Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
186


__ADS_3

" Aaarghhh ...sialan kamu,Syifa...!!! aku akan membalasmu !!! liat nanti,siapa yang akan tersingkir " Pekik Sandra dengan dada turun naik menahan kemarahannya.Dia mengacak rambutnya dengan kesal.


" Tidak ada orang yang boleh menghalangi keinginanku.Aku sudah berjuang sampai di tahap ini,akan aku singkirkan siapapun yang menjadi penghalangnya " Gumam Sandra sambil mondar mandir di dalam kamar.


Di dalam kamar Syifa....


Syifa memejamkan matanya dengan perasaan bercampur aduk.Dia menutupi kegelisahannya dengan memaksakan matanya untuk terpejam.


" Aku harus memprjuangkan rumah tanggaku.Kak Maliq tidak boleh termakan tipu daya mereka "Batin Syifa sambil menghela nafasnya dengan berat.


" Dek...!! belum tidur kan?? Kakak boleh bicara ?? " Maliq yang memeluk Syifa dari belakang tiba tiba bertanya ketika mendengar helaan nafas berat Syifa.


" Mm..sudah tidur !! " ketus Syifa.


" Ha..haa...haa !!! " Maliq terbahak mendengar jawaban Syifa.


" Mana ada orang tidur bisa ngomong ".


" Ish...!! " Syifa menghempaskan tangan Maliq yang melingkar posesif di pinggangnya.Dia kesal Maliq terus menggodanya dari tadi.


" Mending Kak Maliq keluar deh..aku mau istrahat !! "Ujar Syifa kesal sambil bangkit dan duduk di tepi ranjang.


Maliq ikut bangkit dan duduk di samping Syifa.Direngkuhnya bahu Syifa menghadap padanya.


" Dek..Kakak minta maaf.Kakak tidak bisa menemanimu waktu wisuda dan tidak bisa menjemputmu " Lirih suara Maliq penuh penyesalan.


Syifa menundukan tatapannya menghindari tatapan Maliq.


" Kakek masuk rumah sakit dan hanya ingin aku yang merawatnya.Ternyata Kakek kena serangan jantung karena mendengar kabar Om Ino kecelakaan dan meninggal dunia.Om Ino itu Ayahnya Sandra,dan dia adalah ponakan kesayangan Kakek.Ponakan yang dirawatnya sejak kecil.Om Ino dibesarkan oleh Kakekku bersama Papahku.Kakek sangat shock mendengar kematian Om Ino " Tutur Maliq lalu menjedanya sejenak ingin melihat tanggapan Syifa.


Syifa tetap diam dan melempar pandangannya ke titik lain.


" Aku sangat panik mendengar Kakek masuk ICU.Dia Kakek yang selama ini sangat menyayangiku.Dari aku kecil,aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama Kakek dan Nenek,orang tua dari Papah ".


"Akhirnya,setelah Kakek siuman dan dibolehkan pulang oleh dokter.Kakek memintaku untuk menikahi Sandra.Kakek merasa kasihan pada Sandra yang kini hidup sebatang kara.Aku ingin menolaknya,tapi aku ingat pesan dokter agar tidak membuat Kakek merasa tertekan.Aku bingung,dek !! ". Imbuh Maliq lagi dengan nada frustasi.


Syifa bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di depan jendela kamar sambil bersedekap dada.Tatapannya kosong menyapu pemandangan di luar jendela.

__ADS_1


" Aku boleh meminta sesuatu pada Kak Maliq ?? " Desah Syifa setelah beberapa saat hening.


Maliq bangkit mendekati Syifa lalu melingkarkan tangan besarnya ke pinggang Syifa.


" Adek mau minta apa,hmm ??" Tanya Maliq dengan lembut.


" Aku mau Kak Maliq jangan pernah menyentuh Sandra dan jangan pernah menidurinya " Tekan Syifa dengan nada datar.


" Apa itu berat, Kak ?? Imbuh Syifa.


Maliq terkekeh gemas." Tanpa adek memintanya,Kakak tidak akan menyentuhnya.Kakak menikahinya karena Kakek,bukan karena Kakak menginginkannya "


" Tapi Kakak senang dipeluknya.Kakak tidur dengannya semalam " Timpal Syifa kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


Maliq menangkup wajah Syifa." Kakak terpaksa dek...semalam Kakak tidak tidur seranjang dengannya.Kakak tidur di sofa " Jelas Maliq mengikis jarak dengan Syifa lalu mengecup mesra kening Syifa.


Wajah Syifa merona lalu berbalik membelakangi Maliq.


" Adek mendengar semuanya semalam?? " Tanya Maliq.


