Magic Of Akademic

Magic Of Akademic
271 - Perang Dunia II


__ADS_3

Bukan hanya para murid Akademi Nirwana Bumi, tapi murid dari perwakilan Akademi yang harusnya mengikuti Turnamen Magic Muda juga sekarang tengah merasa takut. Bertanya-tanya dari mana asalnya roh-roh hitam kuat yang muncul.


Lima belas roh hitam sekaligus tiba-tiba muncul di tempat peristirahatan mereka. Keadaan ini sontak membuat mereka yang belum menyelamatkan diri harus menghadapi roh hitam.


"Semuanya, dengarkan aku baik-baik ...! Ini adalah perang dunia. Kita berperang melawan makhluk-makhluk mengerikan itu ...! Kerahkan seluruh kekuatan kita untuk melenyapkan mereka. Jika tidak, kita semua yang akan musnah dan dunia manusia akan direbut ...!"


Suara menggelegar itu langsung mengoyak langit. Menusuk ke relung hati siapa pun yang mendengarnya. Kaget, tidak percaya ada Perang secara mendadak. Apalagi lawannya bukan manusia, melainkan roh-roh hitam yang jelas sulit dihadapi jika tidak bekerja sama.


Ada yang tidak percaya, tapi mereka tidak bisa menutup mata dan telinga yang mendengar suara Debaman keras dari arah lain yang membuat tanah bergetar hebat. Udara di sana sudah sangat berbeda. Apalagi langit yang seolah mendukung, sekarang memang adalah perang.


Salah seorang murid perempuan terduduk lemas, ketakutan luar biasa. Kelopak matanya mengeluarkan air mata deras sampai tubuhnya bergetar hebat.


"T-tidak. Ini tidak mungkin. Bagaimana ada Perang dadakan dan melawan makhluk mengerikan itu?! Apa ini pembohongan?!" Dia menangis kencang.


"Aku masih begitu muda. Bagaimana bisa menyaksikan dan merasakan perang dunia?! Hiks. Ini tidak mungkin ...!"


"P-perang dunia? Itu artinya ... di tempat keluargaku berada juga tengah berperang?! Bagaimana ini, aku harus menyelamatkan mereka. Aku tidak mau kehilangan mereka!" Murid laki-laki itu menangis dan berniat terbang kembali ke rumah. Tapi lengannya dicekal oleh seseorang.


"Kau lebih baik pikirkan keselamatan sendiri. Jika kau kembali pun, belum tentu kau bisa sampai karena kita tengah berperang. Tidak ada tempat bersembunyi."


Dari mereka banyak yang syok dan tidak terima. Laki-laki yang sebelumnya menyerukan bahwa ini perang dunia melihat remaja-remaja muda itu ketakutan kembali buka suara.


"Tidak ada waktu untuk kita takut, karena musuh sudah ada di depan mata. Tidak ada waktu memikirkan keluarga, karena nyawa kita sekarang juga sedang terancam. Jangan jadi pengecut yang lari dari Perang menyelamatkan dunia kita sendiri ...!" Suaranya kembali menggelegar.

__ADS_1


Shi yang berada di sana menelan ludah susah payah. Tubuhnya gemetar menyaksikan awan gelap di langit dan aura mengerikan di sekeliling. Dia juga bertanya dalam otaknya, dari mana asal roh-roh hitam ini. Sebelumnya sama sekali tidak ada tanda-tanda akan terjadinya perang. Sama sekali tidak ada persiapan menyerang musuh. Dia tidak pernah menyangka perang ini melawan makhluk dari dunia lain.


"Senior, kau baik-baik saja?" Cakra segera mendekati Senior Shi. Melihat wajah Shi yang tampak pucat membuatnya tahu penyebabnya. Dia berkata tenang, "semua akan baik-baik saja. Kita harus cepat pergi dari sini dan kembali ke Akademi Magic Awan Langit."


"Cakra, di saat seperti ini kita tidak punya waktu kembali." Shi menelan ludah susah payah. Dia menoleh ke arah Cakra dan kembali berkata, "aku merasa ini adalah perang dunia."


"Apa?"


"Aura kegelapan sebelumnya sangat dahsyat. Membuat kita semua merasakan tekanan hebat. Jika kita pergi untuk menyelamatkan diri, bagaimana dengan orang-orang yang tengah melawan roh-roh hitam? Mereka membutuhkan bantuan kita."


