
Julien's yang awalnya berniat membeli makan, sambil mencari Nania. Kembali ke kamar perawatan dengan tangan hampa. Makanan untuk ibundanya tak dia belikan. Begitu juga Nania yang tak berada di gandengan tangan Julien's. Wajah Julien's yang masih cukup kecewa pada Nania. Juga tak luput dari pertanyaan ibunya. Mengingat tak biasanya Julien's menampakkan wajah dengan penuh kekecewaan seperti itu pada ibunya sendiri. Ada apa dengan Julien's? Pertanyaan yang masih menjadi misteri untuk ibunya sendiri.
"Mana makanan ibu sayang?" Tanya ibu Julien's.
"Tidak ada Bu, aku tidak menemukan makanan yang lezat untuk ibu makan di kantin. Mungkin aku akan memesankan makanan itu lewat layanan online." Jawab Julien's dengan wajah kesalnya.
"Bagaimana dengan Nania, kamu menemukan dia?" Tanya ibunya kembali.
Julien's tak menjawab pertanyaan dari ibunya tersebut. Dia terdiam dengan raut wajah marah mendengar kata Nania. Peristiwa tadi cukup membuat dirinya begitu kecewa berat terhadap Nania. Dia tak menyangka Nania masih berhubungan dengan Alex sejauh itu. Hubungan yang tentu tidak wajar bagi seorang Nania yang telah memiliki seorang suami.
__ADS_1
"Julien's, dimana Nania?" Tegas ibunya.
"Aku tidak tahu bu!" Bentak Julien's dengan begitu kerasnya.
Bentakan yang di lakukan Julien's pada ibunya. Seketika membuat dia menangis. Tak hanya itu, Theo dan Romeo juga menjadi ketakutan dengan suara bentakan yang di lakukan Julien's pada ibunya. Kedua malaikat kecil di kelurga Julien's itu langsung menjauh dari Julien's.
"Maafkan aku Bu, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal tersebut pada ibu." Mohon Julien's yang mulai menangis.
Ibunya tak menjawab permohonan maaf dari Julien's. Dia hanya mulai bersedih dengan apa yang di lakukan Julien's padanya. Pertanyaan sederhana dari ibunya, di balas Julien's dengan begitu kasarnya. Apa yang salah dengan pertanyaan ibunya, hingga Julien's melontarkan kalimat yang cukup menyakitkan bagi ibunya tersebut.
__ADS_1
Beatrice yang mulai menyadari permasalahan yang tengah di hadapi oleh Julien's dengan Nania, memilih untuk diam. Tentu dia akan menjadi korban amukan dari seorang Julien's, jika dia ikut berkomentar dengan apa yang terjadi pada kondisi Julien's dan Nania.
Dia hanya berusaha menenangkan mertuanya untuk bisa lebih tenang lagi dan mau untuk memaafkan Julien's atas kesalahannya. Sebab Julien's hanya sedang berada di titik jenuh saja. Sehingga Julien's tak bisa mengontrol emosi dirinya.
Hati ibunya mulai melunak, permohonan maaf dari Julien's akhirnya di terima. Terlebih Julien's yang terus berkutat di hadapan dirinya. Tentu itu bukan hal yang baik untuk dirinya. Mengingat Julien's terus merasakan perasaan bersalah yang teramat.
Ibunya mengangkat tubuh Julien's, kemudian memeluk erat tubuh putra pertamanya tersebut. Dengan tetesan air mata yang cukup banyak. Dia memaafkan Julien's yang telah mengatakan kata yang cukup kasar pada dirinya.
Julien's yang merasa bersalah, juga tak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Hingga akhirnya Julien's harus terus menangis di pelukan sang ibunda.
__ADS_1