
Mamah melirik Maliq.
" Maliq,kamu pulanglah dulu.Syifa biar di sini nanti Mamah ke rumahmu bersama Syifa nanti " Titah Mamah pada Maliq.Dia ingin berbicara empat mata dengan Syifa.
"Tapi,Syifa datang bersamaku." Protes Maliq tidak mengerti maksud Mamah.
"Ckk...Syifa tidak akan ke mana mana.Nanti Mamah akan mengantarnya pulang.Mamah sudah tidak merasa pusing lagi,Mamah sudah bugar kembali" Tukas Mamah kesal.
"Lagian kamu kan akan ke kantor" Imbuh Mamah.
"Aku libur " Ujar Maliq singkat masih belum tanggap.
" Huuuhh...pergi sana pulang duluan,Mamah masih pengen bicara sama Syifa" Mamah bangkit dari tempatnya lalu menyeret Maliq keluar kamar.
" Mau..Mamah bujukin Syifa atau tidak nih..??" Bisik Mamah pada Maliq ketika mereka ada di luar kamar.
" Ee...eh iya,maaf Maliq tidak mengerti tadi"
" Ck... kenapa kamu tiba tiba jadi b*go sih !!" Kesal Mamah menoyor kepala Maliq.
" Haah..eeh " Maliq tersenyum bingung.
" Sudah sana pulang duluan.Tunggu Syifa di rumah,kalau bisa siapkan sesuatu yang bisa bikin Syifa baper."
"Hmm..iya juga ya "..Gumam Maliq menerawang.
" Yaa sudah,Mah aku balik dulu yaa" Pamit Mamah sambil mencium punggung tangan Mamah.
"Hmm "
Mamah menutup kembali pintu kamar saat Maliq membalikkan badannya pergi dari situ.
***
Di rumah Maliq.Linda mulai merasa jenuh menunggu kedatangan Maliq.
" Hfft kemana sih dia ???" Gumam Linda sambil menelisik setiap sudut ruangan tamu.
__ADS_1
" Kalau Maliq sudah menikah denganku,aku akan mengganti semua furniture yang ada dalam rumah ini.Aku tidak mau ada bekas Syifa di sini"
" Itukan mobil Maliq " Gumam Linda mengintip keluar.Dia melihat mobil Maliq memasuki parkiran.
" Apa Syifa pergi bersamanya??tapi kok dia cuman sendiri yaa?? berarti baguslah dia tidak pergi bersama Syifa" Gumam Linda.Gegas dia duduk di sofa dan memasang tampang sedih.
"Linda !!" Gumam Maliq terkejut saat melihat Linda sedang duduk di sofa.
" Sayang...kamu ke mana aja sih..aku telpon telpon dari kemarin,tapi hp kamu nggak aktif.Jadi aku datang kemari " Ujar Linda dengan nada manja.
"Glek " Maliq menelan ludahnya kasar.
" Eeh..itu hpku hilang.Aku tidak tau nyelip di mana.aku cari cari belum ketemu " Kata Maliq berbohong.
" Ooh..ya udah nggak apa apa sayang.." Linda mendekati Maliq lalu memeluk Maliq dengan manja.
Maliq gelagapan." Linda,jaga sikapmu.Ini ada di dalam rumahku.Nanti ada yang liat" Ujar Maliq sambil mengurai pelukkan Linda.
" Kamu kok gitu,sayang..kan sebentar lagi kita akan menikah.Otomatis aku juga sebentar lagi akan menempati rumah ini " Rajuk Linda dengan nada dibuat sesedih mungkin.
" Ayo duduk dulu " Ajak Maliq sambil menuntun Linda duduk kembali.
" Linda,aku sudah putuskan kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi.Kita tidak bisa bersatu,kita beda keyakinan." Ujar Maliq to the point pada Linda.
" Aku akan mencoba memperbaiki hubunganku dengan istriku,dan aku harap kau bisa menerima itu "
Linda terkejut." Haah...kenapa seperti itu,sayang.Kita kan sudah pernah membahasnya sebelumnya.Dan aku sudah bilang ke kamu bahwa aku akan pindah keyakinan." Pekik Linda tidak terima dengan pernyataan Maliq.
"Hffftt..tidak semudah apa yang kita bayangkan Linda.Kamu tidak bisa membuang agamamu hanya demi untuk bersamaku.Jika seperti itu keyakinanmu,aku ragu kita akan bahagia.Jika kau memutuskan memeluk satu agama,niatkanlah itu hanya karena keyakinanmu pada Tuhan,bukannya ingin mengejar makhluk ciptaan Tuhan " Tutur Maliq berasa bijak.(ðŸ¤ðŸ¤)
" Tidak Maliq,kau tidak bisa seperti ini.Kenapa setelah sekian lama kau menggantungku terus tiba tiba kau memberi keputusan sepihak seperti ini.Aku tidak sudi,Maliq !!!" Pekik Linda frustasi.