"... Senior benar. Kita juga harus membantu."


"Untuk sekarang kita tidak boleh berpisah. Jangan sampai membuat Tetua Rasmi khawatir."


Tetua Rasmi sudah pergi untuk melawan roh hitam yang saat itu datang tiba-tiba. Dia menyuruh kedua muridnya ini untuk segera pergi.


Shi melesat ke arah salah satu roh hitam yang tengah dilawan oleh murid dari Akademi lain. Dengan sekuat kekuatan dia menyerang tanpa gentar.


"Apa Luffy baik-baik saja?" Cakra menarik napas panjang. Dia juga sedang memikirkan keadaan Amdara yang entah berada di mana. Dia harap, temannya baik-baik saja.


Sebuah panah petir muncul di tangan. Dalam jarak jauh, Cakra menyerang mengarah ke roh hitam. Serangannya kuat dan cepat. Sampai roh hitam yang tengah disibukkan oleh serangan jarak dekat tidak bisa menangkis. Alhasil dia terluka walau sedikit.


Roh hitam menggeram marah, hal itu membuatnya semakin kuat menyerang.

__ADS_1


Ada lima murid dari Akademi berbeda yang tengah melawan roh hitam ini. Mereka tampak berusaha bekerja sama untuk melenyapkan lawan yang tangguh ini. Di tambah adanya Shi dan Cakra, untuk menambah kekuatan mereka.


Akar hijau besar dan tajam muncul dari tanah, berusaha melilit tubuh roh hitam yang ternyata bisa disentuh. Tidak seperti roh hitam biasanya yang sulit disentuh lewat fisik.


Lesatan cahaya ungu muncul dan menyerang dari arah atas, bersamaan dengan Shi yang memutar waktu agar membuat gerakan roh hitam melambat. Cakra kembali memanah dengan kekuatan petir.


Serangan-serangan bukan main itu membuat roh hitam berhasil terlilit akar dan mendapatkan luka sampai dia terdorong mundur. Tubuhnya yang besar dan kuat sulit dilukai hanya dengan satu serangan.


Roh hitam itu menggeram marah, ketika Shi membuat waktu seperti biasa. Geraman nya mampu membuat angin kejut besar ke depan. Remaja-remaja muda di sana sontak membuat perisai pelindung.


"Jangan membuat roh hitam ini menyerang kembali!"


Suara milik Kawa berhasil menyadarkan enam orang yang sedang melindungi diri sendiri. Termasuk Cakra yang melesat ke depan tanpa menghilangkan perisai pelindung. Cakra melakukan serangan berupa kekuatan air dan petir.


"Hujan Petir."


Awan di langit berubah warna menjadi biru tua. Suara gemuruh petir di sana tampak saling menyahuti. Cakra melakukan sebuah tarian yang merupakan jurus andalan. Dia saat gerakannya selesai, tangannya dengan cepat menapak di tanah. Petir-petir ciptaannya menghujami ke arah roh hitam, sama sekali tidak ada yang menyerang orang lain.


Cakra langsung melakukan gerakan lain dengan melepas telapak tangan dari tanah. Kali ini gerakannya hanya menggunakan kedua tangan. Kekuatan alam berkumpul dan mengelilingi tubuh, dia berkonsentrasi tinggi. Hingga menciptakan kekuatan air yang keluar dari tanah, dan kemudian melesat ke arah roh hitam yang sedang berusaha menangkis hujan petir dan serangan-serangan lain.


Serangan air berhasil menyentuh kaki roh hitam, sepuluh petir mengenai air. Mengakibatkan air menjadi kekuatan listrik yang langsung mengenai roh hitam.


Di langit pasti terjadi percikan kembang api yang merupakan dua kekuatan atau lebih berbenturan. Kembang api itu menambah suasana mengerikan. Tidak ada yang merasa senang di sana, terkecuali para roh hitam yang yakin sebentar lagi mereka akan menguasai dunia manusia.

__ADS_1


Termasuk Ai, yang sedang berada di atas Siluman Harimau Emas yang sudah tewas di hutan. Ai duduk dengan santai di sana. Menikmati pemandangan alam yang menurutnya sangat indah dan patut dinikmati.


__ADS_2