
💓💓💓 Big thanks buat pembaca setia " Kisah Hidup Gadis Introvert "..🙏🙏 Terima kasih atas dukungannya 🙏🙏 Ikuti terus kisahnya yaa 👍👍
🌷🌷🌷
" Woww...!! akhirnya si tuan putri sudah pulang.Sudah bosan jalan jalannya ?? bagus yaa..!! saat suami kelimpungan mencari keberadaanmu,kau malah asyik bersenang senang.Dasar wanita tidak tahu diri !! " Suara cempreng dari seorang wanita berhasil menghentikan langkah Syifa yang sedang dituntun oleh Fany hendak masuk ke dalam rumah.
Kemarin waktu Maliq ke rumah Mamahnya untuk mengecek keberadaan Syifa,Kak Dewi memang berada di rumah Mamahnya.Kak Dewi mendengar semua keterangan Maliq.Dalam hati Kak Dewi sangat bersyukur kalau Maliq meninggalkan Syifa di parkiran.
" Semoga gadis kampung itu tidak pernah kembali lagi.Dan posisinya akan digantikan oleh Sandra " Batin Kak Dewi saat itu seraya menyeringai jahat.
Sontak Syifa dan Fany menoleh sumber suara. " Kak Dewi ?! " Gumam Syifa datar.
" Ayo masuk, Fany..!! " Ujar Syifa tanpa memperdulikan kehadiran Kak Dewi yang sedang melangkah ke arahnya.
Rencananya hari ini Kak Dewi datang menemui Sandra akan mengatur strategi agar Maliq jatuh ke dalam pelukan Sandra dan akan menjadikan Sandra sebagai istri satu satunya Maliq.
" Aaahh..kenapa juga perempuan kampung ini pake balik segala !! " Gerutu Kak Dewi dalam hati.
" Heeh...!! perempuan kampung..!! kemana saja kau dari kemarin ?? bikin susah orang saja...kau sengaja yaa bikin adikku kelimpungan mencarimu ?? " Cecar Kak Dewi lagi menyerang Syifa.Dia geram,sepertinya Syifa tidak merespon ucapannya tadi.
Syifa menatap sekilas Kak Dewi dengan tatapan dinginnya lalu mengajak Fandy dan Fany untuk masuk.
Fandy merasa risih dengan tatapan Kak Dewi yang seolah sedang mengulitinya.
" Heii..!! kau selingkuhan perempuan kampung itu yaa ?! " Sarkas Kak Dewi seraya menatap tajam ke arah Fandy.
" Maaf, saya temannya Syifa " Jawab Fandy singkat berusaha tetap sopan.
" Hhff..siapa sih..ini Mak lampir ?? sinis sekali.Kasihan Syifa sepertinya dia tertekan di sini " Batin Fandy.
" Fandy..!! ayo masuk !! " Suara bernada memerintah menyentak lamunan Fandy.
" Eeh..iya Syifa..!! " Fandy segera melangkah mengekori Syifa dan Fany.
__ADS_1
Kak Dewi yang merasa tidak dihiraukan keberadaannya langsung mendengus kesal.
" Dasar perempuan kampung !! tidak pernah menghargai orang yang lebih tua darinya " Gerutu Kak Dewi seraya melangkah menuju pintu utama.
Syifa menekan bel rumahnya dan tak berselang lama kemudian pintu terbuka seiring tubuh seorang wanita cantik keluar dari dalam rumah.
" Syifa..!! "
" kemana saja kau dari kemarin ?? " pekik Sandra dengan wajah sumringah.
" Aku dan Maliq mencarimu sampai malam !! " Imbuhnya lagi seraya memeluk tubuh Syifa dengan erat.
Saat sedang memeluk Syifa,sekilas dia melihat dua orang lain datang bersama Syifa.
" Itu kan teman Syifa yang bertemu di mall beberapa waktu lalu " Batin Sandra seraya menatap Fandy lalu tersenyum manis.
" Ekheemm..Sandra, nggak usah heran dia baru balik.Kita kelimpungan mencarinya,ternyata dia lagi bersenang senang dengan selingkuhannya " Suara sinis Kak Dewi tiba tiba menginterupsi Sandra.
Sandra mengurai pelukannya pada Syifa." Kak Dewi..!! Syifa bukan perempuan seperti itu ".
Sandra melotot ke arah Kak Dewi yang dibalas delikan tajam oleh Kak Dewi.
Sandra yang paham dengan situasi langsung mengerti.Dia tidak ingin Kak Dewi membuat keributan di depan tamu Syifa.
" Kak, ayo masuk..!! " Ajak Sandra pada Kak Dewi seraya meraih lengan Kak Dewi menariknya masuk ke dalam ruang keluarga.
" Fany..Fandy..!! ayo,mari masuk !! " Ajak Syifa pada Fany dan Fandy yang terpaku di depan pintu.
Kedua bersaudara itu serentak mengangguk lalu masuk ke dalam ruang tamu mengekori Syifa.
