
"Menakjubkan. Baru kemarin aku kesal karena tempat tinggal ku diambil anak itu. Hmph. Tapi sekarang aku bisa tinggal di dunia ini sesuka hati."
Ai tertawa puas. Membayangkan hidup di dunia manusia ini tanpa ada gangguan merepotkan. Mata yang selama ini dia tutup dan baru kemarin terbuka, sekarang tidak berkedip sama sekali.
"Dewi, anakmu itu lumayan bisa diandalkan ternyata. Benang Merah yang sudah terlepas membuat kekuatan kegelapan dalam tubuhnya menyebar dan membangkitkan kekuatan kami." Ai menyeringai. Jarinya menjentikkan ke depan. Bibirnya kembali berucap, "kekuatan besar itu pasti sudah kau siapkan dahulu, 'bukan? Saat ini kita akan merebut dunia manusia dengan cepat karena kekuatan kami sudah lebih kuat."
Gelombang air dalam jumlah besar muncul dari tanah. Mengelilingi Ai dengan tenang. Angin berubah arah, jauh lebih dingin seperti di tempat yang dipenuhi es.
"Aku tidak perlu mengotori tangan untuk melenyapkan manusia-manusia lemah. Keroco-keroco yang lain akan menghabisi para manusia." Ai memain-mainkan rambutnya. Dia kembali berpikir dengan tempat lain, apakah ada roh hitam yang bangkit atau tidak.
"Hmph. Aku akan bosan juga jika terus duduk di sini." Ai berdiri dengan menghembuskan napas panjang. "Lebih baik menghancurkan sesuatu yang memanjakan mata."
Ai tertawa. Melayang ke arah Istana Kekaisaran sebab berpikir, gedung besar di sana akan lebih menyenangkan jika dihancurkan.
Ai bisa melihat serangan nyasar dari berbagai arah. Menghancurkan apa pun yang terkena serangannya. Telinganya bergerak, mendengar banyak suara raungan dari makhluk sepertinya. Dia juga bisa mendengar debaman keras di mana-mana. Suara tangis anak kecil, dan teriakan orang dewasa yang meminta pertolongan membuat hati Ai sangat senang. Dia terbang dengan sangat santai. Sesekali menjentikkan jari, yang langsung membuat lesatan kekuatan air ke sembarang arah. Setelahnya ledakan besar terjadi.
Mata Ai terbuka sempurna. Senyumnya kian melebar saat sampai di tempat tujuan. Di sana, ternyata hanya ada satu raja roh hitam yang sekarang tengah dilawan oleh beberapa kesatria kekaisaran sekuat tenaga.
"Ck, ck, ck. Melawan satu dari kami saja kalian harus bekerja sama."
Suaranya terdengar oleh para kesatria itu yang sontak menoleh. Mereka jelas terkejut dengan kedatangan Ai. Tubuh Ai yang seperti manusia dan ... cantik membuat mereka sesaat terdiam. Ai yang melihatnya mendengkus, lalu melibaskan tangan yang membuat kekuatan air yang merupakan kekuatan gelapnya melesat ke arah para kesatria itu.
Ledakan terjadi sangat besar hingga membuat tanah bergetar hebat di sana. Para kesatria yang lengah dibuat terpental menghantam gedung sampai retak parah. Udara berubah sangat dingin, seperti menusuk tulang manusia.
__ADS_1
"Hmph. Manusia-manusia ini sangat lemah. Hei, kau." Ai menunjuk raja roh hitam yang mendongak ke arahnya. Ai lalu berkata dengan nada sinis, "jika tidak berhasil mengalahkan manusia-manusia lemah itu, kau yang akan kuhabisi."
Aura kegelapan berwarna biru milik Ai tertuju pada raja roh hitam yang belum bisa berbicara itu merinding. Dan langsung menerjang para kesatria dengan kekuatan besar.
Roh-roh hitam memiliki tingkat kekuatan berbeda. Jika ada roh hitam yang bisa berbicara, bisa disebut sebagai raja. Dan jika ada roh hitam yang kekuatannya sudah mampu membentuk diri secara sempurna seperti Ai dan Drake, mereka bisa dikatakan kekuatannya jauh di atas raja roh hitam itu.
