Magic Of Akademic

Magic Of Akademic
270 - Perang Dunia


__ADS_3

"Evakuasi masyarakat secepatnya. Kerahkan seluruh pasukan untuk menjaga mereka. Para kesatria berpencar melawan Roh-roh Hitam sekuat tenaga," kata seorang pria yang mengenakan jubah mewah. Tatapan matanya tegas. Dia lalu kembali berkata, "ini bukan perang biasa. Tapi perang yang akan menentukan kehidupan seluruh manusia. Kalian harus melawan dan memusnahkannya."


Orang-orang bawahannya yang berada di bawah istana mengangguk mengerti dengan ucapan Kaisar Leguin. Di sana, para kesatria sudah siap berperang dengan persiapan mendadak. Ribuan pasukan tanpa gentar mendengarkan para pemimpin mereka untuk melindungi Negeri Nirwana Bumi.


Di bawah langit gelap disertai gemuruh petir. Udara dingin dan terasa mengerikan. Perang dunia yang tidak pernah mereka bayangkan kembali terjadi. Perang antara manusia dan Roh-roh Hitam yang mengguncang dunia manusia. Kejadian mengerikan ini terlalu mendadak, bagi orang-orang yang sama sekali tidak merasakan aura kegelapan sebelumnya. Termasuk Kaisar Leguin sendiri tidak mengetahui selama ini kekuatan kegelapan terus berkumpul.


"Kerahkan seluruh kekuatan kita, demi dunia manusia!" seru Kaisar Leguin yang mendapatkan seruan para kesatria.


Para pemimpin dari kelompok kesatria mengangkat sebuah bendera Negeri Nirwana Bumi. Mereka memberikan hormat kepada Kaisar Leguin dan berseru berangkat ke berbagai tempat.


Ribuan kesatria itu melesat sesuai perintah.


Di luar istana memang terang karena cahaya dari kekuatan istana. Istana yang biasanya tenang dan damai saat malam, sekarang berubah mencekam. Kaisar Leguin mengepalkan tangan marah dan sedikit takut, sebab ini bukan perang antar negeri, melainkan perang manusia dan makhluk dari dunia lain. Jelas ini akan sangat merugikan manusia, dan membahayakan beribu nyawa mereka. Untuk mengatasi hal lebih buruk, Kaisar Leguin harus mengerahkan kekuatan para kesatria dalam menghabisi lawan.


Bertahun-tahun lamanya perang dengan makhluk mengerikan itu tidak ada. Akan tetapi, malam ini adalah malam yang tidak pernah dinanti. Sudah sangat lama tidak terdengar roh-roh hitam membuat keonaran besar-besaran. Sebab kekuatan mereka dahulu pernah musnah tanpa ada manusia yang tahu apa penyebabnya.


Dan sekarang aura kegelapan datang tiba-tiba, lalu membangkitkan kekuatan para roh-roh hitam yang akan memporak-porandakan dunia manusia.


"Sebenarnya siapa yang membangkitkan kekuatan mereka?" Tatapan Kaisar Leguin kian tajam ke depan. Menebak-nebak siapa sekiranya yang telah membangkitkan kekuatan makhluk mengerikan.


Seseorang pria mendarat di belakang Kaisar Leguin. Dia adalah tangan kanan Kaisar Leguin, bernama Jaro.


"Yang Mulia, izin menyampaikan pesan," ujarnya sambil membungkukkan badan.


"Katakan," kata Kaisar Leguin dengan membalikkan badan ke belakang.

__ADS_1


"Kota Ujung Bumi tengah diserang raja roh hitam. Kota Pelita dan desa-desa lain juga diserang. Kekuatan lawan sangat kuat, banyak yang kewalahan hanya dalam beberapa menit. Keadaan benar-benar kacau."


"Jika kekuatan kita kurang menyeimbangi musuh, berikan ramuan kepada mereka. Kita harus tetap menyerang dan melenyapkan musuh. Jika tidak, kita lah yang akan dilenyapkan." Kaisar Leguin menarik napas dan kembali berbicara, "perang dunia ini akan berlangsung sangat lama. Jika tidak segera dihentikan, dunia kita yang hancur dan semua manusia ... tewas."


Jaro mendongak sebentar. Dia terdiam dan tahu keadaan ini.


