
Di luar penginapan, Amdara sudah merasakan aura gelap yang sangat besar. Saat ini dirinya berada di atas bangunan Penginapan Seribu Rasa. Mata biru langitnya mengedarkan pandangan. Hari memang masih sore, tapi hawa yang terasa sangat berbeda.
"Hmph. Cepatlah keluar."
Amdara tersenyum aneh. Dia sudah bersiap jika Roh Hitam yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Di saat genting seperti ini, Amdara sama sekali tidak merasa takut. Dia malah merasa senang bertemu dengan Roh Hitam.
Gumpalan asap hitam mengepul di udara. Bukan hanya satu tapi sekitar ada tiga gumpalan asap yang mulai berubah membentuk wujud sesosok makhluk mengerikan. Tubuhnya besar, mata merah darah yang membesar saat bertatapan dengan Amdara. Tiga tanduk mulai muncul, gigi-gigi tajam panjang juga nampak. Makhluk bernama Raja Roh Hitam itu mengeluarkan suara memekakkan telinga.
Satu Raja Roh Hitam dengan cepat menyerang Amdara, sementara dua lagi masuk menyerang penginapan.
Tanpa basa-basi, bocah berambut putih itu mengeluarkan rantai es untuk melilit musuh. Akhir-akhir ini Amdara memang lebih sering mengeluarkan rantai es ketimbang kekuatan anginnya.
Rantai es itu berhasil melilit Raja Roh Hitam, akan tetapi dia berubah menjadi kepulan asap.
Amdara yang melihatnya mengepalkan tangan. Dia terbang, nampaknya saat ini dia akan kerepotan.
Raja Roh Hitam melesatkan serangan besar dari dalam mulut, yang langsung membuat Amdara terpental karena kecepatannya lebih tinggi. Bocah itu menabrak salah satu bangunan hingga retak. Amdara mengepalkan tangan, tanpa peduli rasa sakit di tubuh dia kembali melesat menyerang.
Rantai api bermunculan dari bawah tanah, berusaha menangkap Raja Roh Hitam. Nyatanya saat ini Roh itu sulit di tangkap. Amdara mengeluarkan jurus angin, yang membuat Raja Roh Hitam turut mengikuti pusaran itu.
Di kesempatan ini, Amdara memfokuskan pikiran. Tangannya melakukan gerakan aneh dengan cepat.
"Jurus Elang Abadi Pemusnah Roh."
Cahaya emas membentuk pola elang di bawah Roh Hitam muncul bersamaan pusaran angin yang mulai memadat layaknya es.
Raja Roh Hitam mengeluarkan suara, berusaha keluar dari pola elang tersebut sekuat tenaga. Tidak seperti biasa cahaya emas yang akan langsung melahap dirinya. Namun, hanya sedikit melemahkan.
Amdara yang melihatnya menyipitkan mata. Ini keadaan buruk!
Kekuatan gelap langsung mengepung Amdara. Bahkan Raja Roh Hitam yang sebelumnya terjebak sekarang menghilang menjadi asap.
Blaaar!
Lesatan asap hitam mengenai telak Amdara dari arah belakang. Beruntung rantai es dengan cepat menangkis kekuatan itu.
Amdara segera menghilang, dan menjauh dari tempat kejadian. Jantungnya berdetak lebih keras. Pikirannya kacau untuk saat ini. Ada suara-suara aneh yang masuk ke dalam pikiran.
Di sisi lain, suara debaman terdengar dari dalam penginapan. Lima belas bocah pengemis nyatanya tengah menghadapi dua Raja Roh Hitam sekaligus.
Tatapan mereka tajam, tidak seperti yang pernah orang-orang lihat saat siang hari. Aura yang keluar dari mereka juga berbeda.
Salah satu Raja Roh Hitam kembali melesat, kekuatannya jauh lebih besar dari sebelumnya. Dia menyerang kelompok Ian yang melesatkan serangan membabi-buta. Sementara Ian langsung mengambil komando kelompoknya untuk melakukan formasi perlindungan. Formasi bintang merah melindungi mereka dari serangan Raja Roh Hitam. Formasi tersebut sangatlah kuat, sampai Raja Roh Hitam tidak bisa memberikan retakkan secuil saja.
