Magic Of Akademic

Magic Of Akademic
140 - Kekuatan Gabungan


__ADS_3

Siluman Harimau Api kembali menyerang, dengan cepat Shi dan Cakra juga melakukan serangan balik bersama serta menghindar sejauh mungkin agar tidak terkena dampak serangan tersebut.


Cahaya orange, ungu, dan merah muda berbenturan menghasilkan debaman tidak kalah dahsyat dari serangan sebelumnya. Terlihat sudah pepohonan yang sebelumnya lebat dan gelap, sekitar dalam jarak 50 kilometer tidak ada lagi pepohonan, hanya ada abu yang bertebaran di mana-mana.


Siluman Harumau Api tiba-tiba menghilang, hal tersebut membuat tiga bocah itu menajamkan mata dan bersikap waspada. Mata Amdara terbelalak ketika melihat cahaya orange berbentuk tangan siluman Harimau Api hendak menyerang tubuh Cakra tanpa disadari siapapun.


Dengan cepat Amdara membuat portal, dan menarik tangan Cakra dari samping. Cakra yang terkejut karena tangannya ditarik tiba-tiba menahan napas, detik berikutnya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sesosok Siluman Harimau Api muncul tepat di mana posisi sebelumnya dia berada.


"Terima kasih," ketika sadar, Cakra langsung mengucapkan terima kasih kepada Amdara yang dibalas dengan anggukan kepala.


"Senior, kita gabungkan kekuatan untuk menyerang," kata Amdara sambil menoleh sekilas sebelum perhatiannya kembali tertuju pada musuh sekarang sedang melawan Shi yang sudah kewalahan.


Cakra menaikkan sebelah alis sebelum dirinya mengangguk mengerti. Kemudian bersiap mengeluarkan kekuatan bersama Amdara yang sudah mengumpulkan kekuatan alam secara besar-besaran.


Amdara mengangkat kedua tangan. Angin meniup-niupkan jubah serta ikat kepala. Cahaya air biru muncul tepat di atas kepala. Kekuatan tersebut sampai mengalihkan perhatian Siluman Harimau Api dan juga Shi yang dibuat menahan napas melihatnya.


"Menakjubkan. Tetua memang tidak salah memilih Luffy."


Tanpa sadar Shi menggeleng sambil bergumam. Dia berdecak kagum atas kekuatan yang dikeluarkan Amdara. Shi berpikir mungkin hanya Amdaralah dari kelas satu yang dapat mengeluarkan kekuatan sebesar itu.


Di atas, langit bergemuruh dengan petir menyambar tidak tentu arah. Nyaris saja salah satu petir mengenai Shi jika dia tidak segera menghindar dengan cepat. Awan gelap muncul, seolah mendukung kekuatan hujan.


Cakra berdiri melayang dengan kaki kuda-kuda depan. Kedua tangannya sedang bergerak-gerak sedang melakukan gerakan jurus hendak dilesatkan. Tatapan mata dingin mengarah ke Siluman Harimau Api yang bodohnya tidak melakukan serangan di saat seperti ini.


Jurus yang akan dikeluarkan Cakra sudah menguras banyak kekuatannya. Jika sampai gagal, dia tidak yakin sanggup melakukan serangan lagi. Walaupun demikian, tetapi raut wajahnya sama sekali tidak berubah. Sekarang hanya tinggal menunggu aba-aba dari bocah berambut putih itu.


Amdara memejamkan mata sejenak. Menghirup udara dingin. Angin berhembus kencang ketika dia membuka mata. Kekuatan berelemen air sudah mengumpul, dia berseru,


"Senior, sekarang." Amdara menurukan tangan, yang mana membuat kekuatan airnya mengalih ke tubuh Siluman Harimau Api.

__ADS_1


Air yang diciptakan Amdara memutar cepat layaknya gangsing dengan ukuran setengah dari tubuh Siluman Harimau Api.


Cakra dengan ceoat menurunkan tangan kanan yang membuat petir ungu dari langit menyambar tepat ke pusaran air. Cahaya biru dan ungu mengkilat ke segala arah. Selanjutnya melesat ke arah Siluman Harimau Api yang membuka mata sempurna bersama mulutnya mengeluarkan bola api lebih besar.


Antara kekuatan gabungan Amdara dan Cakra yang dahsyat berbenturan dengan kekuatan lawan. Amdara dan Cakra spontan menambah tingkat kekuatan.


Shi segera menjauh, detakan jantungnya berdebar lebih keras dari biasanya. Dia mengatur pernapasan ketika tidak stabil. Dia tidak menyangka ada seseorang yang dapat menggabungkan kekuatan sampai sedahsyat itu. Ini kali pertama Shi melihat dengan mata kepala sendiri. Pasalnya menggabungkan kekuatan tidak lah mudah dilakukan seperti yang terlihat.


Untuk saling menggabungkan kekuatan, seseorang harus menerima kekuatan asing atau orang lain tanpa mengurangi tingkat kekuatan sendiri. Jika orang tersebut tidak mampu, dapat dipastikan kekuatan gabungan itu gagal total dan langsung meledak sebelum diluncurkan pada lawan.