"Perang ini dimulai oleh roh-roh hitam. Kita sama sekali tidak ada persiapan. Negeri lain juga demikian. Kita harus mengandalkan kekuatan manusia sendiri untuk menyingkirkan musuh." Jero berujar, "Yang Mulia, semua orang tengah berusaha keras melawan musuh, demi dunia manusia. Tolong percaya pada kekuatan kami."


Kaisar Leguin menghela napas dalam. Saat ini mereka harus percaya pada kekuatan diri sendiri untuk melawan musuh.


"Lakukan yang terbaik."


*


*


*


Satu raja roh hitam muncul di Akademi Nirwana Bumi, kemunculan yang tiba-tiba itu membuat para murid terkejut bukan main.


Tanpa berlangsung lama, pertarungan sengit terjadi. Menghancurkan gedung besar dalam sekali serangan. Tidak ada yang bermain-main dalam menyerang roh hitam.


"Menghindar!"


Suara Gadis Petir dari Akademi Nirwana Bumi terdengar memberi peringatan tepat ketika ada serangan dari musuh. Teman-temannya segera menghindar.

__ADS_1


Serangan barusan mengakibatkan hancurnya gedung perpustakaan Akademi. Asap langsung mengepul di sana. Raja roh hitam tampak mengeluarkan suara keras, membuat angin kejut besar.


Gadis Petir kontan membuat perisai pelindung. Dia menggertakkan gigi kesal. "Sial. Kekuatannya sangat besar. Jika seperti ini akan merepotkan."


Dia memandang musuh marah. Kekuatan petir memutari tubuhnya sampai dia dengan cepat melesat ke depan dengan melakukan serangan besar. Petir keluar dari tubuh, mengarah ke raja roh hitam yang berusaha menghindar, tetapi karena kekuatan Gadis Petir amat besar, membuat luka di tangannya.


BAAM!


Langit bergemuruh karena petir. Percikan api tercipta ketika serangan itu diserang balik oleh raja roh hitam. Gadis Petir melentingkan tubuh, hampir terkena serangan andai tidak dengan cepat merespon.


Serangan dari murid Akademi Nirwana Bumi yang lain melesat. Ada tiga murid yang menyerang bersamaan. Hal ini membuat raja roh hitam terdorong mundur. Jelas terkena serangan di dada, karena serangannya kuat membuatnya sulit menangkis.


Gadis Petir menoleh ke arah murid yang baru saja melesatkan serangan. Dirinya berdecak kesal lalu buka suara dengan nada jengkel, "hei, kalian jangan ikut campur melawannya! Jangan remehkan kekuatanku. Sebaiknya kalian tolong orang lain saja!"


Seruannya membuat ketiga murid menoleh. Mereka mendengkus. Salah satunya berseru, "raja roh hitam ini sangat kuat. Kita perlu menyatukan kekuatan untuk menyerang!"


"Sudah kukatakan, biarkan aku yang melawannya! Kalian pergi tolong yang lain!" Gadis Petir tidak mau mengalah.


"Tsk. Benar-benar sombong. Dia tidak bisa mengukur kekuatan sendiri." Satu murid itu berdecak. Mulutnya buka suara, "biarkan dia melawan sendiri. Aku tahu dia kuat, tapi sekarang roh-roh hitam sedang gencar menyerang. Jika melawan sendiri, yang ada nyawa sendiri tewas. Kita tidak tahu perang ini akan sampai kapan berakhir."


Temannya satu lagi mengangguk setuju. "Ini pertama kalinya kita merasakan perang dunia yang membuat takut. Entah bagaimana perang ini bisa terjadi."


"Tidak ada waktu untuk takut. Intinya sekarang kita harus mengerahkan seluruh kekuatan untuk melenyapkan roh-roh hitam itu," kata satu temannya lagi. Dia sebenarnya merinding ngeri melihat gelapnya malam tidak biasa ini. Di mana suara geraman mengerikan terdengar menggelegar. Petir menyambar sana-sini diiringi debaman keras. Udara dingin yang sangat tidak mengenakkan menyesakkan pernapasan.


Para murid ini baru pertama merasakan perang dunia. Apalagi musuh yang mereka lawan sama sekali tidak pernah terpikir. Mereka dibuat merinding menyaksikan peperangan ini. Tapi, mereka tidak memiliki pilihan lain selain turun tangan dan ikut melakukan peperangan.

__ADS_1


__ADS_2