Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
76


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu...Syifa mengikuti lomba karya ilmiah dan memenangkannya.


"Selamat yaa Syifa..kamu berhasil menang lomba.Berarti kamu ke Jakarta dong ...iya kan??"Cicit Gladis antusias,dia sangat senang dengan kemenanga Syifa.


"Hmm..iya"Jawab Syifa lesu menanggapi Gladis.


"Kenapa kamu tidak bersemangat..harusnya kan kamu gembira bisa memenangkan lomba ini"


Syifa memaksakan senyumnya.Dia sedih kemenangannya ini hanya bisa dia bagikan dengan sahabatnya.Keluarga dekatnya tidak ada yang tau keberhasilannya.


Gladis menatap wajah sendu Syifa,diraihnya tangan Syifa digenggamnya dengan lembut.."Aku selalu mendukungmu Syifa..jika kamu ke Jakarta nanti Aku akan ikut bersamamu,jangan sedih lagi,oke..!!"Ujar Gladis memberikan semangat pada Syifa.


"Aku bingung bagaimana minta ijinnya ke Kak Maliq,secara kan dia tidak pernah menanggapiku ketika berbicara padanya".Gumam Syifa resah.Sejak peristiwa Maliq sakit,Maliq semakin mengacuhkan Syifa,seolah dia tidak pernah menganggap keberadaan Syifa sama sekali.


"Mm..kamu bisa coba ngomong ke mertuamu,siapa tau mertuamu akan berbicara dengan suamimu"Usul Gladis mencari jalan keluar.


"Jangan..yang ada Mamah akan tambah murka ke Kak Maliq.Mamah taunya Aku dengan Kak Maliq baik baik saja.Kalau Aku pamitnya ke Mamah,malah Mamah akan curiga lagi".Pekik Syifa tidak setuju.

__ADS_1


"Yah...jadinya gimana dong"..Gumam Gladis lesu.


"Nanti Aku akan pikirkan jalan keluarnya,kita makan saja dulu perutku sudah keroncongan.."Tukas Syifa.Mereka sekarang berada d cafe seberang kampus mereka.


"Oo..iya kita makan saja dulu"Seru Gladis sambil menyantap hidangan di depan mereka.


Sejenak Gladis tertegun menatap wajah Syifa.


"kenapa Kamu menatapku seperti itu Gladis??"


"Emm..Aku hanya heran,kenapa wajahmu mirip sekali dengan sepupuku.Apalagi kalau kamu tersenyum,mirip banget..tapi sifat kalian berbeda 180%...dia licik dan munafik,sedangkan kamu lembut dan tulus.."


"Itu sepupu sebelah mami Aku...kalau yang bule kan sebelah papi Aku"


"Oo.."


***

__ADS_1


Sore harinya Syifa sedang duduk di gazebo taman belakang rumah.Dia sengaja menunggu kedatangan Maliq.Dia ingin meminta ijin dari Maliq perihal keberangkatannya ke Jakarta untuk menghadiri lomba karya ilmiah utusan dari provinsinya.


Tak lama berselang..Syifa mendengar suara deru mobil berhenti di garasi rumah.


"Itu pasti Kak Maliq.Apa Aku minta ijinnya sekarang atau menunggu Kak Maliq habis makan malam saja??".Gumam Syifa meragu.


Syifa menyambut kedatangan Maliq,di raihnya tangan Maliq lalu diciumnya punggung tangan Maliq.Setiap hari kegiatan ini rutin dia lakukan walau tidak pernah dapat tanggapan dari Maliq.


"Kak Maliq mau Aku bikinin kopi?"tawar Syifa pada Maliq.


"Hhmmm."Maliq tetap melanjutkan langkahnya dengan tatapan dingin ke arah Syifa.


Syifa tetap melayani Maliq sebagai mana mestinya...walau Maliq masih tetap bersikap dingin padanya.Syifa tidak masalah.Dia akan menyimpan kepedihannya sendiri,dia berusaha tetap menjalani semuanya dengan penuh keikhlasan.


Syifa mengikuti langkah Maliq yang masuk ke dalam kamar.Gegas dia menyiapkan pakaian ganti buat suaminya.Dia sangat tau pasti Maliq akan mandi setelah pulang dari kantor.Selesai menyiapkan pakaian Maliq,Syifa duduk di sofa di kamar Maliq.


Maliq keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pingganya.Syifa membuang pandangannya keluar jendela,dia merasa risih dengan pemandangan di depannya.

__ADS_1


"Ngapain kamu di situ?Bentak Maliq pada Syifa.


__ADS_2