Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
226


__ADS_3

Hari berganti,hingga bulanpun berlalu.


Saat ini usia kandungan Syifa sudah memasuki bulan ke empat.Begitu pula usia kandungan Sandra menurut kemungkinan sudah memasuki bulan ke empat juga.


Sandra yang saat ini masih numpang di rumah Maliq.Yang lebih tepatnya atas permohonan Syifa pada Maliq, masih bisa numpang di rumah Maliq,sedikit banyak sudah bisa menilai karakter Syifa.


Dia sadar Syifa adalah seorang yang introvert.Dia tidak bisa hangat pada orang sekitarnya,bukan berarti dia tidak well come dengan orang.Tapi lebih dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada orang lain.


Beberapa bulan dia seatap dengan Syifa,dia bisa menilai Syifa adalah wanita yang berhati lembut dan penuh perhatian.Semua kebutuhan Sandra di masa kehamilan,Syifalah yang menyiapkan tanpa diminta.Mulai dari susu ibu hamil dan check up ke dokter,Syifa selalu memperhatikan.


Uang belanja kebutuhan pribadi Sandra sebulan sekali Syifa akan mentransfernya diam diam tanpa konfirmasi dengan Sandra,dan nominalnya sangatlah besar untuk ukuran orang yang bukan apa apa di tengah rumah tangga Syifa dan Maliq.


Dari semua itu,Kasih sayang dan kekaguman Sandra terhadap Syifa semakin besar.Dia berjanji di dalam hati,dia akan menganggap Syifa sebagai adiknya dan akan tulus menyayanginya.

__ADS_1


Sementara Maliq.Sandra sudah tidak asing lagi dengan tutur kata yang keluar dari mulutnya yang selalu menyakiti Sandra.Tatapan sinis dan muak tergambar jelas dari raut wajah tampan yang pernah dipuja Sandra itu.Tapi Sandra sadar,Maliq bersikap seperti itu itu adalah kesalahan Sandra sendiri.Sandra dengan lapang hati menerima sikap Maliq dan tetap bersyukur masih diterima menumpang dalam rumah Maliq.


Pagi ini, Syifa sedang duduk membaca buku di gazebo belakang di samping taman.Sandra menatap Syifa dari kejauhan.


" Sungguh dia sangat sulit untuk didekati.Aku selalu salah tingkah ketika menatap tatapannya.Aku ingin sekali bisa dekat dengannya,tapi aku takut dia akan menolakku " Gumam Sandra sambil menggigit ujung kukunya,satu kebiasaan Sandra ketika sedang berfikir.


" Nak Syifa adalah wanita yang sangat baik dan selalu ramah jika kita menyapanya dahulu.Kadang orang salah menafsirkan sifat Nak Syifa,mereka mengira Nak Syifa itu wanita angkuh,tapi sebenarnya tidak demikian.Dia itu selalu peduli dengan orang lain,tapi ekspresinya yang datar dan dingin itu yang bikin orang salah menilai ". Tiba tiba Ati menimpali gumaman Sandra yang masih terdengar oleh telinganya.


" Astagaa..!! kaget aku Bu Ati !! " Sandra terkejut,Bu Ati tiba tiba bersuara di belakangnya.Dia mengelus dadanya pelan.


" Hff..iya tidak apa apa " Sandra membuang nafasnya pelan lalu tersenyum ke arah Ati.


" Mmm...menurut Bu Ati,aku harus mendekati Syifa terlebih dahulu ?? aku risih,kami serumah tapi saling acuh.Aku tidak nyaman situasi seperti ini " Ujar Sandra seraya menatap Syifa kembali yang sedang serius membaca buku.

__ADS_1


" Iya...sebaiknya Non Sandra lebih dulu mendekati Nak Syifa.Dia tipikal orang yang susah akrab dengan orang tanpa didekati terlebih dahulu ".


" Nak Syifa punya teman karib satu orang.Temannya itu ceria dan selalu cerewet jika bersamanya.Dia lebih banyak ngomongnya dan selalu ditanggapi dengan wajah datar Nak Syifa.Tapi saya lihat,temannya itu sampai sekarang tetap bersahabat dengannya.Malah yang saya dengar,temannya itu yang selalu menolongnya disaat Nak Syifa sedang kesulitan " Tutur Ati menjelaskan pada Sandra.


" Ok..baiklah..!! aku akan coba mendekatinya " Gumam Sandra lalu melangkah mendekati Syifa.


" Ekhhem..lagi ngapain ?? " Basa basi Sandra menyapa Syifa.


Syifa yang sedang serius membaca,mengangkat kepalanya dan memperbaiki kaca mata minusnya yang jarang dipakainya.Dia lebih suka memakai kaca matanya itu cuma pada saat membaca atau menjelang senja.Sebab dia penderita rabun senja atau dalam istilah medisnya nyctalopia.


" Dia semakin imut dengan kaca matanya itu " Hati Sandra membatin.


" Lagi baca buku " Jawab Syifa singkat seraya kembali menundukan kepalanya melanjutkan bacaannya.

__ADS_1


" Mm...boleh aku duduk di sini ?? " Ucap Sandra kembali dengan nada ragu ragu.


Syifa kembali mengangkat kepalanya dan menautkan keningnya.


__ADS_2