Magic Of Akademic

Magic Of Akademic
269 - Awal Mula


__ADS_3

Saat ini orang-orang dilanda gelisah, tidak tenang dengan adanya aura kegelapan ini. Berbeda dengan Drake, yang ketika merasakan aura ini dibuat tersentak dan merasakan kekuatan melimpah ke dalam tubuh. Dia yang tengah duduk tenang di pohon memandang langit gelap dengan semburat senyum di pipi.


"Luar biasa. Dia bisa mengeluarkan aura sebanyak ini." Api berkobar di dalam tubuhnya. Dia merentangkan kedua tangan. Merasakan kekuatannya bertambah setiap detiknya.


"Para manusia sampah di dunia ini, akan tewas. Dan dunia manusia, akan menjadi milik kami. Ha ha ha. Memang sudah sepantasnya tidak ada makhluk lemah seperti manusia."


Tawanya menggelegar di hutan saat itu. Mata tajamnya terus memandang langit dengan bangganya. Aura di sekitar menjadadak terasa sangat panas akibat kekuatan yang dikeluarkan Drake.


"Sudah saatnya kita memunculkan diri! Menjadikan 'bangsa' kita sebagai penguasa dunia manusia."


Hutan di sana sudah layu. Siluman-siluman terpapar tidak berdaya.


Di berbagai tempat, asap hitam keluar dari tanah. Mengepul ke udara, sebelum akhirnya membentuk tubuh makhluk besar mengerikan. Mereka juga merasakan kekuatan besar tengah masuk ke dalam tubuh. Suara khas dari mereka mulai terdengar, membelah langit malam dengan gemuruh petir.


Kondisi yang sama terjadi di kediaman Ketu. Di sana, udaranya pekat oleh aura kegelapan. Ketu sampai merasakan sesak pada napasnya. Dia memuntahkan darah. Tekanan yang jauh lebih besar jelas dia rasakan saat ini.


Pandangannya tidak lepas ke arah awal kepulan kegelapan. Dia menelan darah yang hampir keluar. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana gadis yang telah tercabut Benang Merahnya terkapar. Entah sadar atau tidak.


Beberapa menit Ketu tidak bereaksi sama sekali. Sampai pelupuk matanya terbuka lebar, melihat asap hitam keluar dari tubuh Amdara. Membentuk makhluk besar mengerikan berwarna hitam. Mata merah darahnya menatap Ketu tidak suka.


"I-iblis!"


Makhluk itu melesat dan langsung mencekik leher Ketu sangat kuat. Ketu yang tidak bisa melawan sebab tekanan kegelapan ini mencoba berontak, tetapi sia-sia.


"S-sialan! Makhluk menjijikan sepertimu berani sekali masuk ke dunia manusia!"


Ketu berusaha keras. Matanya bertatapan tajam dengan lawan yang memunculkan taring besar. Makhluk itu diam, tapi mendekatkan mulut ke arah leher Ketu.


"J-jangan mendekat!!"


*


*

__ADS_1


*


Makhluk yang telah menewaskan Ketu hanya dalam mencekik itu kini menatap Amdara yang berada di bawahnya. Dia hendak menyentuh, tetapi lesatan cahaya emas membuatnya terpental menghantam dinding hingga berlubang.


Dia menggeram marah, lalu melesat kembali dan memperhatikan cahaya emas yang seolah tengah melindungi anak manusia itu. Perlahan aura kegelapan hirap dari tubuh Amdara, membuat aura kegelapan di tempat lain menghilang juga.


"Anak berdarah campuran. Hnggrrrr. Nyonya Dewi, sekarang waktunya pembalasan dendam." Suara tawanya sampai membuat kediaman ini gemetar hebat. Dia berkata lagi, "aku akan memporak-porandakan dunia manusia dengan kekuatan ini. Bermain dengan manusia-manusia lemah. Ha ha ha."


Dalam sekali hentakan kaki, rumah besar itu hancur. Mengakibatkan debu bertertebaran. Perisai pelindung hancur berkeping-keping.


Makhluk tersebut terbang, tubuhnya tinggi besar dan terlihat mengerikan. Kedua tangannya terentang, ketika menghempaskan nya ke depan, hutan di depan dalam sekejap dibuat hangus.


Dia memandang langit hitam dengan seringai lebar. Suaranya menggema, "dunia ini akan kami hancurkan!"


Angin kejut tercipta, tanah di sekitar sana bergetar hebat. Di saat yang sama, Roh-roh Hitam di berbagai tempat memunculkan diri dan mengeluarkan suara khas masing-masing. Membelah langit malam, dan membuat semua manusia dilanda ketakutan.


Makhluk ini termasuk Raja Roh Hitam yang sangat kuat. Setara dengan kekuatan Drake dan Ai. Raja Roh Hitam ini kemudian melesat, ke arah ibu kota.


