SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KERJA KERAS JULIEN'S


__ADS_3

Surat pengunduran diri Nania sampai juga ke mejanya. Nania benar-benar menjauh dari Julien's. Dia ingin melupakan Julien's yang sempat berminggu-minggu menjadi kekasihnya dan nyaris menjadi suaminya.


Julien's yang mencintai Nania, menolak surat itu. Dia tak mengizinkan Nania keluar dari restoran. Dia meminta pada staf kepegawaian untuk menolak dokumen pengunduran diri Nania. Dia meminta dengan keras untuk tidak menerima pengunduran diri Nania.


Namun Nania tetap bisa mengundurkan diri dari restoran itu. Sebab dalam peraturan kontrak tertulis, jika seseorang akan mengundurkan diri hanya perlu membayar penalti dari kontrak yang masih berlaku saja. Nania yang memiliki cukup uang untuk membayar penalti itu, membayar semua biaya itu. Sehingga Nania bisa keluar dari restoran tersebut.


Julien's kecewa. Namun dia tetap berusaha untuk mencari cara agar Nania tetap bersamanya dan melanjutkan pernikahan.


Dengan mobil Porsche kesayangannya. Julien's memberanikan diri untuk pergi menemui Nania dirumahnya. Dia membawa beberapa bucket bunga sebagai permohonan maaf pada Nania. Dia harap bunga bisa meluluhkan hati Nania.


Sehancur apapun memang bisa diperbaiki, tapi tidak akan sempurna seperti semula. Seperti itulah sebuah kepercayaan. Walaupun bisa dimaafkan, tetapi kepercayaan itu akan sedikit berkurang. Nania telah memaafkan Julien's. Tapi tidak dengan kepercayaannya. Kepercayaan Nania terlanjur hancur lebur. Sudah tidak ada kepercayaan dari Nania untuk Julien's saat ini.


Nania menutup rapat pintu rumahnya. Ketika Julien's berusaha masuk dengan sebuah bucket bunga besar. Julien's memohon pada Nania. Tapi dia tak bergeming. Nania hanya menangis dibalik pintu rumahnya. Dia begitu terpukul, sehingga tak mau memaafkan kesalahan Julien's.


Julien's menunggu di depan pintu. Berlarut-larut dia habiskan untuk menunggu Nania membuka pintu dan menemuinya. Namun Nania tetap tak bergeming. Meskipun ibunya sempat meminta Nania untuk mendengarkan sedikit penjelasan dari Julien's. Namun Nania tetap menolak dan mengunci rapat pintu rumahnya.


Seharian penuh Julien's berada dan menunggu Nania di depan pintu rumah Nania. Namun Nania tetap menolak menemuinya. Banyaknya tuntutan aktivitas yang harus diselesaikan oleh Julien's. Sehingga membuat dirinya harus terpaksa pergi meninggalkan rumah Nania, untuk kembali ke Nice.


Cinta Nania masih ada. Tapi untuk menyatukan cintanya dengan kepercayaan pada Julien's begitu sulit. Sehingga dia begitu enggan untuk mendengarkan semua penjelasan dari Julien's.


Julien's pulang dengan tangan hampa. Tidak ada hasil yang dia bawa, selain kekecewaan dan penolakan dari Nania. Dirinya begitu terpukul dengan penolakan Nania. Dia pun melampiaskan kekecewaannya dengan meminum minuman keras. Julien's mabuk berat. Beberapa kali telepon dari kantor dan restoran, dia lewatkan begitu saja. Termasuk dari Rudie, yang merupakan asisten pribadi Julien's.


Julien's harus datang, sebab hari ini pembukaan cabang baru dari restoran. Dirinya diharapkan bisa memasak untuk para tamu di acara pembukaan tersebut. Namun Julien's justru tak dapat dihubungi, sehingga Rudie terpaksa menggantikannya.


Julien's tidak peduli pada pekerjaannya. Dipikirannya hanya ada Nania. Sehingga meminta Rudie untuk mengganti dia diposisi chef utama saat ini. Dia masih berusaha membujuk Nania untuk kembali ke pelukannya.