"Aku tidak terima diginiin.Kenapa Maliq ??apa kau tidak mencintaiku lagi??apa istrimu sudah membuatmu berpaling dariku?? jawab aku !!! " Pekik Linda lagi sambil menggoyang goyangkan tubuh Maliq.Cairan bening perlahan merembes jatuh di pipinya.
Maliq tertunduk.Jujur masih ada rasa cintanya pada Linda.Dia tidak sanggup harus melihat Linda menangis histeris di depannya.
" Maafkan aku,Linda.Takdir sudah menggariskan hubungan kita cukup sampai di sini saja " Ujar Maliq terbata menahan tangis.Diraihnya tubuh Linda, dibawanya ke dalam pelukkannya.
__ADS_1
" Aku tidak terima Maliq.Aku terlanjur sangat mencintaimu.Ak aku rela melepaskan semuanya demi kau.Tapi kenapa hari ini kau membuatku kecewa,Maliq." Linda menangis tergugu di pelukkan Maliq.
Maliq membelai rambut Linda dengan lembut." Linda,marilah kita perbaiki kesalahan kita.Hubungan kita ini sudah salah.Ada atau tanpa kehadiran Syifa,hubungan kita memang sudah sangat salah.
Linda diam,hanya suara isakannya yang sesekali terdengar.Dia menikmati dekapan Maliq.Disandarkannya kepalanya di dada Maliq dengan nyaman.
" Baiklah Maliq,kalau itu sudah menjadi keputusanmu,terpaksa aku harus menerimanya.Aku tidak bisa berbuat apa apa.Tapi bolehlah aku memelukmu lebih lama lagi untuk yang terakhir kalinya ??!! Ujar Linda tiba tiba setelah sesaat hening.
"Hmm..maafkan aku,Linda!!! " Gumam Maliq sambil mengecup pucuk kepala Linda.Dipejamkannya matanya dengan penuh kegelisahan.Dia takut jika Syifa tiba tiba datang memergokinya bersama Linda.
Maliq tidak menyadari,ada sepasang mata sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan penuh kekecewaan.Seketika pemilik sepasang mata itu segera berlalu dari tempatnya berdiri.
Linda mendongakan kepalanya,bangun dari dekapan Maliq.Ditatapnya Maliq yang masih terpejam.
" Terima kasih,sayang..kau sudah mengambil keputusan yang tepat " Ujar Linda tersenyum misterius setelah beberapa saat dia memandangi wajah Maliq.
Sontak Maliq membuka matanya." Apa maksud perkataanmu Linda ??" Tanya Maliq sambil menatap Linda dengan intens.
" Maksudku,kau sungguh bijak mengambil keputusan.Aku akan coba mengikhlaskan semua yang terjadi sekarang.Aku akan berusaha move on dari hubungan kita ini,walau pastinya ini akan terasa berat" kilah Linda sambil tersenyum licik.
" Baiklah Maliq,aku pamit pulang dulu,nggak enak kalau tiba tiba Syifa akan datang,dia pasti akan salah sangka dengan keadaan kita ini" Imbuh Linda sambil berdiri.
" Ooh..iya,maafkan aku Linda " Ujar Maliq lagi sambil berdiri mengikuti Linda.
Linda tersenyum lembut lalu membelai pipi Maliq." Jika satu saat kau merubah keputusanmu,ingat aku selalu menunggumu " Gumam Linda sambil membalikkan tubuhnya berjalan menuju pintu keluar.
" Tunggu,Linda.Kamu datang naik apa??kenapa mobilmu tidak ada di depan??" Tanya Maliq pada Linda.
" Ekhm..itu mobil ada sama teman aku.Dia meminjamnya kemarin,katanya buat ngantar Kakaknya di bandara.Aku naik taxi ke sini" Ujar Linda gagap.
Padahal yang sebenarnya mobilnya ada pada Marco.Setelah dia mabuk semalam,marco mengantarnya pulang.Dan dia menyuruh Marco membawa pulang mobilnya.
"Baiklah,aku akan memgantarmu untuk terakhir kalinya" Ujar Maliq sambil meraih kunci mobil di depannya.
" Hhmm..ngga usah Maliq.Aku nggak enak sama Syifa "
" Nggak apa apa ..dia lagi di rumah Mamah sekarang.Nanti mamah antarin dia balik " ucap Maliq.
__ADS_1
" Oh..iya terima kasih " ucap Linda tersenyum penuh kemenangan.
" Yess...saat ini Syifa pasti lagi nangis "