Syifa mengangguk kecil." Berjanjilah Kak...Kakak tidak akan menyentuhnya !! " Tekan Syifa setengah memohon.


Maliq merengkuh kedua bahu Syifa dan membalikan badan Syifa menghadapnya." Tatap mataku,dek.Adek percaya pada Kakak ?? Kakak janji tidak akan menyentuhnya " Gumam Maliq sambil menghujam netra Syifa.


Syifa menatap mata elang itu mencari kebohongan tapi tidak menemukannya.


" Maafkan adek,Kak.Kalau sudah egois.Adek hanya ingin memastikan bahwa rumah tangga kita akan baik baik saja tanpa adanya pihak ketiga,sebelum anak kita lahir " Ujar Syifa lembut sambil menundukan kepalanya.


" Aa anak ?? maksudnya adek mau punya anak ??" cecar Maliq mendengar ucapan Syifa.


Syifa mengangguk kecil." Iya,Kak.Adek hamil dua bulan Kak...!!" Gumam Syifa tapi masih terdengar oleh Maliq.


" Aku harus memberitahukan kehamilanku,agar Kak Maliq tidak akan memperdulikan Sandra lagi.Maaf Sandra..aku harus menggagalkan rencanamu " Batin Syifa.


" Aa apa?? Adek hamil dek...Kakak tidak salah dengar kan?? Adek tidak lagi bercanda kan ?? " pekik Maliq gembira.


Syifa tersenyum lalu mengangguk.

__ADS_1


" Aaaah...jadi Kakak akan menjadi seorang ayah ??" Maliq memeluk Syifa lalu menghujani pipi Syifa dengan ciuman.Wajahnya berbinar bahagia.


" Kaak..!! Adek sesak !! " Pekik Syifa dengan suara tercekat.


" Aah..ma maaf..!! Kakak terlalu gembira " Maliq mengurai dekapannya tapi masih tetap memeluk tubuh Syifa dengan lembut.


" Kita ke dokter sekarang,yukk !! " Ujar Maliq antusias.


Syifa menggeleng.." Insyaa Allah besok saja ,Kak...adek lagi puasa !! "


" Haa..Adek puasa ?? tapi bagaimana dengan kandungannya ?? "


" Insyaa Allah tidak apa Kak..malah bagus,kita mengajarkan sedini mungkin ketaatan pada Allah kepada anak kita.Agar anak kita kelak menjadi anak sholeh sholeha ketika besar nanti "


" Tapi...kalau buka puasa nanti harus makan makanan bergizi dan minum susu yaa,dek...agar dede bayi tidak kekurangan nutrisi " Ujar Maliq posesif.


" Nanti Kakak suruh Bu Ati belanja daging dan sayur untuk buka puasa nanti " Imbuhnya lagi sambil beranjak hendak keluar dari kamar.


" Kak...!! kenapa Kakak jadi panik gitu.Jangan ke mana mana !! Adek masih mau di peluk sama Kak Maliq " Ujar Syifa manja dengan bibir mengkerucut.


" He..he..he maaf..Kakak mau suruh Bu Ati belanja lalu balik lagi ke sini " Maliq menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Syifa menggeleng." Adek maunya buka puasa di cafe yang dekat taman kota tempat adek sama Gladis biasa makan " Tegas Syifa.


" Ooh..ok.Kita akan makan di situ nanti " Ucap Maliq sambil menautkan jari telunjuknya dengan ibu jari membentuk lingkaran.


Syifa terkekeh lalu menyandarkan kepalanya di dada Maliq. " Tapi,adek maunya makan bersama Kak Willy dan Gladis ".


Maliq mengecup pucuk kepala Syifa bertubi tubi." Ceritanya adek lagi ngidam nih ??"


" Humm ...Adek rindu pada Gladis.Kemarin waktu adek baru nyampe hanya bisa ketemu sebentar soalnya Kak Willy mau meeting dengan kliennya.


" ooh..ok.Nanti Kakak telpon Willy sebentar"


" Terima kasih Kak !!" Ucap Syifa dengan nada manja.


"Kakak yang harusnya berterima kasih dek.Adek masih mau memberi kesempatan pada Kakak dan mau mengandung anak Kakak. Kakak bahagia,dek...!! kita kabari Mamah sekarang yaa...kita telpon Mamah "

__ADS_1


Syifa hanya mengagguk tanpa melepaskan pelukannya di tubuh Maliq.


" Kak Maliq hanya milikku..tidak akan kubiarkan manusia licik menipunya.Sandraa..!! sayang sekali sebelum rencanamu berjalan,Allah telah membuka tabir rahasiamu" Gumam Syifa dalam hati.


__ADS_2