Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
248


__ADS_3

" Mencintai dan bertahan di sisimu, ibarat menggenggam mata pisau.Semakin erat kugenggam, semakin besar pula luka yang kau goreskan.Tidak salah jika aku memilih melepasakanmu agar aku tidak semakin terluka.Untuk luka yang terlanjur tergores, biarlah kubawa pergi..aku yakin seiring berjalannya waktu, luka itu akan sembuh dengan sendirinya "


♡♡ Nur Syifa.' Si Gadis Intorvert '♡♡


🌷🌷🌷


" Ini kan kartu ATM milik Syifa yang keberikan padanya !! "


Maliq membuka lipatan surat dengan perasaan berdebar.


Dia mulai membaca dengan seksama rangkaian kalimat yang tertulis di atas kertas putih itu.


..." Bismillah...Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh !! "...


...Apa kabarmu Kak ?? Pastinya kabar kakak baik kan ?!. Aku selalu mendoakan semoga kakak dan keluarga selalu sehat wal'afiat serta selalu dalam lindungan Allah SWT....


...Saat kakak membaca surat ini, itu artinya aku sudah tidak berada di kota ini lagi.Aku telah pergi jauh.Mungkin bagi kakak, aku tidak penting lagi untuk pamit karena aku bukan siapa siapa kakak lagi....


...Kak..!! bila ada yang bilang aku baik baik saja berpisah dengan kakak, itu bohong.Aku sakit kak.. !! aku terluka dan aku sangat terpuruk....


...kebersamaan kita yang terlalu singkat ini menorehkan luka yang sangat dalam di hatiku.Aku kecewa pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa meyakinkan kakak sebagai suamiku, bahwa aku bukan seperti apa tuduhan yang kakak berikan padaku....


...Tapi, yaa sudahlah...tidak ada lagi yang perlu disesali.Semua ini sudah menjadi kehendak Allah.Kita hanya bisa menjalani apa yang sudah digariskan takdir kita dengan ikhlas. Aku percaya setelah ini kita akan menemukan kebahagiaan kita masing masing....

__ADS_1


...Sedalam apapun kecewa di hatiku...aku tetap berterima kasih pada kakak.Terima kasih sudah memperkenalkan padaku, bagaimana itu mencintai.Terima kasih kakak telah memperkenalkan padaku, bagaimana sakitnya ketika tidak dipercayai oleh orang yang menjadi belahan jiwa kita....


...Bukannya aku ingin membela diriku. Tidak kak !! Aku tidak akan membela diriku pada kakak, karena aku sadar itu akan menjadi hal yang sia sia.Biarlah kakak menilaiku seperti apa yang ada di dalam benak kakak.Aku terima itu, kak !! Apapun nanti yang akan aku utarakan untuk memebela diri itu sudah tidak berguna lagi.Toh...semuanya sudah terlanjur hancur dan tidak bisa direkatkan lagi....


...Jujur, hingga saat ini aku tidak tahu apa penyebabnya sampai kakak sangat murka padaku.Aku berharap, kakak tidak sedang termakan fitnah yang disebar oleh orang yang dengki. ' Semoga saja !! '....


...Aku hanya berpesan, marilah kita mengambil pelajaran dari peristiwa ini.Dan kita coba untuk melupakan rasa sakit yang menggerogoti, agar masa depan tidak akan terbayang oleh masa lalu....


...Jika kakak ingin mengajukan permohonan cerai, aku ikhlas dan biar kakak saja yang menandatangani persetujuanku.Aku rasa kakak bisa menjiplak tanda tanganku, aku ijinkan kak !! tanda tanganku sangat mudah untuk dijiplak kok..yakin aku bahwa kakak bisa....


...Jika akta cerai itu sudah terbit, aku minta tolong sekali lagi.Tolong suratnya titipkan pada Gladis, jangan ke rumah orang tuaku.Karena aku pastikan, aku tidak berada di sana.Biar suatu saat nanti bila Allah mengijinkan aku akan datang menjemputnya di rumah Gladis....


...Oh ya kak !! kartu debet yang berisi tabungan keuangan kakak ada beserta dengan surat ini.Maaf tidak sengaja kebawa dalam dompet.Saat aku pergi, aku lupa mengeluarkannya....


...Wassalam......


...***Nursyifa....


...Mantan Istrimu***....


Maliq meremas sampul surat yang ada digenggamannya dan menatap nanar lembaran kertas di tangannya.Setetes cairan bening merembes di sudut matanya.


" Dia pergi..dia telah meninggalkanku.Semudah itu kau melangkah meninggalkan aku, seolah kebersamaan kita selama ini tidak berarti bagimu " Gumam jiwa egois Maliq berkata.

__ADS_1


Maliq menyusut air mata di sudut matanya lalu menatap benda tipis di tangan kirinya. " Kau mengembalikan ini ?? lalu kau akan menafkahi anak itu dengan apa ?? "


" Deg.. !! "


" Anak ?? Astaghfirullah...aku telah membuang anakku karena nafsu setanku !! bagaimana nasib anakku di luar sana ?? Bahkan aku belum melihat sedikitpun bagaimana wajah anakku !! Ya Allah...ampuni aku !! " teriak Maliq .Dia meremas rambutnya frustrasi.


Mata Maliq merah bersimbah air mata.Sungguh keadaan Maliq saat ini sangat miris.Tapi apa mau dikata, penyesalan itu datangnya sangat terlambat.


Bu Ati yang sedang membersihkan dapur terkejut mendengar teriakan Maliq.


" Ada apa dengan Pak Maliq ?? " Ujar Bu Ati sambil memperhatikan Maliq dari kejauhan.


Maliq tiba tiba bangkit dari tempatnya.


" Mamah..!! yaa Mamah pasti tahu dimana Syifa.Seperti sebelumnya, Mamah yang mengatur semua kepergian Syifa " Pekik Maliq sumringah lalu beranjak dari tempatnya dan buru buru hendak ke rumah Mamahnya.


" Maliq..!! mau kemana ?? " Pekik Sandra dari depan pintu kamarnya.Sejak keluar dari rumah sakit, kakek tetap memaksakan Sandra dan anaknya untuk tetap tinggal di rumah Maliq, walau berulang kali ditolak oleh Maliq.


Maliq menoleh ke arah Sandra dan menatapnya dengan nyalang.


" Bukan urusanmu !! " Sentak Maliq geram lalu melanjutkan langkahnya.


Sandra terperanjat kaget. " Sampai kapan kau akan mbenciku, Maliq !! " Desis Sandra pilu.

__ADS_1


__ADS_2