
"Ada apa dengan mereka?"
Amdara masih memerhatikan, tetapi dia tidak berniat turun ke bawah dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Amdara kembali memainkan seluring ketenangan tetapi terdengar suara memekakkan telinga. Kali ini Amdara langsung menurunkan pandangan, tanpa menghentikan irama ketenangan yang dimainkan. Dia tersentak saat ternyata yang membuat penjaga istana berteriak seperti kesakitan adalah irama ketenangan yang dia mainkan. Segera Amdara menghentikan meniup seluring.
Ada salah satu penjaga istana yang sampai tidak sadarkan diri. Jelas Amdara kebingungan akan hal ini. Dia memainkan irama ketenangan yang seharusnya membuat jiwa siapa pun tenang, bukan? Lalu bagaimana dengan para makhluk Dark World? Apa mereka kehilangan kekuatan karena mendengar irama ketenangan yang dimainkan Amdara?
"Mn, bagaimana dengan irama kematian?"
Amdara menyeringai, dia mulai memainkan seluring irama kematian untuk memastikan tebakannya benar atau tidak. Dan yang terjadi sangat mengejutkan. Irama kematian yang seharusnya menjadi m*m*k menakutkan bagi telinga siapa pun, para penjaga istana itu malah terlihat pulih kembali. Mereka bahkan nampak melihat kedua tangan, seakan tengah menyerap kekuatan. Terlihat asap yang sebelumnya keluar dari tubuh mereka kembali masuk ke dalam tubuh dengan cepat saat Amdara mencepatkan irama kematian.
Amdara masih memerhatikan. Kerutan terlihat di dahi saat dia baru menyadari sesuatu. Amdara menghentikan memainkan seluring dan mengembuskan napas gusar.
"Mereka memakan irama kematian dan lemah karena irama ketenangan?"
Amdara menggeleng dan berdecak. Dia tidak bisa menenangkan diri dengan memainkan seluring. Itu hanya akan melemahkan kekuatan para makhluk Dark World. Tentu dia tidak akan melakukan hal yang membuat orang lain merasa dirugikan setelah mengetahui hal ini. Amdara juga tidak bisa memainkan irama kematian karena hanya akan menambah kekuatan mereka. Amdara tidak sebaik itu, dan dia tidak ingin mereka tahu bahwa dirinya bisa memainkan seluring yang dapat mereka serap kekuatannya. Yang ada nanti Amdara hanya akan dimanfaatkan. Bocah berambut putih itu menggeleng dengan pemikirannya.
Amdara kembali duduk di tempat semula. Dia masih mengingat perkataan Are yang menjelaskan bahwa golongan mereka memakan energi negatif, berarti irama kematian adalah energi negatif juga?
"Ini ... kenapa aku baru tahu?"
Amdara mengembuskan napas, dia menyenderkan kepala di kursi sambil memejamkan mata. Tusuk rambut di kepalanya dia ambil dan memasukan ke dalam Cincin Ruang.
"Patung itu wajah ibu?"
__ADS_1
Terlintas wajah patung yang anggun di istana utama. Dia masih tidak menyangka akan kebenaran ini. Semakin lama, dirinya ingin cepat-cepat menemukan kedua orang tuanya agar bisa menanyakan langsung.
"Ayah, ibu, sebenarnya siapa kalian?"
Terlihat tangan Amdara yang terkepal kuat dan langsung mengembuskan napas gusar. Perasaannya masih campur aduk.
Terdengar suara batuk seseorang. Amdara membuka mata, dia menoleh ke arah ranjang tepat Aray yang telah sadarkan diri dan tengah duduk. Amdara segera menghampiri, dia berjalan santai.
"Bagaimana keadaanmu?"
Aray terbatuk-batuk. Amdara mengeluarkan air dalam kendi dari Cincin Ruang dan memberikannya pada Aray yang langsung menenggak habis.
"Di mana ini? Bagaimana dengan makhluk-makhluk jelek itu? Lalu, apa yang terjadi? Rambut Putih, bagaimana bisa kau ada di sini?! Kau baik-baik saja, 'kan?!"
Aray terus bertanya sampai dia tersedak napas sendiri. Dia terlalu mencemaskan semuanya sampai tidak memikirkan diri sendiri. Amdara menggeleng dan menepuk-nepuk bahu Aray, menenangkan.
