
Titik-titik cahaya muncul di gua, Amdara keluar dari portal. Dia menghembuskan napas lega karena sudah melenyapkan Roh Hitam di titik merah. Memang merepotkan melenyapkan di daerah merah.
Amdara mengambil duduk bersila di atas batu besar. Dirinya melepas ikat rambut dan memperhatikannya lama. Sebelumnya dia merasakan tubuhnya yang teramat sakit karena asap hitam, serangan musuh. Dia pikir sudah tidak bernyawa karena tubuhnya sudah tidak berdaya. Akan tetapi tiba-tiba saja kekuatan alam secara bertubi-tubi masuk ke dalam tubuh. Saat itu juga mendadak tubuhnya terasa sangat dingin sekaligus hangat, tidak lagi merasakan sakit dk sekujur tubuh. Dan ketika membuka mata, dua Raja Roh Hitam sudah berlutut di hadapannya. Amdara merasakan kekuatan amat besar tidak terkontrol terus saja masuk ke dalam tubuh secara paksa. Dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, akan tetapi hal itu sangat bagus karena bisa melenyapkan Raja Roh Hitam.
Tentu Amdara berpikir karena tubuhnya yang istimewa, jadi bisa mengeluarkan kekuatan di saat-saat tertentu. Amdara juga tahu mengenai perubahan pada mata, dan pola elang hitam di dahi. Hanya satu yang belum diketahui, ikat rambut ditangannya itu memiliki kekuatan asing.
Amdara sama sekali tidak mengingat ketika ikat rambut terlepas. Seolah ingatan itu bukanlah miliknya.
Saat sedang memikirkannya, seseorang terbang ke arahnya. Amdara melihat ke depan, dia langsung mengambil sikap memberi hormat kepada Tetua Haki.
Tetua Haki mengangguk, dia memperhatikan Amdara yang menurutnya sudah memiliki aura asing. Tetua Haki kemudian berujar, "apa kau berlatih dua hari ini?"
Anggukan Amdara sebagai jawaban membuat Tetua Haki tersenyum tipis. Dia lalu mengatakan hari ini Amdara akan mendapat teknik baru.
Tetua Haki keluar dari gua, diikuti oleh bocah berambut putih itu. Di luar udara terasa hangat. Ada tempat khusus berlatih di sana, mentari siang memang sangat cocok memberi pelatihan khusus.
"Ini merupakan teknik dari Akademi kita. Kau harus bisa menguasainya. Tidak sulit, tapi membutuhkan konsentrasi tinggi," jelas Tetua Haki sambil mulai melayang. Dirinya kembali menjelaskan, "namanya adalah Teknik Pengendalian Diri. Dengan menguasai teknik ini, kau dapat menggunakan lima panca indera dengan baik."
Yang dimaksudkan penggunaan lima panca indera dengan baik adalah seseorang yang menguasai teknik ini dapat merasakan kepekaan yang lebih dari orang biasanya. Kepekaan ini dalam jarak tertentu, tergantung penguasaannya sudah sampai mana. Teknik yang merupakan dasar ini sangat bagus apalagi di saat melakukan serangan kepada musuh.
__ADS_1
Sebenarnya jika diingat kembali, Amdara pernah melakukan pelatihan kepekaan yang diajarkan oleh Nenek Nian. Tapi bocah itu sama sekali tidak mengatakannya kepada Tetua Haki yang sedari tadi masih menjelaskan sambil memperhatikan.
Amdara duduk bersila sambil melayang. Dia mengikuti instruksi Tetua Haki satu demi satu.
Bukan hanya soal memusatkan kekuatan ke dalam tubuh, akan tetapi mengenai bagaimana kekuatan dapat digunakan secara sekaligus ke kepekaan lima panca indera. Seperti yang dikatakan Tetua Haki, Amdara cukup kesulitan dalam melakukan pelatihan ini. Bahkan beberapa kali dia nampak tersedak napas sendiri karena selalu gagal. Amdara menarik napas dalam, melihat Tetua Haki yang juga duduk bersila sambil melayang dan terus menerus melakukan Teknik Pengendalian Diri. Terlihat mudah, tapi sebenarnya sulit.
Amdara kembali memejamkan mata, terus menerus melatih kepekaan lima panca indera. Karena pikirannya memang sedang tidak fokus, sampai sore menjelang pun masih belum bisa menguasai satu pun dari teknik yang diajarkan.