Sandra yang sudah berada di ruang keluarga dengan Kak Dewi langsung meronggoh ponselnya dalam saku celana pendeknya.
" Hallo,Maliq..!! cepat balik ke rumah.Syifa sudah balik diantar oleh temannya " Seru Sandra ketika panggilannya diangkat oleh Maliq.
°°°°°°
__ADS_1
" Iya mereka masih di ruang tamu.Aku lagi bersama Kak Dewi di ruang keluarga " Ujar Sandra seakan memberi kode pada Maliq agar dia tahu bahwa Kak Dewi sedang berulah di rumahnya.
°°°°°°
" Ok.Waalaiku salam !! " Sandra menutup panggilannya.
" Ngapain sih kau telpon Maliq ?? " Celetuk Kak Dewi tidak senang seraya menatap tajam ke arah Sandra.
Kak Dewi memajukan wajahnya ke arah Sandra " Kelihatannya kau itu mulai tunduk dengan perempuan kampung itu.Atau kau hanya pura pura baik pada Syifa, yaa..!?.kau sedang merencanakan sesuatu ?? " Ujar Kak Dewi dengan suara pelan seraya menelisik wajah Sandra dengan intens.
" Astagaa..!! apa apaan sih Kak Dewi.Kenapa aku harus pura pura baik pada Syifa.Dia itu wanita yang baik dan tulus,sudah sepantasnya dia itu dapat perlakuan yang baik " Sergah Sandra jengah.
" Hei...sejak kapan kau mau berbaikan dengan rivalmu ?? aku tahu apa isi otakmu.Aku tahu kau sedang mencari simpati Maliq dengan pura pura baik pada istri kampungannya itu " Sarkas Kak Dewi mencibir dengan senyum sinis tersungging di bibirnya.
" Hhf..terserah !! " Sandra memutar bola matanya jengah.
" Kak Dewi tidak tahu bagaimana deritaku di sini mendapat perlakuan dari adik kesayangan Kakak itu ?? "
" Maliq tidak pernah menganggapku ada.Dia selalu menghina dan mencaciku,bahkan mengusirku !! "
" Andai Syifa tidak membujuk Maliq, mungkin saat ini aku sudah jadi gembel !! dan hanya Syifa juga yang menganggapku ada di dalam rumah ini.Hanya Syifa yang perhatian denganku.Hanya Syifa yang peduli dengan kehamilanku.Setiap hari dia yang selalu mengingatkanku untuk minum susu.Setiap saat dia memberikanku uang saku tanpa aku memintanya " Tutur Sandra gemas dengan nada berapi api.
" Cih...kau itu bodoh atau polos ?? dia hanya bersandiwara untuk menutupi kebusukannya.Faktanya dia itu yang sudah meracuni Maliq agar membencimu " Cibir Kak Dewi lagi memprovokasi Sandra
Sandra menautkan ujung keningnya. " Terserah apa kata Kak Dewi.Hati orang memang kalau sudah dihinggapi kebencian,dia tidak perlu alasan untuk dapat membenci seseorang.Akibatnya mata hatinya yang sudah berselimut benci akan sulit untuk dapat menerima kebenaran "
Sandra jengah mendengar kata kata Kak Dewi yang bermulut pedas level 100.Hilang sudah rasa hormat di hatinya.Toh selama ini dia tidak mendapat apa apa kalau mendengarkan apa yang diinginkan oleh Kak Dewi dan kakek.Mereka hanya ingin menjadikan Sandra boneka untuk menguasai harta Maliq.Dan Sandra sadar mereka tidak ada yang setulus Syifa.
" Plaaak !! "
" Lancang kau Sandra !! apa maksudmu berbicara begitu haa ?? " Pekik Kak Dewi lalu menampar pipi Sandra yang mulus .Dia geram mendengar setiap untaian kata yang keluar dari mulut adik ipar kebanggannya itu.
Sandra yang mendapat tamparan dari Kak Dewi hanya meringis pelan seraya mengelus pipinya.
" Bukan apa apa,Kak.Aku hanya ingin mencoba menyentuh hati Kak Dewi, lihatlah Syifa itu sebagai istri dari adik kakak.Dan dia tidak pantas menerima kebencian yang tidak mendasar dari kakak " Ucap Sandra datar.Tidak ada sedikitpun nyalinya merasa ciut menerima kemarahan dari iparnya itu.
__ADS_1
" Dasar Yaa..perempuan tidak tahu diri !! disodorkan kebaikan malah balik menyerang orang memberi kebaikan.Lihat saja nanti apa yang akan terjadi dengan dirimu.Bila saat itu akan tiba,kau akan menyesal " Umpat Kak Dewi seraya berdiri dari tempatnya lalu menghentakan kakinya di ubin dengan kasar dan melangkah keluar dengan wajah penuh dengan kekesalan.
" Justru saat ini aku merasa malu dan menyesal,sudah mengikuti rencana kalian untuk menggoda Maliq.Lama lama suamimu yang kuambil " Batin Sandra kesal sambil menatap nanar punggung Kak Dewi yang hilang di balik tembok rumah.