Aray menarik napas dalam. Dan melihat wajah Amdara yang menenangkan membuatnya tenang. Amdara seperti baik-baik saja tanpa perlu Aray tanya lagi.
Aray mengedarkan pandangan, dia masih terkejut dan segera menoleh kembali ke arah Amdara yang terlihat mengerti dengan pandangan mata tersebut.
Amdara berkata, "kita berada di istana--"
"Istana?! Kau jangan membual, Rambut Putih! Memangnya kita berada di mana sampai bisa di istana?!"
Aray memotong ucapan Amdara yang langsung mengembuskan napas kasar. Aray tidak mengerti maksud dari perkataan Amdara barusan.
__ADS_1
"Jangan menyela." Amdara berucap dingin membuat Aray membeku dan mengatupkan bibirnya.
Ekspresi Amdara ternyata memang agak menyeramkan. Aray mengangguk patuh. Dan mendengarkan Amdara kembali menjelaskan.
Amdara menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Lalu menjelaskan, "istana Dark World. Makhluk sebelumnya yang kau serang sudah ditangani oleh Are, kau tenang saja. Mereka tidak akan menyerang atau mengganggu. Dua makhluk sebelumnya, dia yang membawa kita kemari."
Aray baru saja membuka mulut, tetapi tatapan bak elang langsung tertuju padanya. Aray menutup kembali rapat-rapat mulut dan kesulitan menelan ludah. Padahal dia tidak takut apa pun, tetapi melihat tatapan tajam Amdara entah mengapa mampu membuat nyalinya menciut.
"Cahaya yang kita lihat sebenarnya adalah salah satu makhluk di dunia. Memang berwujud cahaya, berbentuk manusia tetapi tidak sempurna."
Amdara mengatakan dirinya juga tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Dirinya mengatakan bahwa makhluk ini bukan golongan dari roh ataupun arwah. Mereka lahir dan memakan kekuatan negatif baik manusia atau pun makhluk lain. Namun, Amdara tidak mengatakan golongan Are adalah istimewa, karena memang menurut Amdara tidak ada yang istimewa.
Pada intinya, mereka di bawa ke Dark World bukan lagi dunia manusia.
"Dan kau tidak sadarkan diri setelah mengeluarkan banyak kekuatan." Amdara menarik napas dan menghembuskan perlahan sebelum kembali menjelaskan, "aku baik-baik saja. Mereka tidak menyakitiku."
Amdara jelas tidak akan mengatakan satu kebenaran mengenai dirinya. Dia hanya menjelaskan mereka di bawa kemari karena makhluk-makhluk itu tertarik pada kedua bocah ini. Untuk menjelaskan mengenai dunia lain manusia ... Amdara mengatakan secara detail agar Aray tak terus bertanya walaupun memang ini sulit dimengerti.
Amdara juga menjelaskan bagaimana mereka bisa masuk ke istana, itu karena Are yang mengajak dan mempersilahkan. Amdara telah meminta agar Are tidak membongkar identitasnya di hadapan Aray.
Nampak wajah ketidak percayaan, akan tetapi untuk apa bocah berambut putih ini berbohong? Sama seperti Amdara sebelumnya yang bergeming dengan keadaan menangkap penjelasan, Aray berpikir keras.
"Aku juga tidak mengerti mengenai Dark World. Saat aku sadar setelah cahaya itu menghilang, aku berada di sini."
Aray masih diam dan bergelut dengan pikiran sendiri. Dirinya merasa tubuhnya lebih baik, sepertinya Amdara telah menyembuhkan. Aray yang tidak mau memikirkannya lagi sontak berpikir tak ingin berada di dunia mengerikan ini. Dan dia berpikir pasti makhluk-makhluk itu tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja, untuk itu Aray harus segera pergi dari istana ini sebelum mencari jalan keluar dari Dark World.
__ADS_1
"Ah, sudahlah. Aku tidak mau berada di dunia makhluk apalah ini! Ayo cepat, kita harus pergi! Atau hal buruk akan terjadi."
Aray bergegas bangun, dan menarik lengan Amdara. Tetapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba cahaya hitam melesat dan berhenti tepat di depannya.