Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
216


__ADS_3

Syifa sedikit tersentak merasa ada pergerakan di sampingnya.Kasur tempatnya berbaring sedikit bergoyang.Syifa tidak berniat membalikan badannya untuk melihat siapa yang ada di balik punggungnya.Karena dia sangat tau siapa orang yang datang barusan.


Sebuah tangan besar melingkar di pinggangnya.Aroma maskulin yang sangat familiar di hidung Syifa tercium di indra penciumannya.


" Maaf dek...!! Kakak tidak bisa melindungimu lagi,untuk kesekian kalinya.Kakak tidak menyangka,mereka bisa senekat itu menyerangmu !! ".Gumam Maliq merebahkan tubuhnya di belakang Syifa.Dipeluknya dengan erat tubuh mungil Syifa sambil mengendus ceruk leher istrinya itu.


Syifa bergeming.Hanya helaan nafas beratnya yang terdengar sekali kali.Maliq sangat tahu bahwa istrinya itu tidak tidur.Dia sudah bisa hapal kebiasaan istrinya itu,jika gundah,dia memilih untuk meringkuk di tempat tidur dan diam untuk beberapa saat sampai suasana hatinya akan membaik.


Maliq menarik tubuh istrinya dan menjadikan sebelah lengannya sebagai bantal kepala Syifa.


" Kakak harap,mereka tidak melukai adek lagi " Gumam Maliq dengan nada sendu.


" Iya, mereka tidak melukai fisikku.Tapi mereka melukai hatiku terlalu dalam " Batin Syifa bergumam.


Maliq kembali terdiam tanpa mengurai pelukannya." Mama tadi menelepon Kakak.Katanya kakek dan Kak Dewi datang menyerangmu lagi.Saat mendengar itu,kakak langsung pulang.Tapi,ternyata mereka sudah tidak ada di sini " Tutur Maliq menjelasakan pada Syifa walau tak sedikitpun ada respon dari lawan bicaranya itu.


Flash back


Pagi ini Mamah Maliq melihat Dewi,Ayin,Sandra dan kedua mertuanya seperti terburu buru menaiki mobil.


" Ayo,Kek... !! Maliq pasti sudah ke kantor jam segini !! " Kata Dewi sambil melangkah terburu buru masuk ke dalam mobil.


Mamah yang sedang merawat bunganya di samping garasi mobil menautkan keningnya. " Mereka mau apa di rumah Maliq ?? keliatannya mereka tergesa gesa dan tidak ingin aku tahu kepergian mereka " Gumam Mamah sambil menyembunyikan badannya di balik tiang besar penyangga garasi.


" Hmm...Mungkin mereka akan mengantar Sandra ke rumah Maliq.Tapi kenapa kesannya mereka pergi diam diam yaa...?? " Gumam Mamah bermonolog.

__ADS_1


Akhirnya karena tidak ingin semakin penasaran,Mamah memutuskan menyusul mereka.


Mamah mengeluarkan motor matic andalannya yang biasa dipakainya ketika keliling kompleks.


Saat Mamah hendak keluar dari gerbang,dia bertemu dengan Bu Ria.


"Assalamu alaikum, Bu Hanum !! " sapa Bu Ria pada Mamah.


" Waalaikum Salam Bu Ria !! " Balas Mamah ramah.Mamah terpaksa menghentikan motornya untuk membalas sapaan tetangganya itu.


" Mau kemana nih, Pagi pagi bu..!! " Basa basi Bu Ria.


" Ini mau berkunjung ke rumah Maliq " Sahut Mamah.


" Sebenarnya mau ketemu dengan Bu Hanum.Mau ngundang Ibu dan keluarga.Saya mau adakaan Aqiqahan cucu pertama saya " Tutur Bu Ria menjelaskan.


" Oo...jadi Fya sudah melahirkan ?? " Ucap Mamah menanggapi Bu Fia.


" Iya Bu..dari seminggu yang lalu.Jadi mungkin Aqiqahannya besok !! "


" Ooh..Iya.Insyaa Allah besok saya ke rumah Bu Ria.Selamat yaa Bu,atas kelahiran cucunya !! " Ucap Mamah tulus.


" Iya terima kasih,Bu atas ucapannya " Semoga Ibu bisa hadir besok ".


" Insyaa Allah, Bu..!! "

__ADS_1


" Ok..kalau begitu saya pamit dulu Bu..sepertinya ibu terburu buru mau pergi.Assalamualaikum !!"


" Aah..iya bu...Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh. "


Mamah kembali melanjutkan perjalanannya menyusul kakek dan lainnya ke rumah Maliq.


Sampai di rumah Maliq,Mamah memarkirkan motornya di samping mobil Dewi.Sayup dia mendengar suara keras kakek.


" Sepertinya Ayah sedang marah " Gumam Mamah bergegas masuk ke dalam rumah.


" Astagfirullah..Ayah sedang memarahi Syifa !! " Mamah menghentikan langkahnya dan merapatkan tubuhnya di balik tembok.Dia berniat untuk menelpon Maliq,memberitahukan bahwa istrinya sedang dimarahi kakek lagi.


Mamah urung menelpon Maliq ketika mendengar ucapan ucapan Syifa yang terlihat sangat tenang tapi matanya menyorot tajam ke arah lawan bicara yang ada di depannya.


" Ternyata dia sangat luar biasa.Hal yang sangat ingin kulakukan dari dulu,akhirnya dia bisa lakukan " Gumam Mamah sambil tersenyum puas.


Dari dulu Ayah mertuanya itu memang selalu mendominasi.Selalu ingin mengatur kehidupan anak anaknya tanpa tau hal ini sangat mengganggu kehidupan anaknya.


Dulu,Mamah ingin sekali menentang mertuanya itu.Tapi,dia tidak memiliki keberanian seperti Syifa.Kekesalan di hatinya cukup disimpannya saja sebagai koleksi dalam hatinya.Dan akhirnya,hari ini dia melihat menantu kesayangannya itu menuntaskan hasrat yang sekian lama dia pendam.


"Hallo..Maliq..kamu segera pulang sekarang nak..!! Kakek lagi ada di rumahmu sekarang , memarahi Syifa " Ujar Mamah di telpon setelah panggilannya diangkat oleh Maliq.


Mamah segera menutup pamghilannya dan bergegas pergi dari sana sebelum mertuanya memergokinya.


" Hmm biarlah mereka menganggap tidak tahu apa apa.Maafkan Mamah Syifa !! Mamah belum bisa melindungimu " Batin Mamah sambil menaiki motornya dan berlalu dari situ ".

__ADS_1


__ADS_2