Magic Of Akademic

Magic Of Akademic
237 - Sebuah Kabar


__ADS_3

"Amdara."


Kata gadis muda tersebut. Ekspresinya berubah. Dingin dan menusuk. Senyum manisnya memudar. Dia tidak menyebut nama 'Luffy'.


Mata Siluman Naga Air terbuka lebar. Menggoyang-goyangkan kepala cepat, berusaha membuat manusia di atas kepala terjatuh. Tapi Amdara seperti sudah ter-lem di kepala. Dia bahkan tidak terjatuh, masih dengan tenang duduk bersila di sana. Hal tersebut membuat Naga Air Menggeram marah dan langsung masuk menyelam ke Laut Hitam.


Sementara Amdara sendiri tidak gentar. Dia menggunakan kekuatan untuk membuat perisai. Dia juga sebenarnya tahu siluman yang ditumpangi bukan siluman biasa. Aura yang terpancar sangat berbeda dan terasa familiar. Sama sekali tidak ada aura berbahaya bagi nya.


Kedalaman Laut Hitam tidak biasa. Menyelam dengan kecepatan tinggi bahkan sampai membuat gelombang besar. Gelap, dan terasa dingin. Beruntung Amdara menggunakan kekuatan untuk melihat ke depan.


Siluman Naga Air menggeram, sampai gelombang besar tercipta, dan mengeluarkan kalimat tidak terduga.


"Amdara?! Jangan sebut nama itu! Berani-beraninya mulut busukmu menyebut nama lebih busuk."


Amdara jelas dibuat tersentak oleh ucapan ke jam barusan. Tapi dia langsung berusaha menenangkan diri.


"Keterlaluan." Amdara menekan jari telunjuk tepat di tengah-tengah kepala Naga Air. Kekuatan es mulai menyelimuti, sampai Naga Air merasakan kesakitan luar biasa. Padahal jelas-jelas kulit nya sangat keras.


"Orangtuaku yang memberi nama."


Amdara mendengkus dan menarik kembali tangannya. Dia kembali berkata, "tarik ucapanmu lagi."


"Ggrr. Jangan bicara omong kosong! Manusia mana yang memberi nama itu?!"


Nada Siluman Naga Air sinis. Dia mulai berenang dengan kecepatan biasa. Dia bahkan tidak menyerang anak manusia ini karena merasakan sesuatu yang besar. Naga Air juga syok berat merasakan sakit sebelumnya. Kulit serta sisik keras nya bahkan sampai sedikit retak. Membentuk sidik jari kecil.


"Sang Langit dan Dewi."


Saat itu juga Siluman Naga Air berhenti. Matanya terbuka lebar, di gelap nya Laut Hitam bersinar terang karena matanya.


"Sekali lagi kutegaskan. Jangan membual ...!"


"Aku tidak membual."

__ADS_1


"Hah, dasar manusia kecambah! Berani mengaku sebagai anak dari dua orang itu?! Cari mati!"


Siluman Naga Air mengeluarkan kekuatan dahsyat. Sampai ombak menerjang di sana.


Amdara sendiri menaikkan sebelah alis bingung. Sejak menyebut nama sendiri, Naga ini sudah berubah nada bicara. Seolah-olah mengenal Sang Langit dan Dewi.


"Aku memang anaknya."


Amdara menyelam, berhenti di depan Naga Air. Mata birunya berubah menjadi putih. Aura gelap tiba-tiba saja mengelilingi. Benang emas dan Hitam saling berputar di sekitar tubuh.


Perubahan ini sangat luar biasa bagi Naga Air yang langsung termundur. Menatap Amdara aneh. Dia melihat Ikat rambut yang dikenakan, serta rambut putih yang mengingatkannya pada seseorang.


"Tidak mungkin."


Kini Siluman Naga Air tidak berani menggeram. Masih memandang Amdara yang bergeming.


*


*


*


Seorang pria menyipitkan mata ketika melihat ke laut lepas. Namun sedetik berikutnya mata itu terbuka lebar, disertai mulut membulat sempurna.


Suaranya keluar dengan sangat kencang, "semuanya menjauh! Ada kapal sangat cepat tidak terkendali sedang menuju ke sini ...!"


