Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
141


__ADS_3

Di tempat lain.Linda nampak tersenyum senyum senang.


" Alam memang sedang berpihak padaku.Syifa datang di moment yang tepat" Gumam Linda sambil tersenyum licik.


Saat bersama Maliq tadi,Linda melihat kedatangan Syifa.Dan dia sangat yakin Syifa sudah salah paham dengan apa yang terjadi.


" Maliq...kau tidak bisa melepasku begitu saja..aku yakin kau akan datang padaku memohon mohon agar aku mau kembali padamu ...ha..haaa.." Tawa Linda menggema di dalam kamarnya.


" Aku yakin,saat ini Syifa lagi menagis dan akan segera menghilang dari sisi Maliq " Monolog Linda.


" Ayoo..Linda, sekarang bersiaplah dengan drama barumu ".Gumam Linda sambil menyeringai licik.


***


Di taman.Syifa sudah selesai menelpon Mamah Maliq.


" Hhfft...Mamah menginginkan aku tidak minta cerai dari Kak Maliq."


"Syifa,Mamah mohon demi Mamah.Jangan ceraikan Maliq.Kau bisa memberinya pelajaran dengan meninggalkannya ke Jerman.Nanti kita liat,kalau memang dia tidak berubah.Sepulangmu dari Jerman,Mamah yang akan mengantarkanmu ke pengadilan Agama "Ucapan Mamah terus terngiang ngiang di telinga Syifa.


" Plend.." Syifa tersentak ketika tiba tiba sebuah tepukan mengagetkannya.


" Gladis..." Desis Syifa.


" Yuk pulang,aku akan mengantarmu" Ujar Gladis.


Syifa bingung.Sebenarnya dia masih ingin menenangkan dirinya di sini.


" Dis...kamu pulang duluan aja,aku masih mau di sini.Kak Willy mana??"


" Kak Willy sudah balik ke show roomnya " Jawab Gladis.

__ADS_1


" Kalau kamu masih mau di sini, mending aku di sini juga.Lagian ini kan lagi libur semester " Ujar Gladis sambil duduk di samping Syifa.


Syifa tersenyum sambil mengangguk.


" Plend..kamu lagi mikirin suamimu ??dari tadi wajahmu ditekuk terus " Tanya Gladis sambil menatap Syifa dengan intens.


" Nggak" Syifa menggeleng.


"Plend..aku tau lagi nyembunyikan masalahmu.Tapi,kalau kamu belum siap menceritakannya tidak apa apa.Aku setia menunggu curhatanmu " Ujar Gladis lembut.


Syifa hanya menghela napasnya kasar.Disandarkannya punggungnya di bangku taman.Seketika suasana diantara mereka jadi hening.


" Dis,kita balik yukk..." Ucap Syifa tiba tiba setelah beberapa saat sunyi.


" Yukk" sahut Gladis singkat lalu beridiri menuju mobilnya yang terparkir di tepi jalan.


***


Di rumah Maliq gelisah menunggu Syifa.


sepulangnya dari mengantar Linda pulang tadi.Maliq langsung membersihkan dirinya dan menunggu Syifa di dalam kamarnya.


Maliq duduk di tepi ranjang." Apa Mamah masih membujuk Syifa yaa..??!! Gumam Maliq sambil menguap.


" Kenapa aku ngantuk sekali..hoamm" Maliq merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Perlahan Maliq terlena ke alam mimpi.


Sementara itu,Syifa yang di antar Gladis pulang.Memasuki rumah tanpa bersuara.


Syifa menelisik setiap sudut rumah.Dia tidak menemukan Maliq.

__ADS_1


" Mungkin dia lagi pergi bersama Linda" Gumam Syifa sambil memasuki kamarnya.


Sesampainya di kamar,Syifa berpikir sejenak.


" Aku harus cepat pergi dari sini,sebelum Kak Maliq datang"Gumam Syifa sambil meraih koper besar di samping lemari pakaiannya.


" Maafkan aku Kak Maliq,aku sudah tidak sanggup harus menerima janji janjimu yang tidak pernah kau tepati".Monolog Syifa sambil mengemasi pakaiannya.


Selesai berkemas,Syifa mengambil secarik kertas dan pulpen.Di tulisnya surat untuk Maliq dan diletakannya di atas meja rias.


" Hffft..aku harus gerak cepat.Semoga saja Bu Aty nggak melihatku " Gumam Syifa sambil menarik kopernya pelan pelan.


Saat mendekati pintu gerbang Syifa melihat Satpam sedang menikmati secangkir kopi.


"Assalamualaikum,Pak !!" Sapa Syifa pada satpam dengan nada dibuat senormal mungkin agar satpam tidak curiga bahwa dia lagi melarikan diri.


" Waalaikum salam,Nak Syifa!!!.Hendak ke mana Nak,bawa koper besar??" Tanya Satpam tanpa curiga.


" Mau liburan sama teman,Pak " Jawab Syifa singkat.(Ampuni aku Ya Allah,sudah sengaja berbohong).


" Ooh...selamat bersenang senang yaa Nak!!" Ujar Satpam tanpa curiga.Karena selama ini dia tidak pernah melihat Maliq mengantarkan Syifa.Dia sering melihat Syifa kemana mana pasti sendiri.


" Iya,terima kasih Pak.Saya permisi dulu " Ucap Syifa sambil menyeret kopernya keluar dari halaman.


Syifa menunggu taxi agak jauh dari rumahnya.Dia takut Maliq akan melihatnya.


Sesaat kemudian Syifa melihat sebuah taxi meluncur ke arahnya.Syifa melambaikan tangannya memanggil taxi tersebut.


" Antar ke penginapan dekat Bandara Ya Pak..!!" Titah Syifa setelah naik ke dalam mobil.


" Baik Non "

__ADS_1


" Ya Allah,sebenarnya aku ingin pulang ke kampung halamanku.Aku ingin pamit dulu ke orang tuaku,tapi pasti mereka akan menanyakan Kak Maliq.Aku belum siap melihat wajah sedih mereka" Gumam Syifa di dalam hati.Perlahan air matanya menetes di pipinya.


" Maafkan Adek..Mah,Pah.Insyaa Allah,adek balik dari Jerman adek akan menjelaskan semuanya pada Mamah dan Papah.


__ADS_2