Dia terus mengaum, menggelegar membuat sambaran petir di langit. Kecepatannya juga bukan main, dalam lima menit sudah sampai di kota Ujung Bumi.


Raja Roh Hitam tidak segan melesatkan serangan ke arah bangunan-bangunan besar. Meledak dan membuat orang-orang terkejut.


"Manusia-manusia lemah. Sangat tidak pantas hidup!"


Raja Roh Hitam kembali melesatkan serangan, akan tetapi dua orang pria menghentikan serangan tersebut secara serentak dan kuat.


Raja Roh Hitam tidak terkejut. Seringainya semakin lebar melihat tiga manusia yang akan menjadi lawan.


"Akhirnya. Pertarungan kita kembali, di perang antar manusia dan roh hitam. Ha ha ha. Kali ini tidak akan kubiarkan kalian hidup! Biarkan balas dendam dahulu tertuntaskan sekarang!"


Dia tertawa, menatap remeh tiga manusia yang terlihat tenang walaupun sebenarnya sedang menyembunyikan kecemasan hebat.


Tiga pria itu adalah Tetua dari Akademi Nirwana Bumi, yang dahulu pernah melawan raja roh hitam ini. Kedatangan musuh lama membuat mereka kaget dan bertanya-tanya siapa yang telah membangkitkan kekuatan roh-roh hitam.

__ADS_1


"Makhluk menjijikan sepertimu berani sekali datang ke dunia manusia lagi!" Ranja, Tetua Akademi Nirwana Bumi mengacungkan pedang api ke depan. Tatapan matanya jelas mengandung kebencian.


Aura di sekitarnya berubah panas, dan jelas tengah menekan musuh. Hal yang sama dilakukan oleh Yaba, dia menggunakan seluring sebagai senjata. Matanya berwarna kuning terang. Pembawaannya tenang, tetapi berbeda saat bertarung.


"Dulu kami tidak berhasil melenyapkanmu. Tapi sekarang, kau benar-benar mengantarkan nyawa kepada kami." Yaba mendengkus, dan bersiap menyerang.


Raja roh hitam tersebut kembali tertawa mendengar penuturan lawan. Dia membesarkan bola mata saat buka suara, "kalianlah yang akan tewas di tanganku. Dan dunia ini akan menjadi bangsa kami. Ha ha ha."


Sebuah kekuatan dahsyat tiba-tiba melesat dan hampir mengenai raja roh hitam.


"Banyak omong. Siapa pun yang membangkitkan kalian, kami tidak akan pernah menyerah begitu saja!"


Serangan barusan diluncurkan oleh Ruto, Tetua Akademi Nirwana Bumi yang sedari tadi bungkam. Dia kembali melesatkan serangan hebat hingga membuat salah satu bangunan hancur.


Raja roh hitam dibuat menggeram marah. Dia juga melakukan serangan hebat. Serangannya berhasil ditangkis oleh Yaba, di sisi lain Raja juga melakukan serangan jarak dekat. Serangan jarak jauh dilakukan oleh Ruto.


Kerja sama ketiga Tetua ini sangat bagus. Bahkan membuat lawan semakin marah hingga mengeluarkan aura membunuh begitu ketat.


Hanya dalam beberapa menit, pertarungan mereka berubah sangat sengit. Kekuatan yang dikeluarkan tidak main-main. Jangkauan serangannya lebih besar dari pertarungan biasa.


Orang-orang sebelumnya langsung dievakuasi oleh murid-murid Akademi Nirwana Bumi. Mereka membawanya ke tempat yang sekiranya aman.


"Perang ini kembali terjadi. Apa kita akan menang melawan makhluk mengerikan itu?" Suara nenek tua yang tengah dibantu berjalan oleh seorang murid Akademi Nirwana Bumi tampak ketakutan. Wajah keriputnya terlihat jelas menitikkan keringat dingin.


Murid yang membantunya tampak mengerutkan kening. Dia juga merasakan ketakutan. Namun, dalam hal ini dia harus bisa menenangkan orang-orang biasa yang tengah dibantu.


"Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja," katanya yakin.


Nenek di sampingnya menoleh dan menggeleng sambil berkata, "bagaimana aku bisa tenang menghadapi perang besar ini? Bukan hanya di kota ini, tapi di seluruh negeri tengah mengalami hal yang sama."


"Bicara apa kau, Nek? Hal itu tidak mungkin terjadi."


"Aku yang merasakan peperangan dahulu sampai dibuat menangis darah. Sekarang perang kembali terjadi. Kita semua akan lenyap oleh roh hitam."

__ADS_1


Murid itu menelan ludah. Dia pernah mendengar cerita mengenai perang ini. Tidak disangka di umurnya yang begitu muda akan menyaksikan peperangan sesungguhnya.


__ADS_2