Dia kembali ke kota Brest. Tetap dengan bucket bunga yang besar. Dia berharap Nania kali ini akan memaafkannya. Julien's berharap.

__ADS_1


Nania kembali melanjutkan aktivitas menjual bunga seperti ketika dia dirumahkan sementara. Pagi ini taman diisi banyak muda-mudi yang sedang asyik berkencan. Ini menjadi kesempatan bagi Nania untuk menjajakan dagangannya. Nania berharap ini akan menjadi hari keberuntungannya.


Hampir setengah jam Nania berada disana. Tak ada satupun yang mendekati Nania untuk membeli buket bunga miliknya. Mereka tak tertarik pada bunga milik Nania.


Sementara Julien's hampir menjumpai rumah Nania. Sebelum sedikit insiden terjadi. Dimana ban mobilnya bocor. Kemudian dia mendapatkan sedikit pemerasan oleh beberapa oknum yang mengatakan warga sekitar. Julien's yang sedang tidak baik-baik saja, menolak memberikan uang yang di minta mereka. Sehingga terjadilah perkelahian antara Julien's dengan 3 orang tersebut.


Meskipun Julien's mampu memberikan perlawanan sengit terhadap ketiga orang tersebut. Namun Julien's harus merelakan wajah tampannya sedikit menjadi bonyok, akibat pukulan dari para penjahat tersebut.


Sakit. Tapi Julien's tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah Nania yang tinggal 80 meter saja. Dia membawa mobil sambil sedikit menahan rasa sakit berada di beberapa area wajahnya. Bahkan diarea bibirnya sedikit robekan mengucur sedikit darah. Namun Julien's tidak memperdulikan hal itu. Dia hanya ingin bertemu dengan Nania.


Darah itu mulai mengering dengan luka lebam yang nampak dibeberapa area wajahnya. Lagi-lagi Julien's tidak memperdulikannya. Dia keluar dengan bucket bunga miliknya. Kemudian segera bergegas menuju rumah Nania.


Tiga kali ketukan, pintu rumah Nania terbuka. Namun bukan Nania yang membuka pintu itu, melainkan ibunya.


Julien's tersenyum. Sementara ibunya dengan ekspresi yang perlahan marah. Dengan ketus menanyakan kedatangan dari Julien's.


Sedikit berlutut, Julien's meminta maaf pada ibu Nania. Air mata yang menetes dari kedua matanya seakan menjadi permohonan maaf yang tulus dari Julien's. Dia menyesali perbuatannya. Sehingga dia berharap mendapatkan permohonan maaf dari Nania dan ibunya.


"Wajah kamu kenapa?" Tanya ibu Nania.


"Ada 3 orang yang coba merampokku, kemudian aku berkelahi dengan mereka. Sehingga aku harus menerima ini semua demi mempertahankan milikku." Jawab Julien's dengan tegas.


Kokoh. Julien's adalah seorang yang kokoh dalam berpendirian. Dia begitu kuat mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Bahkan itu yang menjadi harapannya kelak pada calon suami Nania. Seseorang yang mau mempertahankan miliknya dengan sekuat tenaga.


Melihat kegigihan dari seorang Julien's. Ibu Nania pun akhirnya mempersilakan Julien's untuk masuk kedalam rumahnya. Dia mempersilakan Julien's untuk menjelaskan semuanya.


Tak hanya segelas air dan beberapa toples cemilan yang dihidangkan diatas meja. Ibu Nania juga membawakan sebuah wadah berisi air hangat dan handuk kecil untuk mengompres luka lebam dari Julien's. Ucapan terimakasih pun berulang kali Julien's ucapkan pada ibu Nania. Dia begitu baik pada Julien's.

__ADS_1


Diawali dengan seteguk air putih. Perlahan Julien's mulai menjelaskan semuanya pada ibu Nania. Dia begitu mencintai Nania di pandangan pertama. Kecantikan Nania, kebaikannya dan kerja kerasnya. Menjadi beberapa hal yang membuat Julien's jatuh hati pada Nania. Namun dia sadar, status dia sebagai seorang suami orang lain seakan sulit diterima.


