Flashback on
" Assalamualaikum Mah.." Ucap Maliq saat memasuki kamar Mamah.
"Waalaikum Salam...Maliq, masuk Nak...!!" Jawab Mamah.
" Syifa mana Nak ??" Tanya Mamah pada Maliq.
" Alhamdulillah...akhirnya kalian bisa jalan berdua.Mamah sangat senang " Ujar Mamah sumringah.
Maliq tersenyum." Iya Mah,maafkan aku selama ini selalu bikin Mamah kecewa.Dan aku sudah sangat menyakiti hati Syifa "
" Saat ini,aku akan memulai hubunganku dengan Syifa dari awal lagi.Aku janji akan membahagiakan Syifa.Aku sadar ternyata selama ini aku sudah mencintai Syifa tanpa sadar." Tutur Maliq panjang lebar.
" Alhamdulillah Nak..kamu sudah menyadari kesalahanmu.Dan semoga hal ini belum terlambat " Ujar Mamah lembut.
Maliq menghela napasnya berat." Itu dia masalahnya Mah..Syifa ingin bercerai denganku " Ucap Maliq lirih.
" Haa...Syifa minta cerai ??" Pekik Mamah terkejut.Maliq mengangguk lemah.
" Astagfirullah...akhirnya yang Mamah khawatirkan terjadi juga " Gumam Mamah sendu.
" Sudah sering Mamah mengingatkanmu Nak...jangan sampai Syifa akan berada di puncak kejenuhannya,dan kamu tidak akan bisa mengobati luka itu lagi.Dan saat itu sudah tiba,Mamah terlalu egois jika harus menahan keinginan Syifa.Syifa sudah terlalu lama menderita atas perbuatanmu " Ujar Mamah lemah.
" Mah,aku mohon Mah.Aku ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu.Aku mohon Mamah membujuk Syifa agar mengurungkan niatnya untuk bercerai denganku." Ucap Maliq menghiba sambil memegang kedua tangan Mamah.
__ADS_1
" Dia akan melanjutkan Studynya di Jerman setelah dia diwisuda kemarin Mah..sebelum ke Jerman dia mau aku akan menceraikannya." Imbuh Maliq tertunduk lesu.
Mamah menatap Maliq nanar. " Mamah bisa apa Nak..kalau itu sudah menjadi keputusan Syifa,kita tidak boleh egois dengan mengekangnya harus menuruti semua keinginan kita.Dia masih sangat muda,masih panjang masa depannya yang dapat diraihnya." Tutur Mamah sungguh sungguh.
"Mah,please !! aku mohon sama Mamah,bujuk Syifa untuk tidak meminta bercerai denganku.Aku akan mengijinkannya melanjutkan studynya asalkan dia tidak minta bercerai denganku." Bujuk Maliq pada Mamah.
Mamah menatap Maliq dengan intens.
" Kamu bersungguh sungguh dengan ucapanmu ??jangan menambah penderitaan Syifa lagi.Dia berhak bahagia.Lepaskan dia jika itu membuatnya bahagia " Ujar Mamah dengan tatapan mengintimidasi.
" Aku janji Mah,aku akan membuka lembaran baru dengan Syifa.Aku akan membuatnya bahagia,sampai dia lupa bagaimana itu caranya menderita" Ucap Maliq sungguh sungguh.
" Jangan berjanji kalau hal itu tidak bisa kamu lakukan " Ucap Mamah tegas.
" Insyaa Allah,Mah...aku menyayangi Syifa Mah.." ucap Maliq tulus.Tanpa sadar dia menitikkan air matanya.
" Bagaimana dengan kekasihmu itu ??" Tanya Mamah sambil menetap tajam pada Maliq.
" Aku akan melepaskannya Mah..." Ujar Maliq tegas.
" Tapi kau akan menyakitinya "
Maliq terdiam mendengar ucapan Mamah.
" Aku akan menjelaskan padanya dengan baik baik,bahwa aku dan dia tidak mungkin akan menikah karena kami sangat berbeda.Lagipula hubunganku dengannya masih dalam batas batas wajar,tidak ada perbuatanku yang merugikannya." Tutur Maliq lugas.
" Kenapa dari dulu kamu tidak berfikir seperti ini,sebelum Syifa terluka terlalu dalam" Gumam Mamah menyesali perbuatan Maliq.
Maliq kembali tertunduk." Untuk itu aku mohon Mah...Mamah bujuk Syifa,aku yakin Syifa akan mendengarkan Mamah" Ujar Maliq memohon.
" Mamah akan mencobanya,tapi tidak akan memaksanya.Mamah tidak ingin egois " Ucap Mamah ragu ragu.
" Baiklah Mah,semoga Syifa mau mendengarkan Mamah.Aku janji akan mendukung studynya.Aku sendiri yang akan mengantarnya ke Jerman.Aku akan menyewa apartemen di dekat kampusnya,dan aku akan berkunjung ke sana sebulan sekali" Tutur Maliq antusias.
" Atau Mamah yang akan menemaninya di Jerman nanti,kan Mamah sudah pensiun, otomatis Mamah tidak punya kegiatan lagi.Mending Mamah ke Jerman saja bersama Syifa.Bagaiman Mah ??"
" Astagfirullah Maliq...belum juga kita mengetahui keputusan Syifa,kamu sudah merencanakan sesuatu yang belum tentu membuat Syifa nyaman.Biarlah kali ini,Syifa yang menentukan semua.Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita " Tegas Mamah pada Maliq.
" Baik,Mah " Ujar Maliq cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ck..dulu saja tidak mau menatap Syifa,giliran sudah cinta maunya di awasi terus.Mamah tau,kamu menyuruh Mamah menemani Syifa agar kamu bisa mengawasi Syifa.Benar kan ???"
" He..he...nggak gitu Mah..Syifa kan tidak ada temannya di Jerman Nanti " Ujar Maliq terkekeh.Dia Malu Mamah bisa menebak isi hatinya.
__ADS_1
" Elleeh ...alasan " Cibir Mamah pada Maliq.
Flashback off