"Strategi C!"
__ADS_1
Seru Ian yang langsung dipahami kelompok. Dia kemudian melesat dari arah depan secara langsung, tangannya mengepal membentuk kekuatan besar. Giginya bergemurutuk marah.
Lesatan cahaya hitam yang nyaris mengenai Ian langsung ditangkis oleh lima bocah pengemis dari kelompoknya. Ian tidak menyia-nyiakan hal itu, dan melemparkan kekuatan dahsyat ke arah Raja Roh Hitam.
BAAM!
Setengah dari Penginapan Seribu Rasa hancur. Bukan hanya karena serangan nyasar, tetapi karena tubuh Raja Roh Hitam yang menabraknya. Satu Raja Roh Hitam keluar dari penginapan, itu akibat serangan Ian yang dahsyat.
Sementara satu Raja Roh Hitam lagi yang tengah menghadapi Nuri dan teman-temannya masih kerepotan. Kelompok Nuri mengepung Raja Roh Hitam yang kali ini tubuhnya tidak sebesar Raja Roh Hitam seperti sebelumnya.
"Aku sudah sering melihatnya. Tapi mengapa masih saja menyeramkan!"
Nuki menggigit bibir bawahnya sampai berdarah. Tangannya terkepal kuat.
Gan yang mendengarnya mendengus. Dia malah tersenyum remeh ke arah Raja Roh Hitam.
"Siapa peduli. Malam ini aku sedang kesal. Jadi mari kita habisi Raja Roh Hitam ini."
Kekuatan bersinar terang dari bawah kaki Gan. Tatapan matanya berubah warna menjadi hijau terang. Dia menyeringai, siap menyerang.
Nuki berdecak kesal dengan penuturan kakaknya ini. Dia mengatur pernapasan agar lebih baik, bersiap menyerang menunggu aba-aba dari Nuri yang sedari tadi diam.
"Formasi Dunia. Lingkaran Mangkuk Kalajengking ...!"
Suara Nuri melengking, bahkan suaranya sampai membuat Raja Roh Hitam terganggu sesaat. Kelompok Nuri itu menggunakan kesempatan ini untuk menyerang dari berbagai arah dengan kecepatan dan kekuatan besar. Tidak ada yang bermain-main saat ini.
Blaaar!
Terjangan langsung dilakukan para bocah pengemis. Mereka menyerang secara membabi-buta tanpa memberi celah Raja Roh Hitam melakukan serangan balik.
Raja Roh Hitam menggeram dan berusaha melawan balik, tetapi sebuah segel pelindung tercipta yang membuatnya tidak bisa melukai bocah-bocah itu.
Para bocah pengemis terlihat berbeda saat menyerang. Mereka menggunakan jurus-jurus hebat. Jurus itu seperti pernah dilatih oleh orang hebat pula. Lihat saja Raja Roh Hitam hanya bisa menahan dan kembali menghantam penginapan karena serangan para manusia kurcaci itu.
"Ha ha ha. Apa malam ini kita akan menang?!"
Nuki menciptakan sebuah cakar besar, untuk menyakar wajah Raja Roh Hitam. Dia membenci wajah menyeramkan itu.
Gan menyentuh tanah, cahaya hijaunya mengikat Raja Roh Hitam yang langsung memberontak.
Dia mendesis. Dan berujar, "apa ini anak dari Raja Roh Hitam? Hmph. Lemah tidak seperti biasanya."
Para bocah pengemis ini sebenarnya anak-anak yang sangat kuat. Mereka menyembunyikan identitas dengan menjadi pengemis. Mereka juga merasa nyaman dengan menjadi pengemis.
Sudah lama mereka melakukan penyerangan dan melindungi kota ini yang diserang oleh Raja Roh Hitam.
