Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
83


__ADS_3

"Astagfirullah...Gladis,Iya Aku sudah siap dari tadi".Ujar Syifa terkejut.


"He..he..he..Sory sory...Aku sengaja" Gladis terkekeh melihat keterkejutan Syifa.


Syifa menggeleng kepalanya melihat sikap Gladis.


"Ya udah Ayoo...kita diantar siapa, Gladis??"


"Tuh Mamih sama Papih Aku di dalam mobil"Ujar Gladis sambil menunjuk ke arah mobil Alphard warna hitam di depan rumah Syifa.


"Aku tidak enak Gladis,sudah merepotkan orang tuamu"Ujar Syifa pada Gladis.


"Nggak apa apa kok...Mamih dan Papih Aku yang mau kok,lagian mereka juga pengen kenalan denganmu"


"Haah..kenalan?beo Syifa.


"Iyaa..Mamih sama Papih sudah lama pengen ketemu sama kamu,tapi kamunya nggak mau aku ajak ke rumah".


Syifa mengangguk sambil melangkah ke mobil Gladis,sebelumnya dia pamit pada Pak Mardi dulu.


"Pak Mardi,Aku pamit ke Jakarta dulu yaa...titip rumah sama Kak Maliq ya pak!"


"Oo..Iya Nak..hati hati di jalan,semoga selamat sampai kembali ke sini lagi"


"Aamiin..makasi doanya Pak...Assalamualaikum"


"Walaikum Salam warrahmatullahi wabarakatuh"..Ujar Pa Mardi sambil menatap kepergian Syifa.


Di dalam mobil Syifa merasa kikuk dengan adanya orang tua Gladis.Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena orang tua dari sahabatnya itu sangat ramah padanya.


Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara...Syifa dan Gladis segera melakukan check in lalu menuju gate keberangkatan.


Tak berselang lama terdengar suara informasi bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera berangkat.

__ADS_1


***


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam 20 menit..sampailah Syifa dan Gladis di bandara Internasional Soekarno Hatta.


Di pintu bandara sudah menanti sopir Papih Gladis yang sudah di telepon oleh Papih untuk menjemput Syifa dan Gladis di bandara.


"Selamat Siang Non"Sapa Pak Tono hormat pada Gladis.


"Siang Pak Tono..apa kabar?"


"Baik Non"Pak Tono meraih koper Gladis dan Syifa untuk diletakkan di bagasi mobil.


"Kita langsung ke rumah nih Non??"Tanya Pak Tono pada Gladis.


"Iya Pak...soalnya temanku besok pagi mau menghadiri kegiatannya,biar dia istrahat dulu hari ini"


"Baik Non...mari"Ujar Pak Tono sambil membuka pintu mobil untuk Syifa dan Gladis.


" Terima kasih Pak"Ucap syifa sambil masuk ke dalam mobil.


Pak Tono mengangguk hormat pada Syifa,"Sama sama Non".


Selama perjalanan,Syifa terkagum kagum dengan pemandangan yang mereka lewati.Syifa baru kali ini menginjakkan kakinya di ibu kota negaranya.


Sekitar 30 menit perjalanan sampailah mereka di depan rumah mewah milik orang tua Gladis.


Gladis mengajak Syifa langsung memasuki kamarnya.


"Ayoo..Syifa..kita ke kamarku"


Syifa mengikuti Gladis dengan perasaan canggung.Mereka memasuki kamar Gladis yang bernuansa pink biru..


"Ayo Syifa...kita mandi dulu..setelah itu kita makan.Bi Num pasti sudah menyiapkan makanan".

__ADS_1


Syifa hanya mengangguk pelan lalu menyiapkan peralatan mandinya yang diambilnya dari dalam koper.


Setelah selesai mandi,Gladis mengajak Syifa untuk makan siang yang telah disiapkan oleh pembantunya.


***


Keesokan harinya...Syifa sudah bersiap menuju Gedung yang disiapkan untuk peserta lomba.Syifa merasa nervous.


Gladis yang melihat tingkah sahabatnya memberikan semangat.


"Tenang Fah...Aku yakin kamu pasti menang..semangat...tenang Aku akan mengantarmu sampai di gedung".


Syifa hanya tersenyum tipis,lalu memeluk Gladis dengan hangat."Terima kasih Dis.."


"Mm...iya...nanti kalau sudah menang baru peluk aku,ok👌👌".Seloroh Gladis.


Syifa menepuk lengan Gladis "Ya udah...ayo...kita let's go"...


***


Syifa menatap nanar gedung di depannya...


"Dag..dig..dug.."dada Syifa berdentam..


Gladis menggenggam tangan Syifa yang terasa dingin.


"Semangat...ayo masuk ke dalam Syifa..."Suara Gladis menginterupsi kegugupan Syifa.


Perlahan Syifa melangkah masuk ke dalam gedung sendiri.Gladis hanya mengantarkannya sampai di depan pintu gedung,sebab yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke dalam gedung.


"Bismillahirrahmanirrahim"Ucap Syifa sambil melangkah masuk.Didepan pintu,Syifa dimintai tanda pengenal..setelah itu dia diperbolehlan masuk.


Saat menuju tempat yang sudah disediakan tiba tiba netranya melihat sosok yang cukup familiar.

__ADS_1


__ADS_2