
Dunia manusia tengah dihuru-harakan oleh makhluk mengerikan. Tanah selalu bergetar hebat setiap saatnya. Suara tangis manusia lemah tidak berdaya terus terdengar di berbagai Negeri. Jeritan meminta tolong memilukan para kesatria yang sedang sekuat tenaga menyerang roh-roh hitam yang sangat kuat. Lagi-lagi darah mencuat dari tubuh manusia yang tidak sempat mengelak dari serangan musuh dan terkena serangan nyasar dari jarak amat jauh.
Gedung-gedung besar sudah rata dengan tanah. Banyak kobaran api yang sulit dipadamkan di hutan yang jelas-jelas sulit dibakar. Udara di sana mulai menyesakkan.
Manusia-manusia itu tidak pernah berpikir akan tewas dalam perang dunia. Para manusia itu tidak pernah membayangkan perang yang dahulu pernah terjadi dengan memakan banyak korban dari pihak manusia kembali terulang. Siapa yang tidak menangis darah melihat kejadian mengerikan ini?
Bahkan siluman yang sudah hidup ratusan tahun meringkuk, bergetar ketakutan. Tidak bisa bersembunyi di tempat yang aman, sebab selalu ada serangan nyasar yang tidak terduga. Tanah yang biasa dijadikan tempat bersembunyi, sudah hancur dan retak besar-besaran. Mereka lari secepat apa pun, di mana-mana bertemu pertarungan hebat.
Anak-anak kehilangan orang tua mereka. Menangis keras ketakutan hanya melihat langit gelap gulita. Orang tua hampir banyak yang memilih menewaskan diri sendiri dari pada harus melihat dunia yang sedang dihancurkan roh hitam. Para orang dewasa sedang menahan tangis dan mengerang kesakitan akibat terus melawan musuh yang seolah tidak pernah lelah bertarung. Mereka ingin berhenti karena kelelahan dan luka serius dalam tubuh, tapi nyawa orang lain jelas akan dalam bahaya. Nyawa orang-orang yang mereka lindungi akan sia-sia.
Satu minggu berlalu begitu terasa sangat lama. Setiap detiknya mereka dihantui ketakutan luar biasa. Kepercayaan diri bisa menang dan menghabisi roh-roh hitam mulai pupus seiring kekuatan mereka yang sudah melemah dan lemah.
Di perbatasan antar negeri, sudah hampir tidak terlihat lagi karena selalu terkena serangan. Perisai pelindung yang sangat kuat bahkan sudah hancur berkeping-keping tiga hari lalu. Bahkan pertarungan dari negeri Rubah Merah dan negeri Elang Bulan sudah masuk ke negeri Nirwana Bumi. Sudah tidak terlihat lagi mana perbatasan antar negeri.
Sekarang orang-orang dari Aliran Hitam dan Aliran Putih tidak peduli dengan identitas mereka. Yang mereka pikirkan, harus bekerja sama untuk melawan musuh yang sama. Walaupun jelas, tidak terlalu baik kerja sama mereka.
Para manusia memang banyak orang yang kuat. Namun, roh-roh hitam ini sangat merepotkan dan tidak kalah kuat. Entah kapan perang besar ini akan berakhir.
Semakin banyak darah manusia yang tewas, semakin terkumpul energi besar aneh. Semakin banyak energi roh hitam yang tewas, ada sebuah energi kegelapan lebih kuat menggumpal.
Saat pertarungan ini, tidak ada yang sadar jika cahaya hitam lebih pekat dari biasanya muncul. Lalu, cahaya emas juga muncul. Keduanya berputar-putar sangat cepat. Sampai tercipta angin besar tidak biasa. Aura keduanya sangat berbanding balik. Aura gelap, dan aura suci.
Di tempat jauh, seorang pria baru saja berhasil melukai roh hitam yang sudah dalam bentuk manusia. Keduanya sama-sama hebat dan kuat.
__ADS_1
Pria itu bernama Elito melibaskan jubah hitam ke belakang. Memandang bengis musuh yang berbentuk tubuh manusia pria, hanya saja rambutnya panjang terurai.