__ADS_1
Nuri terlihat melentingkan tubuh saat serangan Raja Roh Hitam hampir mengenainya. Dia diam, dan terus saja berpikir sesuatu.
"Ini aneh. Jelas-jelas Raja Roh Hitam ini tidak seperti biasanya. Aku tidak yakin hanya ada dua Raja Roh Hitam di sini. Bukankah biasanya ada banyak?"
Perkataan Nuri membuat teman-temannya sadar. Mereka langsung menepuk dahi masing-masing.
"Sialan! Kita semua berada di sini. Lalu siapa yang melindungi tempat lain?!"
Benar sekali. Tidak hanya dua atau tiga Raja Roh Hitam yang menyerang kota. Akan tetapi jumlah yang muncul semuanya adalah sepuluh. Tujuh Raja Roh Hitam sekarang sedang memporak-porandakan tempat-tempat lain dengan gencar.
Seperti di Asosiasi Sinar Dunia saat ini, bukan hanya para pengawal akan tetapi Lintang sendiri turun tangan dalam menghadapi Raja Roh Hitam yang sangat kuat ini. Mereka sudah kewalahan sejak tadi walaupun sudah bekerja sama.
Lintang terbang, dia mengedarkan pandangan. Kota benar-benar dibuat kacau sekarang. Dia mengepalkan tangan kuat.
"Lindungi Nona ...!"
Suara para pengawal memberi instruksi. Mereka semua mengerahkan banyak kekuatan untuk melindungi Lintang dan Asosiasi Sinar Dunia. Jika sampai runtuh, mereka akan mendapat kerugian besar.
"Di mana Lima Belas Bintang Malam?!"
Seruan Lintang tidak ada yang berani menimpali. Mereka semua sedang berada dalam kesulitan tersendiri. Lintang yang geram mengeluarkan aura membunuh begitu pekat, sebuah sayap keluar dari balik punggungnya. Dia melesat menyerang Raja Roh Hitam dengan kekuatan besar.
Blaaar!
Angin kejut yang sampai menerbangkan rumah membuat para pengawal berdecak kagum. Mereka melihat Lintang yang dengan berani menyerang tanpa ada rasa ragu sama sekali.
"Tidak. Aku harus mencari Lima Belas Bintang Malam sekarang. Jika tidak ..." Lintang menelan ludah susah payah membayangkan hal buruk pada kota ini. "Aku juga akan tewas."
Lintang terus terbang dengan lincah menghindari serangan musuh. Dia memusatkan kekuatan pada kakinya, tepat saat serangan lain mengganggu Raja Roh Hitam dia menendang keras bagian kepala dan memotong salah satu dari tiga tanduk.
Raja Roh Hitam menggeram kesakitan. Tidak sampai di sana, Lintang menyerang bagian kedua mata musuh dengan racun.
Grooarr!!
Raja Roh Hitam termundur dan ambruk. Dia terus saja menggeram, tapi kesulitan berdiri.
Lintang mengatur pernapasan yang saat ini tidak stabil. Dia sudah banyak mengeluarkan kekuatan.
"Kalian serang dia, jangan memberi celah! Aku akan mencari Lima Belas Bintang Malam!"
Lintang melesat begitu menyuarakan isi hatinya. Tanpa disadari siapapun, mulut Lintang mengeluarkan darah. Dia mengusapnya menggunakan punggung tangan.
"Aku ini lemah. Selama ini terus dilindungi. Tsk. Sebenarnya di mana Lima Belas Bintang Malam itu?!"
Lintang membulatkan mata dan segera menghindar. Serangan nyasar sampai meretakkan tanah. Dia menggelengkan kepala. Kekacauan di kota sudah kelewat batas. Sudah banyak bangunan rusak dalam beberapa saat karena serangan nyasar.
__ADS_1
Terlihat banyak warga yang tengah mati-matian menyerang Raja Roh Hitam. Dari mereka sudah banyak yang terluka bahkan tewas. Namun, Raja Roh Hitam masih memiliki kekuatan besar untuk menyerang.