Ai menyaksikan para kesatria itu mulai kewalahan melawan musuh yang terasa bertambah kuat. Ai memandang istana besar nan megah di depan sana. Senyumnya kembali mengembang. Dia lalu memunculkan air besar di belakang.
"Gedung ini sangat indah. Tapi akan lebih indah jika ku hancurkan,"
Air besar itu melesat ke depan. Hendak meledakkan istana kekaisaran. Akan tetapi sebuah perisai pelindung muncul dan membuat serangan itu berbalik. Sontak Ai menghilangkan diri, dan muncul kembali ketika serangannya sudah meledak sampai tidak sengaja mengenai raja roh hitam dan juga para kesatria yang langsung terpental. Ai dibuat terkejut dengan hal barusan.
"Siapa yang membuat perisai sialan itu?!" suaranya terdengar marah.
Suara pria dari belakang Ai membuat Ai sontak membalikan badan ke belakang. Dahinya mengerut melihat pria gagah dan tampan tengah menatap dingin, memakai pakaian berkualitas dengan harga tinggi.
Ai mendengkus saat sadar yang di depannya bukan orang biasa. Dia berujar tidak kalah dingin, "hanya Leguin penguasa Negeri Nirwana Bumi. Aku bahkan bisa membuatmu tewas mengerikan dalam satu menit. Ah, tidak. Tiga puluh detik sudah cukup."
"Kurasa kau harus menarik kata-katamu setelah kita bertarung."
"Tidak akan. Kau akan tewas sebelum mendengar perkataanku berikutnya."
"Benarkah? Kenapa tidak kau buktikan saja sekarang."
__ADS_1
Kaisar Leguin sama sekali tidak gentar harus melawan roh hitam yang tingkatannya lebih tinggi dari raja roh hitam yang sedang melawan para kesatria nya. Aura seorang Kaisar memang berbeda dari yang lain.
Kaisar Leguin bertatapan dengan mata merah darah tanpa pupil milik Ai. Aura keduanya saling bertubrukan.
"Dasar manusia lemah yang sombong."
Ai mengeluarkan kekuatan air dalam tubuh. Udara yang sudah dingin menjadi sangat dingin. Lalu serangan dengan kecepatan kilat mengarah ke Kaisar Leguin yang kontan membuat perisai pelindung sambil menghindar dengan cepat.
"Hmph. Biar kurobek mulut busukmu, Leguin."
Ai terus mengejar dengan kecepatan jauh di atas Kaisar Leguin. "Awalnya aku memang tidak ingin bertarung dengan manusia. Tapi, jika lawannya bisa membuatku senang ... akan kuhabisi dengan cepat."
Kaisar Leguin dengan sengaja menjauh dari istana agar serangannya tidak merusak bangunan megah itu. Ketika jaraknya sudah cukup jauh, dari baru membuat serangan beruntun ke arah makhluk itu.
Namun, dengan mudahnya musuh menangkis dan melakukan serangan balik dengan lebih kuat. Serangan yang tidak berhasil itu meledak ke arah tanah lapang. Membuat lubang besar di sana.
Keduanya dengan cepat melesat ke depan dan menyerang dengan kekuatan tidak kalah besar. Kaisar Leguin tidak perlu memikirkan keselamatan orang di sana dan juga tidak akan tanggung-tanggung dalam menyerang.
Pertarungan keduanya dalam beberapa detik berubah sangat sengit. Dan lagi-lagi menambah suara ledakan sangat besar.
Keadaan di kota Ujung Bumi sungguh mengerikan. Gedung-gedung besar hancur. Tanah sudah mulai tidak terbentuk akibat serangan-serangan dahsyat. Setiap jangkauan kekuatan juga lumayan besar. Membuat tanah retak besar. Bukan hanya di kota Ujung Bumi, kota Pelita yang sekarang tidak kalah mengerikan karena orang-orang kuatnya hanya sedikit. Beruntung para kesatria dari Kekaisaran sampai tepat waktu.
Mereka bekerja sama untuk melenyapkan roh hitam yang membabi-buta dalam menyerang. Keadaan di berbagai tempat nyaris sama.
__ADS_1
Waktu yang seharusnya sudah menunjukkan matahari terbit, sama sekali tidak ada cahaya matahari yang masuk ke bumi. Awan-awan gelap terus bertambah dari detik ke jam.