Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
48


__ADS_3

"Sayang...beri Aku waktu untuk dapat menceraikan Syifa,lalu kita akan menikah".Gumam Maliq sambil membelai punggung Linda yang masih dalam dekapannya.


"Tapi kapan itu Maliq,agar Aku akan mencoba lagi mohon restu dari kedua orang tuaku".Ujar Linda.


"Aku tunggu moment yang tepat dulu,sayang.Aku tidak mungkin langsung menceraikan Syifa saat ini.Dia tidak bersalah.Dia hanya korban."Ucap Maliq menjelaskan pada Linda.


"Tapi.......kalau kelamaan bersamanya kamu akan jatuh cinta padanya".Ujar Linda sambil melepaskan diri dari dekapan Maliq.Bibirnya mengkerucut kesal.


"Tidak sayang,dua tahun Aku mencari kamu,nggak pernah sekalipun bisa move on .Apalagi ini nyata nyata kamu sudah ada di depanku,mana bisa Aku pindah ke lain hati...he..he"Bujuk Maliq sambil terkekeh gemas melihat sikap Linda.


"Yang benar nih...awas aja kalau kamu dekat dekat sama Syifa,Aku akan pergi ninggalin kamu lagi dan nggak akan pernah balik balik lagi ke sini".Ancam Linda pada Maliq.


"Iya...sayang suer deh..."Maliq mengangkat tangannya dan mengacungkan dua jari nya membentuk tanda V.


Linda tersenyum senang lalu mendekap tubuh Maliq kembali,direbahkannya kepalanya didada Maliq sambil tersenyum misterius.


***


Di rumah...

__ADS_1


Setelah berdebat dengan Ayin, Syifa masuk ke dalam kamar dan seperti biasa dia sangat malas untuk keluar lagi dari dalam kamarnya.Karena setiap bertemu dengan Ayin,pasti ada ada saja masalah yg sengaja Ayin buat buat.Syifa sangat tertekan,sehingga dia sudah tidak bisa menahan emosinya tadi.


"Tok..tok..tok...Nak Syifa,saya Siti Nak..."!!.Seru Siti mengetuk pintu.


"Iya Bu Siti,masuk saja pintunya tidak di kunci".


"Ceklek.."pintu terbuka.


"Nak..Syifa sudah makan?"


"Tadi sudah di kantin Kampus bu...".Ujar Syifa sambil berjalan mendekati Siti yang berdiri di depan pintu.


"Terima kasih Bu Siti...nanti Aku ambil sendiri kalau sudah lapar.Aku mau sholat dulu baru makan,bu.


"Oo.sama sama Nak....sudah menjadi tugasku melayani orang rumah.Ya... sudah saya pamit ke bawah dulu Nak Syifa.Nanti kalau butuh apa apa jangan sunkan menyuruhku Nak..."Ujar Siti sambil membungkuk hormat pada Syifa lalu berlalu dari hadapan Syifa menuju bawah ke arah dapur


"


"Iya Bu..."Ujar Syifa sambil tersenyum hormat pada Siti.

__ADS_1


Syifa menutup kembali pintu kamarnya,lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Dia akan melaksanakan Sholat ashar.


Setelah melaksanan sholat Ashar,seperti biasa Syifa mengaji.Saat dia sedang mengaji tiba tiba pintu di ketuk dari luar.


"Syifa...ini Mamah,Mamah boleh masuk Nak..pekik Mamah dari luar sambil mengetuk pintu kamar.


Sejenak Syifa berhenti mengaji, mendengar pintu di ketuk dan ada suara memanggil namanya.


"Itu kaya suara Mamah...kayanya Mamah sudah pulang.Syifa langsung menutup Al-Quran,dan meletakkannya diatas nakas.


"Ceklek"...Mamah membuka pintu kamar dan masuk.


"Mamah..kapan datang Mah??"Pekik Syifa gembira.Syifa berlari ke arah Mamah.


Mamah memeluk Syifa dengan erat.Terdengar oleh Syifa isakan tertahan.Syifa mendongakan kepalanya menatap wajah Mamah..


"Mah..Mamah kenapa nangis?"Tanya Syifa pada Mamah,dia menatap mata sembab Mamah dengan intens.


"Eeh..Mamah rindu sama kamu Sayang.."Jawab Mamah setengah dari kebenaran.

__ADS_1


__ADS_2