Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
195


__ADS_3

" Dis...kamu belum isi ?? " Tanya Syifa pada Gladis.Hari ini Syifa meminta Maliq mengantarkannya ke mall.Semalam Gladis mengajak Syifa untuk ketemuan.Sejak kepulangan Syifa dari Jerman,baru sekali mereka ketemu.Jadi mereka masih saling merindukan sebagai sahabat yang sudah lama tidak bertemu.


Sebenarnya Syifa masih enggan menemui Gladis,dia tidak ingin sahabatnya itu melihat memar di pipinya.Gladis pasti akan memepertanyakannya.Dan dia tidak ingin menceritakan aib dalam rumah tangganya.


" Nanti disamarkan pake foundation saja,dek..!! kasian Gladis sudah sangat merindukan adek !! " Bujuk Maliq pada Syifa ketika mendengar Syifa menolak bertemu Gladis.Maliq sangat paham kerinduan Gladis pada Syifa.Dia tau selama ini Gladis selalu ada saat Syifa dalam kesusahan.Termasuk saat dia menelantarkan Syifa.


" iya,Kak..sebenarnya adek sangat ingin ketemu Gladis juga.Dia satu satunya sahabat yang selalu ada buat adek " Ujar Syifa lirih.Dan akhirnya dia setuju bertemu dengan Gladis.


" Belum..!! kata Kak Willy..biar kita menikmati masa masa berdua saja dulu." Ucap Gladis terkekeh." Tapi,kalau Tuhan sudah bisa mempercayakan titipannya sih...kami sangat bersyukur.Kaya kamu,langsung dipercaya sama Tuhan " Imbuh Gladis lagi sambil menengelus perut Syifa yang masih rata.Saat ini mereka sedang duduk di food court dalam mall.


" Mm...semoga secepatnya menyusul kalau begitu ...he..he.. " Ujar Syifa sambil menatap Gladis.


" Aamiin !! "


" Eehh...ada wanita kampungan lagi nge-mall !!" Pekik suara perempuan bernada sinis dari belakang tempat duduk Syifa yang cukup familiar di telinganya tiba tiba menginterupsi Syifa dan Gladis.


Sontak Syifa membalikan badannya mencari sumber suara.


" Kak Dewi !! Kak Ayin !! ?? " Desis Syifa sambil mengernyitkan dahinya,lalu membalikkan badannya pada posisi semula.Memunggungi Kak Ayin dan Kak Dewi.Bukan maksud hatinya tidak ingin menghargai kedua iparnya,tapi dia sudah menduga apa yang akan dilakukan oleh kedua iparnya tersebut.


Gladis turut mengernyitkan dahinya." Itu bukan iparnya Syifa ?? " Gumam Gladis pelan yang mengenali Ayin.Tapi dia tidak mengenal Kak Dewi.


" Wah..wah..bagus yaa..setelah berhasil mempengaruhi adikku,sekarang lagi menikmati kemenangannya dengan menghabiskan uang adikku dengan berbelanja...dasar perempuan munafik !! " Umpat Kak Dewi sambil menudingkan telunjuknya ke arah Syifa dengan tatapan sinis mencibir Syifa.Dia telah berdiri di hadapan Syifa.


" Iya dong..kak..dia ini memang munafik.Pakaiannya saja yang syar'i tapi nyatanya mulutnya ular.Dia sengaja mempengaruhi Kak Maliq agar tidak menghiraukan Sandra.Dia fikir dia tidak berdosa,menghalangi pasangan halal.Menghasut suami agar berbuat dzolim pada istrinya yang lain..cih...muak aku melihatnya,Kak !! " Ayin menimpali hinaan Kak Dewi.


Syifa bergeming.Dia tetap duduk dengan tenang di tempatnya.Telinganya sengaja ditulikannya.Tatapannya datar menatap ke arah Kak Dewi.


" Tapi aku percaya dia ini sudah mengguna gunai Maliq,sampai Maliq menurut padanya.Lihat saja..pas dia tidak ada Maliq sangat menurut untuk menikahi Sandra.Tapi pas dia sudah ada,Maliq malah membenci Sandra.Apalagi kekuatannya kalau bukan guna guna.Itukan sudah jadi kebiasaan orang kampung !! " Tuding Kak Dewi lagi belum puas menghina Syifa.


Gladis menjatuhkan rahangnya." Astaga !! menikah ?? Kak Maliq menikah lagi ??!! " Batin Gladis tersentak.


" Astagfirullah..!! jangan suudzon Kak...dosa !! itu fitnah !! " ujar Syifa datar tanpa merubah posisi duduknya.Dia tetap menyikapi tudingan Kak Dewi dan Ayin dengan tenang.Dia merasa tak ada gunanya berdebat dengan mereka,hanya mempermalukan dirinya.Ada beberapa orang pengunjung mall yang mulai memperhatikan perdebatan mereka,bahkan sudah ada yang mulai merekam.

__ADS_1


Sekilas Kak Dewi melirik ke sekelilingnya.


" Haah...dosa !!?? tau dosa juga kamu ?? munafik !! jelas jelas sudah memisahkan orang suami istri,masih juga bicara tentang dosa !!" Pekikan Kak Dewi semakin kencang.Dia sengaja menarik pengunjung mall dengan suara lantang dan mengatakan bahwa Syifa memisahkan suami istri.Dia ingin menggiring persepsi orang yang mendengarkan ucapannya bahwa Syifa itu adalah seorang pelakor.