Kontan yang mendengar langsung melihat ke laut lepas. Ada rasa tidak percaya., tetapi saat melihatnya langsung, mereka ketar-ketir segera menjauh.


"Siapa awak kapalnya?! Apa dia menggunakan kekuatan iblis untuk melesat cepat?!"


Wanita itu menelan ludah susah payah. Bertanya-tanya tapi tidak ada yang menjawab. Semua mata di sana kini sudah menjauh dan memandang Kapal Re yang sedang melesat cepat.


Di sisi lain, Kapal Re yang seharusnya membawa penumpang dalam waktu beberapa hari lagi kini sudah sampai di pelabuhan. Tentu dengan kecepatan luar biasa, tidak ada manusia yang mampu menandingi kecepatan kekuatan Naga Air barusan. Kecepatan itu sampai-sampai para penumpang banyak yang mengeluarkan isi perut mereka. Kepala terasa pening dan bahkan seorang anak langsung ambruk tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Shi tampak memegang perut, wajahnya pucat seperti mayat hidup. Dia berpegang pada sisi kapal.


"A-aku seperti dalam perjalanan ke akhirat barusan."


Sekuat tenaga dia menahan sesuatu yang bergejolak dalam perut, tapi naas malah keluar begitu saja.


Seseorang melesat cepat, berhenti di samping Shi yang masih tidak sadar siapa di samping nya. Apalagi orang itu juga tampak mengeluarkan isi perut. Wajahnya tanpa ekspresi serta pucat membuat siapa pun akan menyangka dia tidak baik-baik saja. Dia berpegang erat pada sisi Kapal Re.


Ketika Shi menoleh, dirinya dibuat kaget. Bibirnya bergetar saat ini. "C-cakra?"


Benar. Orang itu adalah Cakra yang masih mengeluarkan isi perut. Mereka mungkin bisa saja menggunakan kekuatan untuk menahan atau agar tidak merasa mual. Tapi dengan kecepatan itu, sangat tidak mungkin dan sulit dilakukan karena konsentrasi yang tidak teratur.


Shi ingin tertawa. Ini merupakan kejadian langka. Tapi bahkan untuk berdiri saja sekarang sudah sulit. Tangan sampai bergetar.


Malam masih berlanjut dengan tenang. Bintang-bintang terlihat menggantung di angkasa. Banyak penumpang Kapal Re yang masih merasakan mual.


Orang-orang yang berada di pelabuhan segera menghampiri penumpang Kapal Re yang sedang membutuhkan pertolongan.


"Hei, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?"


Tanya pria berjubah dan bercaping dengan kain biru tua pada rekannya yang merupakan penumpang Kapal Re.


Rekannya menjawab dengan bibir bergetar, "Naga Air ... Siluman di Laut Hitam itu yang melakukannya."


"Apa?! Tsk. Kau pasti halusinasi. Naga Air Laut Hitam itu hanya cerita!" dia tidak percaya..


Lawan bicara menatap tajam di balik kain biru tua. Dengan lemah memegang bahu rekan sambil berkata sinis.


"Aku sedang tidak berhalusinasi. Siluman Naga Air memang ada. Semua penumpang Kapal Re menyaksikannya secara langsung." Dia terdiam. Menggeremutukkan gigi sebelum kembali buka suara. "Gadis berambut putih yang mengendalikan."


"Itu benar. Seorang gadis menyuruh Siluman Naga Air untuk melesatkan kapal ini dengan cepat," imbuh rekan wanita. Dia sudah lebih baik sekarang. Wajahnya yang tidak terlihat membuat siapa pun tidak tahu bagaimana ekspresinya saat ini.Tapi dari nada bicara nya terdengar tidak suka.


"Siapa gadis itu? Jika benar, Ini kabar bagus. Menemukan mangsa berkualitas tinggi."

__ADS_1


Seringai rekan pria tidak diketahui siapa pun. Orang-orang berjubah itu. kemudian mengangguk dan langsung pergi.


Kabar kebenaran Siluman Naga Air akan meledak dalam beberapa menit lagi. Apalagi pasti nya gadis muda berambut putih akan terseret dalam hal ini. Dan pasti akan menjadi topik panas, lalu mungkin saja akan ada orang jahat yang tidak lama lagi datang.


__ADS_2