Tetua Haki memperhatikan Amdara, sampai sepanjang malam tiba dirinya terus saja memberi penjelasan agar bocah ini paham. Tetua Haki lantas berkata, "kuncinya satu, konsentrasi. Fokuslah. Kau tidak boleh memikirkan hal lain di saat pelatihan ini."
Tetua Haki melayang, memutari tubuh Amdara. Dirinya mengerutkan kening merasakan aura yang semakin terpancar dari tubuh bocah berambut putih ini.
*
*
*
Membutuhkan beberapa hari hanya untuk melatih kepekaan satu panca indera. Setelah Amdara berhasil, Tetua Haki langsung pergi dan meminta bocah itu agar terus berlatih sampai menguasai teknik tersebut.
__ADS_1
Tetua Haki juga mengatakan akan datang selama tiga bulan sekali untuk melihat hasil pelatihan tertutup, dan jika memungkinkan memberi teknik atau jurus dari Akademi. Nampaknya, Tetua Haki sangat percaya dengan kejeniusan Amdara.
Selama pelatihan tertutup, Amdara tanpa henti berlatih. Sampai dia benar-benar menguasai Teknik Pengendalian Diri dengan sangat-sangat baik. Walau sudah menguasainya, akan tetapi Amdara sama sekali tidak berhenti berlatih.
Setiap hari dia berlatih jurus serta teknik yang pernah diajarkan Tetua Haki. Bahkan Amdara juga melatih kekuatan dan jurus sendiri. Terlebih ke kekuatan berelemen air, angin, es, dan kekuatan barunya yakni api. Dia juga melatih Seluring Putih setiap ada waktu luang.
Untuk melihat hasil dari pelatihannya, Amdara melakukan pembantaian Roh Hitam di daerah yang tidak berada di zona merah. Saking banyaknya Roh Hitam di suatu daerah, Amdara sampai mengeluarkan banyak kekuatan.
Hari-harinya berlalu hanya untuk berlatih kekuatan dan dengan melihat hasil latihan melakukan pelenyapan Roh Hitam sampai di daerah titik merah.
Ada saat di mana Amdara nyaris dilenyapkan oleh Roh Hitam karena musuh terlalu kuat, akan tetapi dia selalu lolos dari maut. Dari hasil terus berlatih dan memiliki banyak pengalaman, kekuatan Amdara meningkat pesat.
Yah, walau Tetua Haki tidak mengizinkannya pergi keluar dari gua selain berlatih di depan gua, bukan Amdara namanya jika tidak melakukan misi dari Tetua Bram. Setiap kali Amdara pergi berburu Roh Hitam, dia juga menyempatkan waktu mencari tanaman herbal yang kebetulan tidak jauh dari tempat tersebut terdapat beberapa tanaman herbal. Tempatnya memang strategis, bahkan saat memasuki daerah zona merah untuk melenyapkan Roh Hitam ada yang berada di daerah rawa-rawa yang dipenuhi banyak siluman. Ada juga yang tempatnya sangat jauh dan aneh, pasalnya di tempat itu terdapat beberapa tanaman berbentuk aneh. Saat teringat kitab yang pernah dibaca, Amdara sontak mengambil tanaman aneh yang ternyata tanaman herbal dengan banyak khasiat.
Dia belajar obat-obatan yang diingat di otak. Jadi tidak hanya berlatih kekuatan, tapi juga berlatih membuat obat-obatan layaknya alkemis.
Seperti yang dikatakan Tetua Haki tiga bulan lalu, dia kembali dengan melihat hasil latihan Amdara. Tetua Haki sampai membeku melihat hasil latihan selama tiga bulan itu. Bagaimana tidak? Jika Tetua Haki tebak, Amdara bisa menewaskan sepuluh orang yang berada di Tingkat Tahap Bumi secara sekaligus.
Tetua Haki tentunya sangat senang dengan perkembangan pesat murid didiknya ini. Dia kemudian memberi jurus khusus dari Akademi Magic Awan Langit kepada Amdara. Jurus tersebut sangat khas, selain gerakannya yang gesit, tapi kekuatan yang dilesatkan benar-benar luar biasa. Bahkan Amdara sampai menahan napas saat melakukan jurus yang diajarkan ini.
__ADS_1
Amdara sama sekali tidak mengatakan berlatih alkemis, dia tidak ingin Tetua Haki mengetahui bakat satu ini. Dia bahkan menyembunyikan kekuatan sebenarnya yang jauh lebih besar. Jika sampai ketahuan Amdara memiliki kekuatan besar, dia tidak yakin Tetua Haki percaya bahwa dirinya tidak hanya melatih satu jurus apalagi dalam tiga bulan ini.