Namun Julien's memiliki alasan lainnya yang membuat dia dan Nania bisa bersatu. Beatrice istrinya didiagnosa mengalami kanker serviks. penyakit yang membuat hubungan antara Julien's dengan Beatrice menjadi sedikit renggang. Julien's seorang pria yang haus pada ***, namun Beatrice sudah tidak mampu memberikan itu pada Julien's. Sehingga terkadang membuat Julien's stress. Walaupun Julien's tetap berusaha mendukung kesembuhan Beatrice.


Selain dalam urusan ranjang yang tak mampu Beatrice berikan lagi. Julien's juga memikirkan perihal anak mereka. Ketiga anaknya masih membutuhkan sosok seorang ibu yang mampu menemani mereka tumbuh. Beatrice yang mulai sering kemoterapi dan masuk rumah sakit tak memiliki waktu untuk bersama mereka. Sehingga anak-anak Julien's kehilangan figur seorang ibu dalam 2 tahun terakhir.


Julien's meyakini Nania adalah pilihan yan tepat untuk semua itu. Nania adalah seorang yang cantik dengan hati yang tulus. Nania bisa menjadi istri bagi Julien's, sekaligus ibu yang baik untuk ketiga anaknya.


Mendengar semua penjelasan dari Julien's. Ibu Nania mulai terketuk hatinya untuk memaafkan Julien's. Apa yang Julien's lakukan tidak salah. Sebab Julien's seorang pria yang masih butuh ****. Begitu juga dengan anak-anaknya yang butuh kasih sayang dari seorang ibu. Dua hal yang masuk akal.


Namun semuanya diserahkan kembali pada Nania. Sebab yang akan menerima semua itu adalah Nania. Ibunya hanya memberikan restu. Tetapi keputusan final tetap pada Nania. Walaupun seperti itu, semangat Julien's untuk mendapatkan hati Nania kembali kembali terbuka. Sebab ada dukungan dari ibu Nania.


Nania yang masih berkutat dengan jualannya alun-alun kota. Membuat Julien's berniat menemuinya. Pamit terlebih dahulu pada ibu Nania. Julien's bergegas menuju alun-alun kota.


Dengan kecepatan yang begitu pelan, Julien's mengarahkan kedua bola matanya untuk melihat sekitar alun-alun. Akhirnya dia melihat Nania yang tengah bersandar disamping sepedanya dengan bunga yang masih menumpuk dibagian depan sepedanya.


Julien's perlahan mengarahkan mobilnya mendekati Nania. Tepat didepan Nania, Julien's bergegas turun dari mobil untuk menemui Nania secara langsung dengan membawa bucket bunga.


"Nania." Sapa Julien's.


Nania terkejut. Kemudian dengan ekspresi cemberut. Dia bergegas pergi coba meninggalkan Julien's.


Julien's berusaha menahan Nania. Kemudian dengan nada yang cukup tinggi, Nania meminta Julien's menjauhinya. Namun Julien's tak bergeming dan tetap berusaha untuk membuat Nania kembali mempercayainya kembali. Julien's menatap wajah Nania. Kemudian dia berkata dengan wajah penuh harap.


"Please Nania."


Nania terenyuh. Dia begitu merasakan kesedihan hati Julien's. Ditambah luka bonyok yang menghiasi wajah Julien's. Semakin membuat Nania tak tega. Dia hanya terdiam sambil memandangi wajah Julien's.

__ADS_1


"Aku mohon, kamu dengar semua penjelasan dariku." Ucap Julien's dengan lembut.


Nania yang terlanjur amat kecewa dengan Julien's berusaha melepaskan genggaman Julien's. Dia berusaha pergi. Nania tidak mau mendengar penjelasan dari Julien's. Sehingga dia langsung pergi, begitu berhasil melepaskan genggaman Julien's.


__ADS_2