Terdengar orang mulai berbisik bisik dan menatap sinis ke arah Syifa." Huuh....!! pakainnya saja seperti gadis baik baik,nyatanya seorang pelakor !!" Cibir salah satu ibu pengunjung mall.


" Iya...padahal kan masih ABG gitu...wajahnya saja yang imut kaya anak kecil.Tapi punya jiwa pelakor." Tuding pengunjung lainnya lagi menimpali.


" Heeh...dek mending sekolah saja dulu baik baik..baru cari suami yang benar bukannya jadi pelakor !! Pekik Ibu ibu gendut menghakimi Syifa.Dia fikir Syifa anak SMA.


" Iya..malu sama hijab,dek...!! " Pekik ibu yang lainnya lagi.


Kak Ayin dan Kak Dewi yang merasa di atas angin langsung tersenyum sumringah.Mereka merasa berhasil mempermalukan Syifa.


Kak Ayin maju mengikis jaraknya dengan Syifa lalu menarik khimar Syifa dari belakang sehingga kepala Syifa mendongak ke atas.


" Hee..pelakor !! tidak tau malu..!! sudah diteriaki orang masih juga duduk dengan tenang " Geram Kak Ayin sambil menarik khimar Syifa.


Syifa memajukan wajahnya ke arah Kak Ayin dari arah belakang dengan rahang yang sudah mengetat menahan emosi sambil meremas pergelangan tangan Kak Ayin yang ada dibawa kuasanya.


" Aawww...sakit Syifa !! " Pekik Kak Ayin kesakitan.


Gladis dan Kak Dewi yang melihat adegan secepat kilat itu hanya bisa menganga terkejut.


" syifa..!! lepaskan Ayin !! " Pekik Kak Dewi panik.


Suasana jadi tambah riuh.


" Dengar....!! aku memang gadis dari kampung,tapi tidak kampungan.Aku tau attitude,aku tidak akan mempermalukan diriku dengan bersikap bar bar berteriak teriak lantang di tengah keramaian hanya ingin mencari pembenaran layaknya penjual obat di pasar loak ".


"Dan yaa...mungkin kalian lupa atau memang kalian itu pura pura amnesia kalau aku itu adalah istri pertama dan istri sah Kak Maliq dari empat tahun lalu dan sampai sekarang masih dengan status yang sama.Kalian sudah menjebak Kak Maliq agar menikahi Sandra dengan tanpa sepengetahuanku.Di sini yang pelakor itu siapa ?? " Geram Syifa dengan suara datar di dekat telinga Kak Ayin.Tatapan dingin mematikan dihujamkannya ke arak Kak Dewi yang masih menganga melihat tindakan Syifa.Kak Dewi bergidik melihat tatapan Syifa.


Orang orang yang mendengar ucapan Syifa seketika kembali riuh." Oh...dia istri pertamanya !! "

__ADS_1


" Huuuh...!! ternyata mereka pelakornya !! " Teriak orang orang itu.


Kak Dewi dan Kak Ayin yang melihat situasi malah berbalik pada mereka,langsung panik.


" Syifa..!! lepaskan Ayin !! " Teriak Kak Dewi.


Kak Ayin meringis kesakitan kala Syifa semakin meremas pergelangan tangannya." Heh..gadis kampung lepaskan tanganku !! aku akan melaporkanmu atas tindakan penganiayaan " Pekik Kak Ayin sambil meringis kesakitan.


" Siapa yang mulai ?? aku akan melaporkan kalian balik atas perbuatan tidak menyenangkan !! " Ancam Syifa dengan suara datar.


" Iya..laporkan saja,dek..!! kami punya rekamannya dari pertama mereka menyerangmu !! "pekik Ibu gendut balik membela Syifa.


" Heeh..kenapa kalian ikut campur !! bubar sana !!" pekik Kak Dewi semakin panik.


Syifa mendorong tubuh Kak Ayin yang lebih besar dari tubuhnya ke arah Dewi hingga menabrak tubuh kakaknya itu.Kak Dewi limbung mendapat beban tubuh Kak Ayin yang terhempas padanya.Mereka jatuh saling menindih.


Suara gelak mengejek Kak Dewi dan Kak Ayin riuh terdengar.Pangunjung mall yang melihat kejadian itu menertawakan keadaan mereka.


Segera Kak Ayin dan Kak Dewi berdiri dari tempatnya dan bergegas pergi dari hadapan Syifa dengan wajah merah padam,entah malu atau marah pada Syifa.


" Awas kamu Syifa...!! " ancam Kak Dewi dengan tatapan tajamnya mencoba mengintimidasi Syifa.


" Huuuh...!! pelakor teriak pelakor ..!! " teriak pengunjung mall menyoraki mereka berdua.Setelahnya penonton pertunjukan gratis itu membubarkan diri.


Syifa menarik nafasnya panjang lalu menghempaskan bobot tubuhnya di kursi.


" Plend...!! kamu tidak apa apa?? " Ujar Gladis pelan sambil menyodorkan botol air mineral ke arah Syifa.


Syifa menggeleng pelan.Lalu meneguk hingga separuh isi botol air minum itu." It's ok !!" Gumam Syifa lirih.Tubuhnya terasa lemas.Batinnya sangat shock mendapat serangan tiba tiba tadi.


" Sebaiknya kita pulang !! " Ajak Gladis pada Syifa.Dia khawatir kandungan Syifa kenapa napa.


Syifa mengangguk lalu beranjak meninggalkan tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2