
Shi terbang menghadap ke depan. Dia tiba-tiba mengangkat kedua tangan, tanpa diduga melakukan serangan ke depan.
Pepohonan yang terkena serangan hingga yang terkena angin kejut hangus seketika. Akibat serangan tersebut, petir menyambar ke segala arah. Asap abu-abu menyeruak dengan cepat.
Amdara dan Cakra terkejut dengan serangan yang dilesatkan senior mereka. Ketika asap mulai menghilang, sebuah cahaya besar orange mulai terlihat. Hingga asap benar-benar menghilang, sesosok Siluman Harimau dengan tubuh besar berselimut api mengejutkan Amdara, Cakra dan juga Shi yang bersiap menyerang kembali.
Seperti tebakan Shi sebelumnya, siluman ini berumur 10.000 tahun, dan malah terlihat sudah berevolusi. Terlihat dari tanduk hitam yang muncul di kepala dan ada warna keunguan di bagian leher.
Tubuh Siluman, setiap kali bertambah umur maka tingkat kekuatannya mulai besar. Apalagi siluman-siluman di hutan ini dapat menyerap kekuatan alam tanpa henti untuk meningkatkan kekuatan. Dari segi besarnya tubuh siluman jiga akan mengikuti kekuatan, semakin besar kekuatan semakin besar pula tubuhnya. Siluman dapat berevolusi ketika minimal sudah berumur 10.000 tahun ketika siluman berevolusi, tingkat kekuatannya bertambah.
Siluman Harimau Api ini bertubuh kurang lebih satu rumah tanpa tingkat. Dia mengeluarkan suara geraman hingga membuat angin kejut sampai menerbangkan pepohonan sekitar. Tatapan matanya penuh kemarahan ke arah tiga bocah yang langsung membuat perisai pelindung.
Siluman Harimau Api menyemburkan bola api besar ke arah Shi yang tidak mengurangi tingjat kekuatan perisai pelindung. Satu tangannya bergerak mengepal, lalu serangan yang dia buat langsubg dilesatkan ke arah musuh.
Panasnya bola api benar-benar terasa, Shi memfokuskan pikiran tapi kekuatannya sama sekali tidsk setara dengan Siluman Harimau Api.
"Sial, aku tidak bisa mempertahankan perisai pelindung. Bagaimana ini?!" Batin Shi cemas.
Jurus hang digunakan untuk menyerang Siluman Harimau Api bahkan sama seki tidak menggores sedikit pun luka di tubuhnya.
__ADS_1
Amdara bergegas membuat serangan angin beliung dahsyat. Tubuh Siluman Harimau Api sampai dibuat terdorong mundur. Sementara Cakrs melesatkan serangan pada bola api yang sedang ditahan Shi sampai meledak.
Angin beliung Amdars bercampur dengan perang-perang tajam melesat. Namun, belum sampai menyentuh lawan, pedang-pedang tersebut dibuat meleleh. Amdara yang melihatnya mengepalkan tangan, angin beliung yang dibuat sekarang malah membuat api di tubuh musuh semakin berkobar membuat udara panas, bukannya memadamkan api.
Siluman Harimau Api menggeram, kekuatan api di tubuhnya meningkat. Akibat suara geraman mengerikan tersebut, pepohonan sekitar melayang tak tentu arah. Burung-burung berterbangan ke sana kemari menghindar dari pertarungan sengit itu. Bahkan siluman dalam jarak tidak jauh dengan umur kurang dari seribu tahun segera berlari pontang panting ketakutan. Tidak ada siluman lain yang berani mendekat.
Amdara segera menghilangkan angin beliung itu dan lantas berkata tanpa nada, "senior, kepung siluman ini."
Perkataan Amdara didengar dua senior yang mengangguk mengerti, lalu melakukan kepungan pada musuh.
Shi mengeluarkan jurus hebat menyerang ke titik depan. Secara bersamaan Cakra menyerang menggunakan kekuatan berjenis elemen petir dibagian samping. Sementara Amdara sendiri kali ini mengeluarkan jurus berelemen air, walaupun dia masih belum ahli tapi kekuatannya hampir memadamkan tubuh belakang Siluman Harimau Api. Ketiga serangan besar itu mengenai tepat ke tubuh lawan yang tidak menangkis ataupun menghindar.
