Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
122


__ADS_3

💖💖💖 Takdir Allah yang membuatku bertemu denganmu,dan hanya takdir Allah pula yang bisa menyatukan atau memisahkan kita.💖💖💖


^^^" Nursyifa"^^^


Mamah Shock,dia hanya bisa berdiri mematung tanpa bisa mengeluarkan suara.


"Mah..." Ayin menggoyangkan tubuh Mamah pelan.


Mamah tersentak " Ayin...Syifa, Ayin..!! pekik Mamah tiba tiba setelah tersadar.Mamah berlari ke dalam ruangan diikuti oleh Ayin.


" Syifa..bangun Syifa..." Pekik Maliq sambil memeluk tubuh Syifa.


Mamah meraih tubuh Maliq dan membawanya ke dalam dekapannya.


"Maliq...jangan meratapinya,ikhlaskan dia..agar dia bisa pergi dengan tenang.Dia gadis baik.Dia gadis sholeha...semoga surga menantinya " Mamah mencoba membujuk Maliq sambil mengelus punggung Maliq dengan lembut.


" Tidak Mah..aku tidak ikhlas..aku belum minta maaf padanya Mah...aku tidak rela dia meninggalkanku dalam keadaan seperti ini " Maliq menggelengkan kepalanya dengan keras.Dia kembali memeluk tubuh Syifa.


" Istigfar Nak...ini sudah takdir Allah..."


Tiba tiba perawat masuk." Maaf Pak..kami harus melepas alat dari tubuh pasien ".


" Heeii..jangan ada yang berani melepasnya,istriku masih hidup.Dia hanya ingin mengerjaiku " Bentak Maliq pada kedua perawat.Dia berdiri merentangkan tangannya menghalangi perawat untuk melepas alat dari tubuh Syifa.

__ADS_1


Kedua perawat itu tersentak dan melangkah mundur.


" Maliq...sadar Nak...Syifa sudah meninggal..jangan menyiksanya seperti ini " Ujar Mamah terisak pilu sambil berusaha meraih tubuh Maliq agar membebaskan perawat melepas alat di tubuh Syifa.


Maliq menepis tangan Mamah.lalu berbalik menghadap tubuh Syifa.


" Baiklah...tapi sebelum kalian melepas alat di tubuh istriku..tolong tinggalkan aku sebentar di sini bersama istriku !!" Ujar Maliq lirih tanpa menatap orang yang dalam ruangan.


Kedua perawat,Mamah dan Ayin mengerti maksud Maliq.Mereka segera keluar dari dalam ruangan memberikan kesempatan pada Maliq.


"Syifa..bangun..!!maafkan aku Syifa...jangan hukum aku seperti ini Syifa.Aku banyak dosa padamu,beri aku kesempatan untuk menebus dosa dosaku padamu Syifa....!!" Ratap Maliq menghiba.Digenggamnya tangan dingin Syifa.Setelah beberapa saat,


Maliq menatap wajah Syifa dengan sendu.Dia mencium pucuk kepala Syifa dengan lembut.Lalu,diusapnya air mata yang tersisa di pipinya.


Tiba tiba..." Tiiiit "...suara bedside monitor mengejutkan Maliq.Sontak dia menoleh ke arah bedside monitor yang menampilkan garis turun naik.


" Dokter...dokter...!!! Maliq berteriak sambil berlari keluar memanggil dokter.


Mamah yang sedang menagis dipelukan Ayin ,langsung terkejut mendengar teriakan Maliq.


Hendra dan karyawan Maliq yang baru saja datang terkejut juga dengan wajah bingung.Mereka belum mengerti apa yang terjadi.


Perawat dan dokter yang mendengar teriakan Maliq langsung berlari ke arah Maliq.

__ADS_1


" Dokter lihat istriku masih hidup...monitornya bersuara lagi " Pekik Maliq antusias, ditariknya tangan dokter menuju ranjang Syifa.


Sontak semua orang yang berada di situ berlari ke dalam ruangan.


Dokter memeriksa nadi Syifa...


" Alhamdulillah...ini suatu keajaiban,pasien masih hidup " Ujar Dokter gembira.


"Maaf saya akan memeriksa pasien ..bisa di tunggu di luar dulu" Titah dokter pada Maliq dan keluarganya.


"Ayo Maliq..." Ajak Mamah pada Maliq,di bimbingnya tangan Maliq untuk keluar.


Maliq hanya mengangguk dan mengikuti langkah Mamah.Wajahnya masih diliputi kecemasan.


"Sabar Maliq...Syifa pasti akan kembali bersama kita.."Ujar Mamah menghibur Maliq.Dia bisa menangkap kegelisahan di wajah Maliq.


Maliq hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.Dia meremas kedua tangannya sampai memerah.


"Ayo duduk dulu Nak..kamu juga belum sembuh total " Titah Mamah sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


" Iya Kak...duduk dulu,Isyaa Allah Syifa akan segera pulih " Ujar Ayin menenangkan Maliq.


" Sebenarnya ada apa ini ?? kata Pak Bos,istrinya masih hidup.Berarti tadi Syifa dinyatakan meninggal yaa??" Batin hendra bingung.

__ADS_1


__ADS_2