SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MAKIAN IBU ALEX PADA NANIA


__ADS_3

Kedekatan dari seorang Alex dan Nania yang semakin intens. Seakan menjadi sebuah malapetaka untuk ibu Alex sendiri. Dia melihat kedekatan itu ibarat sebuah bencana besar yang sedang mendera keluarga kecilnya. Seorang perempuan tak jelas, mencoba memasuki ranah yang lebih jauh di keluarganya.


Nania mengantar Alex hingga di parkiran rumah. Membawa tas kerja Alex, layaknya seorang istri. Bukan inisiatif dari Nania, tapi memang Alex yang meminta Nania untuk membawakan tas kerjanya tersebut.


Sebelum Alex masuk kedalam mobil, anak bungsunya menyempatkan diri untuk sekedar bercanda dengan Nania. Hingga keduanya saling tertawa. Melemparkan sebuah candaan ringan, namun cukup intens. Ini sudah kelewatan, mungkin ini tidak bisa dibiarkan. Pikir ibu Alex yang semakin tak senang dengan kedekatan dari Nania dengan Alex.


Begitu Alex pergi dengan mobilnya. Ibu Alex itu langsung menghampiri Nania yang tak henti tersenyum melihat kepergian dari Alex. Begitu pintu gerbang rumah Alex telah di tutup kembali oleh satpam. Nania baru bergegas masuk kedalam rumah.


Baru di depan pintu rumah, Nania langsung dikejutkan oleh ibu Alex. Dengan wajah marah, dia langsung menampar Nania dengan begitu kerasnya.

__ADS_1


"Jangan sekali-kali kamu mendekati anak saya. Dia bukan level kamu. Perempuan murahan seperti kamu, tidak layak untuk berdampingan dengan anak saya." Ucap ibu Alex dengan begitu kasarnya.


Nania tidak bisa menjawab ucapan dari ibu Alex tersebut. Dia hanya mampu mengusap wajahnya yang di tampar keras oleh ibu Alex tersebut. Untuk apa pula melawan, mungkin jika Nania menjawab ucapan darinya. Nania akan tetap salah juga. Sehingga diam menjadi opsi terakhir yang di pilih oleh Nania.


"Ingat yah Nania. Kamu disini bukan untuk menggoda anak saya. Tapi kamu bersihkan seluruh rumah ini, serta buat makanan yang lezat. Bukan sebaliknya. Kamu malah mencari kesempatan untuk berduaan dengan anak saya. Dasar perempuan gak beres." Amuk ibu Alex semakin membara.


"Kamu jangan bohong. Tidak mungkin kamu tidak merayu Alex sebelumnya. Saya sudah tahu akal bulus kamu. Pasti kamu yang menggoda Alex. Sehingga dia jalan bersama kamu." Tuduh ibu Alex semakin membabi buta.


"Terserah ibu mau percaya atau tidak. Terpenting saya sudah sampaikan apa yang memang sebenarnya terjadi." Jawab Nania kembali.

__ADS_1


Nania yang tak ingin terus beradu argumentasi dengan ibu Alex. Akhirnya memilih untuk pergi meninggalkannya. Dia begitu malas untuk terus beradu mulut dengannya. Mengingat ibu Alex tak pernah ingin kalah dalam berada argumen. Sehingga Nania yang harus selalu mengalah untuk setiap adu argumentasi.


Baru satu langkah, tangan Nania langsung di tarik dengan kasarnya oleh ibu Alex. Kemudian Nania dibanting hingga terjatuh.


"Kamu benar-benar perempuan tidak sopan, saya belum selesai bicara. Kamu sudah mau pergi begitu saja. Dasar perempuan murahan." Maki ibu Alex kembali.


Di titik itu akhirnya air mata Nania yang sedari tadi ditahan oleh Nania. Akhirnya terjatuh dengan sendirinya. Kasarnya makian yang dilontarkan oleh ibu Alex, seakan sudah tidak mampu di tahan oleh Nania untuk tetap tegar. Dia harus bisa menerima semua perlakuan serta kata-kata yang cukup kasar yang dilakukan oleh ibu Alex.


Bukannya merasa bersalah atas perbuatannya. Ibu Alex itu, justru kembali memaki Nania dengan kata-kata kotor lagi. Air mata Nania semakin tak terbendung lagi. Hingga akhirnya dia benar-benar tak kuasa untuk menahan kesedihannya.

__ADS_1


__ADS_2