BAAM
BAAM
Amdara, Shi, dan Cakra jelas mengira bahwa kekuatan serangan barusan berhasil. Tapi seketika Shi, Amdara, dan Cakra menahan napas beberapa saat melihat dengan mata kepala sendiri Siluman Harimau Api tidak terlihat mendapatkan luka sedikit pun. Padahal kekuatan tiga bocah itu bisa melenyapkan Roh Hitam sekaligus.
Siluman Harimau Api berlari ke arah Shi. Tanah yang diinjak sampai menciptakan lubang besar hitam. Walaupun tubuh siluman itu besar tapi tidak memperlambat kekuatan berlarinya.
__ADS_1
Tiga bola api sekaligus dia keluarkan dari dalam mulut. Menyerang ke arah Shi yang berusaha menghindar secepat mungkin sambil membuat perisai pelindung, Amdara dan Cakra juga berusaha menghentikan laju bola api berkecapatan tinggi tapi hasilnya tanpa diduga satu mengenai Shi hingga dia terpental dan mendapatkan kobaran api di jubah bawah. Amdara yang melihat segera melesatkan air pada tubuh Shi agar api tidak merambat ke atas.
Shi mengontrol napas yang cukup berantakan. Dia meludahkan darah, tubuhnya jadi terasa sangat panas akibat serangan dari lawan yang kini masih berlari ke arahnya. Dua bola api berhasil diledakkan, sementara satu lagi menghantam tanah hingga mengakibatkan lubang besar.
Cakra terbang dengan cepat menghadang Siluman Harimau Api, dia kemudian mengeluarkan jurus secara beruntun untuk membuat musuh menghentikan laju lari walaupun sebentar. Amdara menggunakan kesempatan itu untuk membantu menyembuhkan luka dalam Shi dengan cepat.
"Senior, kau tidak apa-apa?"
Tanya Amdara memastikan. Shi mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan mengajak Amdara membantu Cakra yang sedang kewalahan menahan serangan Siluman Harimau Api.
Lagi-lagi petir menyambar ke sana kemari. Hawa sekitar semakin panas tidak karuan. Ada satu hal yang ketiga bocah itu belum sadari, bahkan itu adalah kesempatan di mana Siluman Harimau Api mendapat keuntungan besar.
Shi melesat terlebih dahulu, kali ini dia benar-benar melesatkan serangan besar. Tidak main-main debaman besar terjadi. Amdara juga melakukan hal yang sama. Ketiga bocah itu bekerjasama cukup baik dalam menyerang dan melindungi satu sama lain.
Pertarungan semakin sengit. Kedua belah pihak tidak ada yang ingin menyerah. Di posisi ini tentu saja ketiga bocah itu hanya mampu menyerang 40%. Sementara lawan berkali-kali membuat ketiga bocah itu terluka bahkan sampai terbatuk darah. Namun, ketiganya sama sekali tidak menyerah. Setiap mendapat serangan, mereka semakin kuat membuat perlawanan.
Shi menggertakkan gigi. Tubuhnya sudah terasa sakit dan panas. Dia berteriak, "kita tidak bisa terus menyerang! Kekuatan kita hanya akan terus habis ...!"
Wajah Shi sudah mengeluarkan banyak keringat, begitu pula dengan dua adik kelasnya. Dia juga sudah mengeluarkan banyak kekuatan, Cakra dan Amdara juga demikian tapi raut wajah keduanya tidak banyak berubah. Shi sampai tidak memerhatikan hal tersebut. Jika memaksa terus menyerang, yang ada mereka mat* sebelum memberi serangan fatal pada Siluman Harimau Api. Sudah satu jam berakhir dengan hasil yang selalu sama.
__ADS_1
Amdara kembali melesatkan banyak pedang anginz tapi semua itu sia-sia belaka. Amdara mengepalkan kedua tangan, sekarang tiga jam sudah berlalu tanpa bisa melenyapkan Siluman Harimau Api. Tatapan mata bocah berambut putih itu menajam ke arah musuh yang sama sekali tidak kelelahan apalagi merasa sakit mendapatkan serangan dahsyat. Siluman itu terlihat tidak memiliki celah kelemahan atau satu titik kelemahan.
Apalagi kekuatan tubuh Siluman Harimau Api ini dapat meningkat sewaktu-waktu, ditambah dia bisa menghilang tanpa bisa diketahui hawa keberadaannya.