
" Hai..Sweetie !! Baru pulang ??? Sapa Qenan pada Syifa.
Syifa melirik sekilas ke arah Qenan lalu melengos masuk ke dalam apartemennya.
" Ckk...dari dulu tidak pernah menanggapi ketika disapa.Jadi tambah gemas ..He..he.." Gumam Qenan sambil terkekeh.Hampir setiap hari dia menunggu Syifa di depan pintu apartemen kalau dia melihat Syifa lagi keluar.Dia sengaja melakukannya hanya untuk melihat Syifa dari dekat.
Dia ingin mengakrabkan diri dengan Syifa, namun respon Syifa selalu sama.Dingin dan datar.
" Terlalu sulit untuk didekati " Batin Qenan lalu membalikan badannya menuju apartemennya.Sekilas senyum tipis terukir di bibirnya.
" Aku harus berjuang lebih keras lagi untuk mendekatinya.Aku akan mendekati sepupunya agar lebih mudah mendekatinya" Batin Qenan terus memberinya semangat.
" Ceklek " Syifa membuka pintu apartemen lalu melangkah masuk.
" Seperti ada yang tak biasa.Aku mencium aroma asing di dalam ruangan ini " Gumam Syifa sambil melangkah perlahan dengan waspada.
Feeling Syifa yang sudah terlatih dari latihan bela diri memberikan peringatan pada Syifa untuk waspada.
Syifa menelisik seluruh sudut ruangan dengan tatapan tajam.
" Astagfirullah...itu siapa ??" Syifa terkejut sampai terpekik kecil.Dia melihat dua orang meringkuk di sofa tanpa bergerak.
"Sepertinya mereka kedinginan" Gumam Syifa lagi sambil mengendap mendekati dua orang tersebut.
Saat ini sedang musim dingin.Wajar dua orang di sofa meringkuk kedinginan.
" Hei ...kalian siapa ???!!!" Pekik Syifa sambil menatap tajam pada dua orang tersebut.
__ADS_1
" Eeughmm..." Salah satu dari mereka melenguh dan membalikan badannya mendengar pekikan Syifa.
" Astagfirullah...Kak Maliq..!!!??" Ujar Syifa terkejut.Syifa mengerjap ngerjapkan matanya untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu benar adalah Maliq.
" Kenapa aku seperti melihat Syifa .Apa aku memimpikan Syifa..!!?? " Gumam Maliq serak.Nyawanya belum kembali sepenuhnya.
Syifa menatap nanar ke arah Maliq dan masih mendengar gumaman Maliq.
" Will...Will...bangun woii...!!!" Maliq menggoyang goyangkan tubuh Willy tanpa mengalihkan tatapannya dari Syifa.
" Kak..Maliq ngapain di sini ..?? Lirih suara Syifa,setelah memastikan bahwa memang Maliq yang ada di depannya.
" Syifa...ini benaran Syifa ???aku tidak bermimpi kan..??" Pekik Maliq sambil bangkit mendekati Syifa,dan ingin memeluk Syifa.
Syifa mundur ke belakang menghindari pelukan Maliq.Lalu terpaku menatap Maliq dengan tatapan datar.
" Syifa...aku mencarimu.Ternyata kamu ada di sini " Ucap Maliq sambil tertunduk.
" Maafkan aku !!" Imbuhnya dengan suara lirih.
Syifa tidak bergeming.Tatapannya dingin mengarah pada Maliq.
" Bagaimana caranya kakak bisa masuk ke sini??" Tanya Syifa sambil melirik sekilas ke arah Willy yang meringkuk memunggunginya.
" Ak...aku diajak Willy.Katanya ini apartemennya " Jawab Maliq gagap.Dia sangat senang dan masih merasa belum percaya akan bertemu dengan Syifa saat ini.
" Kak Willy...?? itu Kak Willy ??" Tanya Syifa sambil menunjuk Willy "
__ADS_1
" Iya..Willy sahabatku ".
" Oh..." Sahut Syifa datar.
" Duduk dulu,Kak..aku ambil minum dulu " Syifa beranjak dari tempatnya menuju ke arah dapur.
" Eeh..!!." Maliq melongo melihat sikap Syifa.
" Wooi...bangun.Kamu harus cerita padaku kenapa Syifa ada di apartemenmu " Pekik Maliq sambil menampar bokong Willy dengan keras.
" Aaww...sakit...!!" teriak Willy terkejut.
" Sialan kamu Maliq.Kenapa menampar bokongku,sakit tau !!" Gerutu Willy pada Maliq sambil mengusap bokongnya yang terasa perih.
" Kamu yang sialan.Kenapa Syifa ada di apartemenmu.Jelaskan padaku !!" Ujar Maliq sengit.
" Syifa ???Syifa sudah balik ??" Beo Willy.
" Eeh..ditanya malah balik nanya.Berarti benar kamu yang sembunyikan Syifa di sini ??" Geram Maliq sambil mendelik ke arah Willy.
" Hfff...ini nih...sahabat tidak punya akhlak. Suka sekali menuduh tanpa bukti " Gerutu Willy sambil bangkit menuju kamar mandi di dekat dapur.
" Heii...mau kemana.Kamu belum menjawab pertanyaanku " Pekik Maliq melihat Willy meninggalkannya.
Willy membalikan badannya menatap Maliq sinis." Buang air kecil.Mau ikut ??"
" Sialan !!" Maki Maliq mendelik kesal pada Willy.
__ADS_1
" Ha..ha...!!" Tawa Willy menggema melihat kekesalan Maliq.