Untuk kasus Amdara dan Cakra termasuk orang-orang genius memiliki kemampuan menggabungkan kekuatan tanpa mengurangi kekuatan sendiri. Darah mengalir dari mulut kedua bocah yang sedang menggabungkan kekuatan. Mereka hampir mencapai batas kemampuan. Cahaya dari bola api dan kekuatan gabungan semakin membesar, ketika kekuatan gabungan menekan, kekuatan musuh juga menekan.


BAM!


Blaar!


Grooarr!


Amdara terbatuk darahz dia menekan dadanya yang terasa sakit. Tubuhnya benar-benar kekurangan kekuatan karena serangan besar barusan. Dia menarik napas perlahan dan membuangnya perlahan juga. Kekuatan alam mulai memutari tubuhnya dengan cepat untuk menyembuhkan luka luar dan dalam.


"Apa berhasil?"


Cahaya mulai memudar. Amdara perlahan mulai berdiri saat tubuhnya sudah agak membaik. Jarak antara dirinya dengan Siluman Harimau Api sangatlah jauh sehingga dia tidak bisa melihat keadaan musuh. Amdara perlahan berjalan sambil melihat sekeliling yang sudah dihanguskan oleh api Siluman Harimau Api. Bahkan tanah menjadi hitam dan terasa masih panas mengepul, menandakan panasnya kekuatan Siluman Harimau Api.


Amdara juga tidak tahu bagaimana keadaan kedua seniornya. Amdara berharap keduanya baik-baik saja.


"Jika gagal, maka saran senior shi digunakan."


Amdara mengembuskan napas. Rasanya latihan dari Tetua Haki sungguh membahayakan nyawa. Bahkan Amdara sempat berpikir ini bukanlah tempat latihan untuk seorang bocah.

__ADS_1


Amdara memutuskan terbang karena merasa tubuhnya sudah membaik setelah menyembuhkannya dengan kekuatan alam murni melimpah di sekitar. Pandangannya mengarah ke depan, samar-samar melihat dua bocah yang merupakan kakak kelasnya sedang melayang di atas Siluman Harimau Api yang sudah tidak berdaya. Tubuh apinya mulai padam, tetapi dia masih hidup hanya saja untuk menggerakkan ekornya saja sudah kesulitan. Serangan gabungan Amdara dan Cakra benar-benar dahsyat dan mampu membuat luka dalam Siluman Harimau Api terluka parah.


Melihatnya, Amdara mengembuskan napas lega.


"Apa yang akan kita lakukan?"


Tanya Amdara saat sudah berada di samping Shi. Shi tertawa bangga, masih tidak menyangka bisa mengalahkan Siluman berumur 10.000 tahun. Dalam mimpi saja rasanya sudah sangat tidak mungkin, tapi mata kepala Shi bisa melihat sendiri tidak berdayanya siluman ini sekarang.


Shi berkata, "apa lagi? Aku akan melenyapkannya langsung dan mengambil permatanya. Kalian berdua mundurlah."


Baik Amdara maupun Cakra tidak ada yang melarang apa yang akan dilakukan Shi. Keduanya langsung mundur menjauh.


Shi menciptakan pedang amat besar, ketajaman pedangnya bukan main. Terbukti ketika membelah kepala Siluman Harimau Api dalam tiga kali serangan. Darah dari siluman itu muncrat kemana-mana. Darahnya berwarna hitam kemerah-merahan. Pedang itu terus mencari permata, sampai sesuatu yang keras terdengar saat berbenturan dengan pedang.


Mata Shi sudah berbinar-binar, yakin dengan bunyi barusan merupakan permata yang dia cari. Kedua jari Shi melakukan gerakan, pedang itu membelah daging di samping permata. Saat permatanya sudah terlihat, Shi buru-buru mengambilnya kegirangan.


"Ini permata siluman sepuluh ribu tahun. Aku benar-benar mendapatkannya!"


Shi mengangkat permata sekepalan orang dewasa itu berwarna orange, di dalam permata jika diperhatikan baik-baik akan ada gambar api.


Amdara dan Cakra mendekat untuk melihat permata tersebut. Cakra berujar, "sebaiknya kita pulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan."


Shi mengangguk setuju dan menjawab, "yah, baiklah. Hei, jadi siapa pemilik permata ini?"


Tidak ada yang menjawab. Amdara sendiri tidak berminat dengan permata kali ini yang berelemen api. Sementara Cakra yang sebelumnya melihat reaksi Shi ketika mendapat permata membuatnya berpikir bahwa Shi sebenarnya menginginkan.


"Kau,"


secara bersamaan Amdara dan Cakra menjawab. Shi langsung tersenyum senang dan mengatakan terima kasih. Shi tahu bahwa yang paling berjasa adalah Amdara dan Cakra, tapi hati nya tetap ingin mendapatkan permata ini.

__ADS_1


Mereka memutuskan beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Memulihkan diri dengan kekuatan alam sekitar.


__ADS_2