Roh hitam itu bernama Wex, matanya semerah darah tanpa pupil. Kuku jarinya panjang hitam dan tajam. Berpakaian aneh, yang berbahan dari kulit sekuat beton. Ada topi berbulu tipis. Wajahnya sepenuhnya gelap, ada luka besar di wajahnya yang menambah kengerian.
Elito berdecih. "Di mana 'Tuan' kalian? Apa dia juga muncul kembali?"
Setelah satu minggu bertarung tanpa berbicara. Elito akhirnya buka suara, yang sontak pertanyaan ini tidak terduga oleh lawan.
Wex tertawa mengerikan. Menggelegar, sampai-sampai petir di langit bertambah dan menyambar sana-sini. Dia menggerak-gerakan kepala ke kanan dan kiri, hingga terdengar suara sepertimu retakan tulang.
"Hei, manusia rendahan. Kau punya nyali besar sampai ingin tahu keberadaan Tuanku."
"Kau lebih rendah dariku. Rupanya kau harus diberi tahu agar tahu siapa diriku."
Wex merasakan tekanan luar biasa sampai dibuat menahan napas. "Kekuatan ini sangat tidak asing."
Kekuatan mengerikan yang dahulu pernah membuatnya gemetar ketakutan. Saat ingat, dan sadar, dia perlahan terbang mundur. Riak mukanya mulai berubah berbeda.
"Tidak kuduga aku melawan manusia serakah yang telah mengambil kekuatan 'Tuan'."
Mendengar perkataan lawan bicara, Elito dibuat semakin menyeringai. Dia berkata sengit, "kau baru tahu siapa aku. Dan sekarang, biarkan kekuatanku membuatmu berlutut."
Sebuah angin besar, dahsyat muncul lagi di langit. Sampai awan gelap tersingkir, memperlihatkan langit malam. Angin itu berbentuk telapak tangan manusia.
__ADS_1
Elito melakukan gerakan tangan, yang membuat jurus itu semakin kuat.
"Telapak Penghancur Bumi ...!"
Serangan besar dari telapak angin mengarah ke Wex yang terbelalak. Dia segera melakukan serangan balik dan membuat perisai pelindung.
BAAM!!
Blaar!!
Serangan Elito berhasil mengenai Wex dengan telak. Suara menggelegar terdengar sampai ke telinga orang lain yang sedang bertarung habis-habisan. Tanah kembali hancur dan retak parah. Angin kejut besar sampai tercipta dari serangan barusan.
Sementara serangan Wex sebelumnya berhasil ditangkis oleh Elito dengan sekuat tenaga. Terlihat di kepulan asap sana, Wex merasakan tubuhnya sakit luar biasa. Terdapat lubang besar pada dadanya. Dia membulatkan mata lebar.
"B-brengsek." Wex menggeram menahan sakit. Bibirnya kembali bergetar. "A-aku harus melenyapkan manusia yang telah merebut Tuan Langit. Tidak bisa kubiarkan manusia serakah ini berhasil mengambil kekuatan anak Nyonya Dewi dan Tuan Langit."
"Hmph. Tapi sayang sekali kau tidak akan bisa melakukannya." Sebuah cengkraman tangan di leher Wex membuatnya terkejut bukan main. Sebuah seringai lebih mengerikan muncul. Elito kemudian kembali berkata, "karena akulah yang akan lebih dulu menghabisimu, dan mengambil kekuatan anak Langit."
Wex berusaha menyingkirkan cengkraman dengan sisa kekuatan. Akan tetapi Elito semakin mengeluarkan kekuatan hingga membuat musuh tidak bisa berkutik.
"S-sialan! M-manusia brengsek sepertimu tidak pantas hidup!!"
Elito tertawa dengan ucapan Wex yang seolah-olah makhluk mengerikan itu yang pantas hidup. Elito berdecih.
__ADS_1
"Aku bahkan lebih suci dari makhluk menj*jikan sepertimu. Dan aku akan hidup abadi di dunia ini dengan memiliki kekuatan dari anak Langit. Ha ha ha."